Monday, June 23, 2008

Analisa Teknikal

Blog ini merupakan Blog Milik Pribadi, bukan Blog Resmi. Bila dalam Blog ini terdapat analisa dan informasi apapun berkaitan dengan analisa merupakan hasil dari Research dan Development PT Monex Investindo Futures yang diambil dari sumber-sumber yang dianggap dapat dipercaya, tetapi kami tidak dapat mengatakan hal itu lengkap dan akurat. Kami tidak bertanggung jawab atas penawaran apapun untuk menjual atau permintaan apapun untuk membeli berdasarkan pada analisa dan informasi yang ada di Blog ini.

EUR/USD

Resistance Level : 1.5651, 1.5690, 1.5740

Support Level : 1.5566, 1.5493, 1.5465

Trading Range : 1.5440 – 1.5630

Trend : Sideways


USD/CHF

Resistance Level : 1.0408, 1.0451, 1.0498

Support Level : 1.0305, 1.0266, 1.0220

Trading Range : 1.0260 – 1.0520

Trend : Bearish


GBP/USD

Resistance Level :1.9791, 1.9850, 1.9897

Support Level : 1.9702, 1.9652, 1.9611

Trading Range : 1.9620 – 1.9820

Trend : Potential Correction


XAU / LOCO

Resistance levels: 907.40, 913.35, 917.05

Support levels : 896.75, 891.00, 883.05

Trading range : 891.00907.40

Trend : Potential Correction


HANGSENG

Resistance levels: 22405, 22665, 22800

Support levels : 22175, 22000, 21800

Trading range : 22000 - 22405

Trend : Bearish


DOW JONES

Resistance levels: 11973, 12051, 12115

Support levels : 11767, 11686, 11500

Trading range : 11686 – 11973

Trend : Bearish

News on June 23rd, 2008

Blog ini merupakan Blog Milik Pribadi, bukan Blog Resmi. Bila dalam Blog ini terdapat analisa dan informasi apapun berkaitan dengan analisa merupakan hasil dari Research dan Development PT Monex Investindo Futures yang diambil dari sumber-sumber yang dianggap dapat dipercaya, tetapi kami tidak dapat mengatakan hal itu lengkap dan akurat. Kami tidak bertanggung jawab atas penawaran apapun untuk menjual atau permintaan apapun untuk membeli berdasarkan pada analisa dan informasi yang ada di Blog ini.


RINGKASAN

  • Suku bunga obligasi AS yang lebih tinggi dari fed funds rate dan suku bunga riil yang berada di daerah negatif mengindikasikan Fed akan mempertahankan suku bunga di level 2.0%.
  • Standard & Poor's akan menurunkan peringkat Ford Motor Co, General Motors dan Chrysler LLC, akibat besarnya kerugian keuangan yang disebabkan oleh tingginya harga bensin.
  • Langkah Sumitomo Mitsui Financial Group Inc. yang menyuntikkan dana sebesar $927 juta untuk Barclays Plc menunjukkan kondisi perbankan Jepang yang lebih baik.
  • Emas naik akibat pulihnya harga minyak dan jatuhnya dolar terhadap euro; harga minyak menguat dipicu persepsi meningkatknya permintaan minyak Cina dan latihan militer Israel untuk menyerang Iran.
Valuta Asing Minggu Depan
Awal minggu depan akan didominasi oleh perkembangan terkini dari pertemuan antara produsen dan konsumen minyak global yang akan berdampak besar terhadap aset keuangan. Minggu lalu dolar melemah akibat reli minyak dan pergerakan minggu depan tergantung pada keberlanjutan buruknya performa saham perbankan dan ekuitas global. IFO Jerman akan menjadi perhatian setelah data ZEW memberikan hasil yang jelek. Sementara itu, untuk Inggris, Gubernur BoE King dan beberapa anggota MPC akan memberikan pernyataan di depan Komisi Keuangan Parlemen mengenai data inflasi bulan Mei. Inggris juga akan merilis data CBI Juni pada hari Rabu, yang akan menunjukkan seberapa besar penurunan penjualan. Sementara itu di Amerika Serikat, indeks harga rumah S&P/Case-Shiller untuk bulan April akan diumumkan hari Selasa. Potensi penurunan lebih lanjut sejalan dengan harga rerata rumah (dari data penjualan rumah baru dan lama), yang menunjukkan semakin memburuknya pasar perumahan. Dengan demikian, diharapakan indeks harga rumah S&P/Case-Shiller akan turun ke -16.0% y/y di April, dari -14.4% y/y di Maret. Kejatuhan harga rumah terus meningkat (y/y) sejak Januari 2007, yang menunjukkan pelemahan sektor perumahan belum akan pulih dalam waktu dekat ini. Hasil kebijakan moneter FOMC akan diterbitkan hari Rabu, 25 Juni. Dengan suku bunga obligasi negara yang diatas fed funds rate saat ini dan suku bunga riil yang berada di daerah negatif maka komite diprediksikan akan mempertahankan suku bunga di level 2.0% untuk beberapa waktu yang akan datang. Meskipun beberapa pejabat Fed mengeluarkan pernyataan yang bernada hawkish beberapa minggu terakhir, kami tidak melihat bahwa hal tersebut akan berdampak terhadap kebijakan yang lebih ketat dalam waktu dekat ini.

