Wednesday, May 7, 2008

Analisa Teknikal

Blog ini merupakan Blog Milik Pribadi, bukan Blog Resmi. Bila dalam Blog ini terdapat analisa dan informasi apapun berkaitan dengan analisa merupakan hasil dari Research dan Development PT Monex Investindo Futures yang diambil dari sumber-sumber yang dianggap dapat dipercaya, tetapi kami tidak dapat mengatakan hal itu lengkap dan akurat. Kami tidak bertanggung jawab atas penawaran apapun untuk menjual atau permintaan apapun untuk membeli berdasarkan pada analisa dan informasi yang ada di Blog ini.


EUR/USD

Resistance Level : 1.5593, 1.5680, 1.5760

Support Level : 1.5454, 1.5400, 1.5360

Trading Range : 1.5450 – 1.5800

Trend : Bullish


USD/ CHF

Resistance Level : 1.0555, 1.0630, 1.0690

Support Level : 1.0460, 1.0400, 1.0330

Trading Range : 1.0250 – 1.0550

Trend : Potential Correction


GBP/USD

Resistance Level : 1.9771, 1.9865, 1.9910

Support Level : 1.9635, 1.9590, 1.9550

Trading Range : 1.9650 – 1.9850

Trend : Sideways


XAU / LOCO

Resistance levels: 885.76, 895.30, 907.63

Support levels : 864.12, 859.66, 845.22

Trading range : 864.12 895.30

Trend : Bullish


HANGSENG

Resistance levels: 26300, 26410, 26512

Support levels : 26222, 26100, 25970

Trading range : 26222 - 26410

Trend : Potential Up


DOW JONES

Resistance levels: 13130, 13210, 13265

Support levels : 12970, 12890, 12800

Trading range : 12970 – 13210

Trend : Sideways

News on May 07th, 2008

Blog ini merupakan Blog Milik Pribadi, bukan Blog Resmi. Bila dalam Blog ini terdapat analisa dan informasi apapun berkaitan dengan analisa merupakan hasil dari Research dan Development PT Monex Investindo Futures yang diambil dari sumber-sumber yang dianggap dapat dipercaya, tetapi kami tidak dapat mengatakan hal itu lengkap dan akurat. Kami tidak bertanggung jawab atas penawaran apapun untuk menjual atau permintaan apapun untuk membeli berdasarkan pada analisa dan informasi yang ada di Blog ini.

RINGKASAN

  • Dollar melanjutkan penurunannya terhadap euro dan 6 mata uang utama lainnya setelah laporan pendapatan dari Fannie Mae berada dibawah ekspektasi.
  • Ben S. Bernanke menghimbau pemerintah dan pemberi hipotek untuk lebih intensif dalam mencegah penyitaan rumah tanpa berkomentar apapun mengenai prospek suku bunga ke depan.
  • UBS mengurangi 5,500 tenaga kerjanya dan menjual miliaran dolar aset untuk keluar dari krisis subprime, namun sahamnya tetap jatuh.
  • Reserve Bank of Australia memutuskan untuk menahan suku bunganya di 7.25% untuk melihat apakah tingginya biaya pinjaman dapat memperlambat ekonomi dan meredam inflasi.
  • Emas melanjutkan penguatannya di hari Selasa, naik 2% di pasar New York, terbantu pembeli di harga murah dan minyak mentah yang mencapai rekor.
Dollar Jatuh Akibat Laporan Fannie; Pengambilan Resiko Berkurang Drastis
Dollar melanjutkan penurunannya terhadap euro dan 6 mata uang utama lainnya untuk 2 hari berturut setelah laporan pendapatan dari Fannie Mae berada dibawah ekspektasi. Fannie Mae, penyedia pembiayaan rumah AS terbesar, melaporkan kerugian 3 kwartal berturut seiring krisis sektor perumahan kembali memburuk di Q1. Masalah di Fannie Mae, mengingatkan investor bahwa masalah pasar perumahan AS, sebagai alasan utama pelambatan ekonomi AS, belum sepenuhnya pulih dan tidak dapat mengangkat dolar. Tingginya harga minyak memaksa ECB untuk fokus pada inflasi, dimana presiden Jean-Claude Trichet di hari Senin menyebutkan “resiko yang signifikan”. Ekspektasi ini memperkuat keyakinan bahwa ECB akan menahan suku bunga pada level 4% pada pertemuan hari Kamis nanti. Analis juga memperkirakan ECB untuk mempertahankan posisi agresif akan inflasi terkait pernyataan Trichet setelah keputusan tersebut. Dolar AS sendiri secara keseluruhan diperdagangkan lebih rendah dibanding penutupan hari Senin seiring laporan pendapatan yang lemah di sektor perumahan AS sekali lagi menggerakan pasar menuju perdagangan yang bersifat menghindari resiko.

