Wednesday, June 11, 2008

Analisa Teknikal

Blog ini merupakan Blog Milik Pribadi, bukan Blog Resmi. Bila dalam Blog ini terdapat analisa dan informasi apapun berkaitan dengan analisa merupakan hasil dari Research dan Development PT Monex Investindo Futures yang diambil dari sumber-sumber yang dianggap dapat dipercaya, tetapi kami tidak dapat mengatakan hal itu lengkap dan akurat. Kami tidak bertanggung jawab atas penawaran apapun untuk menjual atau permintaan apapun untuk membeli berdasarkan pada analisa dan informasi yang ada di Blog ini.


EUR/USD

Resistance Level : 1.5502, 1.5536, 1.5590

Support Level : 1.5408, 1.5356, 1.5284

Trading Range : 1.5360 – 1.5720

Trend : Bullish


USD/JPY

Resistance Level : 107.67, 108.10, 108.50

Support Level : 107.07, 106.42, 105.90

Trading Range : 105.80 – 107.80

Trend : Potential Reversal


GBP/USD

Resistance Level : 1.9604, 1.9660, 1.9720

Support Level : 1.9501, 1.9450, 1.9402

Trading Range : 1.9360 – 1.9690

Trend : Bearish


XAU / LOCO

Resistance levels: 870.00, 875.85, 881.10

Support levels : 859.30, 855.36, 847.10

Trading range : 855.36875.85

Trend : Bearish


HANGSENG

Resistance levels: 23340, 23580, 23711

Support levels : 23150, 23030, 22800

Trading range : 23030- 23340

Trend : Bearish


DOW JONES

Resistance levels: 12360, 12488, 12646

Support levels : 12174, 12077, 11930

Trading range : 12077 – 12360

Trend : Potential Down

News on June 11th, 2008

Blog ini merupakan Blog Milik Pribadi, bukan Blog Resmi. Bila dalam Blog ini terdapat analisa dan informasi apapun berkaitan dengan analisa merupakan hasil dari Research dan Development PT Monex Investindo Futures yang diambil dari sumber-sumber yang dianggap dapat dipercaya, tetapi kami tidak dapat mengatakan hal itu lengkap dan akurat. Kami tidak bertanggung jawab atas penawaran apapun untuk menjual atau permintaan apapun untuk membeli berdasarkan pada analisa dan informasi yang ada di Blog ini.


RINGKASAN

  • Naiknya ekspor mengindikasikan membaiknya perkiraan pertumbuhan ekonomi AS.
  • Bernanke: prospek ekonomi AS telah membaik dari bulan lalu, dan bank sentral berusaha untuk menjaga kestabilan harga.
  • Pemulihan ekonomi AS ke tingkat semula akan lebih lama dari yang diharapkan beberapa bulan sebelumnya, menurut hasil survei Blue Chip.
  • Melambatnya pertumbuhan ekspor Cina dan turunnya inflasi akan mendorong bank sentral untuk tetap menahan suku bunganya.
  • International Energy Agency (IEA) menurunkan prediksi permintaan minyak global tahun ini akibat naiknya harga minyak.

Harga Minyak Mendorong Naiknya Defisit Neraca Perdagangan AS
Defisit neraca dagang AS melebar di bulan April seiring harga minyak yang loncat, mendongkrak impor sehingga menutupi kenaikan ekspor yang terbesar dalam 4 tahun. Defisit naik 7.8% hingga $60.9 M, lebih dari perkiraan dan tertinggi sejak Maret 2007. Impor tumbuh 4.5% bulan April, kenaikan terbesar sejak November 2002, hingga $216.4 M. Sementara ekspor merangkak 3.3%, terbesar sejak Februari 2004, hingga $155.5 M, dimotori penjualan kapal terbang komersial, otomotif dan mesin pertanian. Laporan ini mengindikasikan permintaan luar negeri masih tinggi dan ditolong oleh pelemahan USD. Dalam angka riil (setelah mengeluarkan perubahan harga, seperti halnya digunakan untuk mengkalkulasi GDP), defisit mengecil menjadi $46.9B, terendah sejak Agustus 2003. Dikombinasi dengan selisih yang lebih kecil di bulan Maret, angka ini kemungkinan dapat mendongrak perkiraan pertumbuhan ekonomi.