S&P Akan Menurunkan Peringkat Hutang Ford, GM, Chrysler
Kabar buruk lainnya bagi perusahaan mobil AS, Standard & Poor's pada hari Jumat mengatakan akan menurunkan peringkat Ford Motor Co, General Motors dan Chrysler LLC, akibat kerugian keuangan yang disebabkan oleh tingginya harga bensin. Obligasi dan saham Ford dan GM terus turun, sementara biaya untuk melindungi hutang dengan kredit derivatif terus meningkat. S&P cemas dengan aliran kas ketiga perusahaan mobil itu seiring tingginya harga minyak mengurangi permintaan kendaraan sport dan pickups. Kondisi keuangan perusahaan juga memprihatinkan, ungkap S&P. Perusahaan rating ini juga menurunkan peringkat perusahaan keuangan Ford Motor Credit Co dan DaimlerChrysler Financial Services Americas LLC, juga GMAC LLC yang 49% sahamnya dimiliki GM. Peringatan ini muncul setelah Ford mengungkapkan akan mengalami kerugian besar tahun ini dan akan sulit untuk menghindari kerugian lebih lanjut di 2009. Faktor yang berkontribusi terhadap pelemahan Ford juga berlaku untuk setiap perusahaan mobil yang berbasis di AS.

Barclays Akan Mendapatkan Dana $927 Juta dari Mitsui, Tulis Bloomberg
Barclays Plc, bank terbesar keempat di Inggris akan memperoleh 100 M yen ($927 juta) dari Sumitomo Mitsui Financial Group Inc. sebagai bagian dari rencana untuk menambah modal, ungkap orang yang mengetahui rencana tersebut. ``Hal ini mengindikasikan bahwa perbankan Jepang dalam posisi yang lebih baik dari mitra globalnya dan memiliki modal lebih untuk investasi,'' kata Masafumi Oshiden, manajer dana pada BlackRock Inc. yang berlokasi di Tokyo. ``Ini adalah langkah yang bagus bagi mereka dan saya memprediksikan langkah yang lebih agresif lagi.'' Barclays, mengalami kerugian senilai 1.7 M pounds ($3.35M) akibat penghapusbukuan, ungkap perusahaan tersebut awal minggu ini yang mendorong perusahaan untuk menjual sahamnya kepada investor asing dan pemegang saham.

Emas Naik Seiring Pulihnya Harga Minyak dan Lemahnya Dolar
Emas naik pada hari Jumat seiring pulihnya harga minyak dan komentar bernada anti-inflasi dari pejabat ECB yang mendorong kejatuhan dolar terhadap euro. Trader juga mewaspadai pertemuan minggu depan antara produsen dan konsumen minyak di Arab Saudi, dimana berlanjutnya kenaikan harga minyak akan mendorong penguatan emas. Logam ini sempat melemah di awal perdagangan seiring investor melakukan aksi ambil untung setelah reli gagal mengangkat emas melewati harga tertinggi pada 9 Juni di $908.70. Harga minyak juga naik lebih dari $4/barel atas persepsi yang berkembang bahwa kenaikan harga minyak Cina akan cenderung meningkatkan daripada menurunkan permintaan energi di negara ini. Tingginya harga minyak juga berpengaruh terhadap dolar, yang juga terkena dampak isu kenaikan suku bunga di zona euro atas komentar Dewan Gubernur ECB Lorenzo Bini Smaghi di surat kabar Financial Times; dan juga meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menyusul laporan yang meberitakan bahwa Isreal sedang melakukan latihan militer sebagai persiapan untuk menyerang fasilitas nuklir Iran.