Bernanke Mengatakan Fed Akan Melawan Kenaikan Ekspektasi Harga
Bernanke mengatakan bahwa resiko “penurunan secara substansial” telah berkurang; Gubernur Fed Ben Bernanke menambahkan prospek ekonomi telah membaik dari bulan lalu, dan bank sentral akan menghambat ketidakyakinan masyarakat terhadap harga yang stabil. Tingkat pengangguran yang melonjak hingga 5.5% di bulan Mei, terbesar hampir dalam 2 dekade, dan turunnya jumlah tenaga kerja AS dalam 5 bulan berturut-turut, dikatakan oleh Bernanke sangat tidak diharapkan. Fed telah memotong suku bunga menjadi 2% dari 5.5% di bulan September tahun lalu. Kini trader telah melihat ada 30% peluang kenaikan bunga seperempat basis point di bulan Agustus, yang naik dari 9% peluang minggu lalu. Pertemuan pejabat Fed berikutnya berlangsung pada tanggal 24-25 Juni. Fed sendiri kini menghadapi penyeimbangan yang rumit antara menurunkan bunga untuk menghindari resesi namun tanpa menimbulkan resiko terlalu besar terhadap inflasi yang dapat terakselerasi.

Pelambatan AS Akan Cukup Lama, Namun Tidak Resesi
Ekonom telah memotong perkiraan pertumbuhan AS di semester kedua tahun ini dan 2009, namun semakin banyak yang melihat bahwa AS dapat terhindar resesi, ditunjukkan oleh hasil penjajakan yang ditunjukkan hari Selasa. Indikator ekonomi Blue Chip, newsletter bulanan menunjukkan 53.5% dari 48 ekonom independent yang di jajaki tidak percaya bahwa ekonomi AS sedang berada atau akan memasuki resesi di tahun 2008, naik dari 40% hasil survei Mei. “Konsensus kini mengindikasikan penurunan pertumbuhan ekonomi tidak terlalu dalam seperti yang ditakutkan sebelumnya, namun kelanjutan pemulihan pertumbuhan hingga tingkat semula akan lebih lama dibanding harapan beberapa bulan sebelumnya, dikatakan oleh newsletter. Hasil survei Blue Chip menunjukkan konsensus ekonom bahwa Fed telah selesai memangkas suku bunganya. Bagaimanapun menurut newsletter tersebut bank sentral AS tidak diharapkan untuk mulai menaikkan bunga hingga triwulan kedua tahun depan.

Pertumbuhan Ekspor Cina Kemungkinan Melambat, Inflasi Akan Menurun
Pertumbuhan ekspor Cina kemungkinan melambat untuk bulan ketiga sementara inflasi menyusut dari kisaran tinggi 12-tahun, menaikkan kemungkinan bank sentral untuk tetap menahan suku bunga-nya. Penjualan luar negeri naik 20% di Mei dari 21.9% bulan lalu, menurut survei Bloomberg terhadap 17 ekonom. Indeks harga konsumen menguat 8% dari tahun lalu, menurut estimasi 19 ekonom, setelah naik 8.5% di April. Moderatnya ekspor dan inflasi menunjukkan upaya Cina untuk memulihkan ekonomi nya – yang masih tumbuh pesat di antara negara-negara utama -- mungkin berhasil. Bank sentral pada 7 Juni lalu meminta sejumlah bank untuk menyimpan lebih banyak uang, untuk meredam pertumbuhan pinjaman tanpa memicu perlambatan yang tiba-tiba.

IEA Menurunkan Prediksi Permintaan Minyak
International Energy Agency (IEA) hari Selasa memangkas perkiraannya untuk permintaan minyak global tahun ini akibat kenaikan harga, namun menambahkan kelaparan dunia terhadap minyak masih menggemparkan keseimbangan pasar. “Pertumbuhan Supply sejauh tahun ini masih buruk dan harga yang tinggi dibutuhkan untuk mengurangi permintaan pasar,” menurut laporan bulanan lembaga monitoring di Paris tersebut. Agensi juga memprediksi permintaan produk minyak global di 2008 akan tumbuh 0.9%, atau 800,000 barrel per hari, turun dari 1.2%, atau 1 juta barrel, prediksi sebelumnya. Perubahan ini diikuti dengan keputusan oleh beberapa negara berkembang mengurangi subsidi akibat harga minyak yang terlampau tinggi. Agensi juga melaporkan adanya reduksi konsumsi minyak di negara maju yang berasal dari 30 negara OPEC, namun menyebutkan masih sedikit tanda berkurangnya permintaan di Cina dan India. Harga minyak telah mengalami kenaikan 8% sejak laporan bulanan IEA yang terakhir. Sementara itu, Arab Saudi telah menaikkan outputnya 300,000 barel per hari hingga mencapai 9.45 juta barel per hari.