Dollar Tertekan oleh Kenaikan Minyak & Kekhawatiran Industri Ansuransi
Dollar jatuh terhadap beberapa mata uang utama di hari Jumat setelah terjadi reli minyak dan penurunan rating 2 perusahaan asuransi yang meningkatkan kekhawatiran baru terkait sektor keuangan dan kesehatan ekonomi AS secara keseluruhan. Bank investasi Citigroup juga memperingatkan di hari Kamis malam bahwa mereka dapat mengalami penghapusbukuan yang substansial di Q2. Berlanjutnya ketegangan setelah 10 bulan kekacauan kredit kembali mencuat dipicu oleh penurunan peringkat Aaa Ambac Financial Group dan MBIA Inc oleh Moody’s Investor Service di hari Jumat, akibat ketidakmampuan menambah permodalan dan mengembangkan bisnis.

PPI Jerman Bulan Mei Naik 1.0%
Indeks harga produsen (PPI) Jerman sekali lagi mengalami kenaikan hingga 1.0% m/m (+6% y/y), melampaui konsensus pasar untuk kenaikan 0.6% m/m (5.8% m/m), diikuti pesatnya kenaikan di bulan April sebesar 1.1% m/m. Figur PPI yang lebih tinggi dari perkiraan ini sekali menggarisbawahi tekanan harga pada ekonomi terbesar di antara 15 anggota uni eropa. Anggota dewan ECB Bini Smaghi mengatakan kredibilitas bank sentral menjadi taruhan jika asumsi kenaikan harga komoditi hanya bersifat sementara.

BoE's Gieve – Cenderung Dovish
Deputi Gubernur BOE, Gieve memberikan pernyataan kemarin yang dapat dikategorikan cenderung dovish. Jika tidak terjadi perubahan yang signifikan, perlambatan ekonomi Inggris akan memicu penurunan suku bunga yang lebih lanjut – akan tetapi tingginya harga komoditas mendorong kenaikan inflasi, katanya. Meskipun demikian, Inflasi CPI di 3.3% akan menyulitkan BoE untuk menstimulus ekonomi dalam waktu dekat ini. Ekonomi akan terus melemah selama semester kedua tahun ini untuk meredam ekspektasi inflasi. Berlawanan dengan persepsi pasar yang menunjukkan kenaikan suku bunga pada pertemuan MPC berikutnya di bulan September, kami percaya bahwa suku bunga akan dipertahankan pada level 5% sebelum diturunkan di Q4 atau Q1-09.

Nikkei Jatuh 1.3% Terkait Aksi Jual Saham Blue Chips
Indeks Nikkei Jepang merosot 1.3 persen di hari Jumat silam, terseret jatuh oleh Kyocera Corp dan saham blue-chip lainnya terkait sebagian investor melihat bahwa penguatan saham Jepang saat ini sudah berakhir. Inpex Holdings dan saham minyak lain-nya merosot akibat harga minyak turun setelah Cina menyebutkan akan menaikkan harga bahan bakar domestik. Pasar Tokyo jatuh kendati gain di Wall Street dan rebound tajam di saham Cina. Pasar diruntuhkan oleh aksi jual indeks berjangka. ," kata Masayoshi Yano, analis pasar senior di Meiwa Securities.

Bursa Seoul Ditutup Lebih Rendah; Saham Pengilang Turun, Penerbangan Naik
Bursa Seoul ditutup lebih rendah pada hari Jumat, didorong sektor pengilangan seperti GS Holdings akibat kecemasan meningkatnya kompetisi setelah berubahnya regulasi, tapi sektor penerbangan seperti Korean Air Line tetap tangguh akibat turunnya harga minyak. Penjualan besar-besaran oleh investor asing mewarnai perdagangan. Ada kecemasan naiknya inflasi regional dan mata uang yang berfluktuasi.

Indeks Hong Kong Tergelincir Akibat Aksi Ambil Untung
Indeks Hong Kong ditutup lebih rendah 0.23% pada hari Jumat, membalikan penguatan di sesi pagi, akibat spekulan membukukan labanya atas sektor pengilang dan produsen energi setelah Beijing tiba-tiba menaikkan harga energi. Penguatan juga terkikis menyusul kerugian industri penerbangan di Cina daratan akibat tingginya harga bahan bakar jet, sementara perusahaan batu bara turun akibat pemerintah membekukan harga listrik dari batu bara. "Kenaikan harga bensin meningkatkan tekanan inflasi dan ada rumor yang berkembang bahwa Cina akan menaikkan suku bunga minggu ini, " kata Andrew Sullivan, trader di Mainfirst Securities. "Kita juga akan menghadapi pertemuan OPEC dan FOMC segera."