Produksi Industri Inggris di Bulan April Mengalami Rebound Tipis
Data produksi industri Inggris di bulan April menunjukkan kenaikkan 0.1% lebih baik sedikit dari konsensus pasar 0.0%. Pulihnya output pengadaan kelihatannya mengkontribusi kenaikan produksi industri utama dan data tersebut kemungkinan kecil dapat memperkuat posisi jual sterling, karena menunjukkan sektor produksi tidak selemah yang diperkirakan oleh pasar. Data CBI dan CIPS menunjukkan pelemahan aktivitas sektor manufaktur meskipun sterling terdepresiasi. Hal ini mengkonfirmasi pandangan bahwa eksportir Inggris tidak sepenuhnya memanfaatkan rendahnya sterling.

Swiss Franc Jatuh vs Dollar Akibat Komentar Bernanke
Swiss Franc kembali jatuh terhadap dollar di hari Selasa seiring dollar kembali terangkat oleh komentar yang mengindikasikan Fed dapat menaikkan bunganya tahun ini. Di sesi sebelumnya Bernanke mengatakan bahwa bank sentral akan mengupayakan mengurangi ekspektasi inflasi, meyakinkan lebih banyak investor bahwa kenaikan bunga akan datang tahun ini untuk menegaskan bahwa resiko penurunan ekonomi AS secara substansial telah berkurang. Franc terhadap euro, masih flat sejalan dengan euro yang masih terdukung oleh ekspektasi kenaikan bunga ECB.

Pesanan Mesin Jepang Melambung Setelah Anjlok Dua Bulan
Permintaan peralatan mesin Jepang menguat di April setelah jatuh dua bulan beruntun akibat sejumlah perusahaan mengganti peralatan yang telah berumur. Permintaan order, yang memberi sinyal pengeluaran modal tiga sampai enam bulan ke depan, menguat 5.5% setelah merosot 8.3% di Maret dan 12.3% di Februari, menurut Cabinet Office di Tokyo. Tingginya harga minyak dan bahan mentah menunda perusahaan untuk perekrutan dan investasi. Pihak Toyota Motor Corp. bulan lalu menyebutkan akan memangkas pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan kali pertama sejak 2001. ``Tidak diragukan bahwa bisnis investasi kehilangan tenaga,'' ungkap Yoshiki Shinke.

Nikkei Ditutup Terendah 2 Minggu Akibat Kekhawatiran Stagflasi
Nikkei turun 1.1% ditutup terendah dalam 2 minggu pada hari Selasa seiring meningkatnya kecemasan stagflasi global yang mengimbangi penguatan dolar terhadap yen hingga level tertinggi dalam 3 bulan. Jika ekonomi Asia benar-benar akan melamban, maka Jepang tidak dapat menghindari inflasi.

KOSPI Terpuruk; Dipengaruhi Faktor Politik
Bursa Seoul memperpanjang kerugiannya dan ditutup lebih rendah 2% pada hari Selasa, dipicu pembuat mobil dan kapal, tapi analis melihat kekacauan politik saat ini mempengaruhi keadaan ekonomi. Pasar memburuk setelah bursa Cina terpuruk akibat pengetatan moneter dan bangkitnya krisis kredit setelah Lehman Brothers memprediksi kerugian.

Indeks Hong Kong Turun 4.2% Ke Level Terendah 10 Minggu
Indeks Hong Kong terperosok hingga level terendah sejak 1 April pada hari Selasa setelah bursa Shanghai jatuh terbesar dalam 1 tahun akibat pengetatan kebijakan moneter Beijing. Ada ketakutan bahwa pengetatan kredit Cina akan memperlambat pertumbuhan laba dan lebih banyak perusahaan yang beralih ke bursa saham untuk mengumpulkan dana yang akan berdampak buruk bagi bursa.