Bernanke Mendesak Diambilnya Langkah Untuk Mengurangi Penyitaan Rumah AS
Gubernur Fed, Ben S. Bernanke, dalam upayanya untuk mengakhiri penurunan sektor perumahan terburuk dalam seperempat abad ini, menghimbau pemerintah dan pemberi hipotek untuk lebih intensif dalam mencegah penyitaan rumah. Bernanke, dalam pidatonya di New York kemarin, juga menghimbau peminjam untuk memberi kelonggaran sebagian hipotek bagi pemilik rumah yang sedang kesulitan. Beliau juga mengatakan proposal seharusnya “memiliki target yang ketat” untuk debitur yang berisiko tinggi kehilangan propertinya, dan mencegah penyediaan insentif bagi yang gagal membayar. Akumulasi penyitaan meningkat 57% di bulan Maret dari tahun sebelumnya, menurut Irvine, RealtyTrac. Dia tidak berkomentar apapun mengenai prospek suku bunga ke depan.

UBS Mengurangi 5,500 Tenaga Kerja Terkait Kerugian Subprime
UBS mengurangi 5,500 tenaga kerjanya dan menjual miliaran dolar aset di hari Selasa untuk keluar dari krisis subprime, namun sahamnya tetap jatuh seiring ketakutan investor akan pendapatan yang secara permanen akan buruk. Bank Swiss ini akan mengurangi 7% tenaga kerjanya yang sebagian besar di investasi perbankan AS dan Inggris, karena dari sanalah asal mula sebagian besar kerugian bisnis terkait subprime mortgage di Eropa. UBS juga melaporkan kerugian Q1 sebesar 11.535 M Swiss franc ($10.9 M), sedikit lebih baik dari yang dilaporkan pada bulan April dan lebih rendah dibanding ekspektasi analis 11.9 M. UBS merupakan bank Eropa yang mengalami kerugian terbesar terkait krisis subprime setelah menghapus-bukukan lebih dari $37 M.

Keputusan Suku Bunga Reserve Bank of Australia
Reserve Bank of Australia memutuskan untuk menahantingkat suku bunganya di level 7.25% untuk melihat apakah tingginya biaya pinjaman selama 12 tahun dapat memperlambat ekonomi dan meredam inflasi. CPI (Indeks Harga Konsumen) telah naik 4.2% sejak tahun lalu, masih diatas target bank sentral. Di triwulan terakhir saja, CPI naik 1.3%. Inflasi inti tahunan bertahan di 3.6%. Pandangan anggota dewan bahwa kenaikan bunga sebelumnya telah berimbas pada ekonomi dan dibutuhkan lebih banyak waktu untuk menurunkan inflasi hingga dibawah 3%. Kini anggota dewan melihat sisi permintaan ekonomi akan terpukul dan mengakibatkan pelambatan sehingga inflasi akan menurun di jangka menengah, meskipun tekanan inflasi jangka pendek masih cukup tinggi. Namun jika inflasi masih bertahan dan permintaan tidak dapat turun, pandangan kemarin kelihatannya perlu dipertimbangkan kembali.

Emas Melanjutkan Kenaikannya Setelah Minyak Menyentuh Rekor
Emas melanjutkan penguatannya di hari Selasa, naik 2% di pasar New York, terbantu pembeli di harga murah dan minyak mentah yang mencapai rekor. Penurunan emas jatuh hingga level terendah 4-bulan minggu lalu memicu aksi beli terutama konsumen di India menjelang festival keagamaannya. Namun emas masih diperdagangkan jauh dibawah rekor tertingginya sebesar $1,030.80/ounce pada 17 Maret. India memperingati hari raya Akshaya Tritiya di hari Rabu dan Kamis, festival dimana banyak umat Hindu membeli logam mulia dengan keyakinan dapat membawa berkah. Dealer juga melaporkan adanya pembelian dari pembuat perhiasan dan pemburu harga murah di Timur tengah, Indonesia dan Thailand. “Permintaan untuk emas fisik dapat memberikan dukungan dan mengurangi aksi jual setidaknya hingga pertengahan minggu ini, dan mempertimbangkan aktivitas pembelian di pasar fisik India,” kata Pradeep Unni, analis pada Vision Commodities Services di Dubai. Sementara minyak mentah menyentuh rekor $120.68 per barrel akibat pelemahan dollar dan kekhawatiran supplai di kawasan Iran dan Nigeria.

Inflasi Kawasan Eropa Meningkat
Inflasi harga produsen Eropa melaju melampaui perkiraan di bulan Maret, meningkatkan tekanan bagi ECB untuk menahan suku bunganya. Harga yang keluar dari pabrik di zona Eropa naik 5.7%, terbesar sejak Agustus 2006, setelah naik 5.4% di Februari. Inflasi Maret melebihi perkiraan analis 5.6%. Kenaikan biaya pangan dan energi meningkatkan pengeluaran perusahaan di kawasan Eropa, memicu mereka untuk mentransfer kenaikan biaya ini kepada konsumen dan menyebabkan inflasi zona Eropa berada diatas batas ECB sendiri sebesar 2%. Inflasi harga energi naik 15.2% di Maret dari 14% di April. Harga produk konsumen naik 5.1%. Umumnya, harga produsen naik 0.7% di Maret, setelah sempat naik dengan persentase yang sama di Februari. Laporan ini menyiratkan bahwa ECB akan tetap menahan tingkat suku bunganya di hari Kamis nanti. “Positif untuk Euro”

Indeks Harga Konsumen Swiss
Inflasi Swiss melambat di April dari laju tercepatnya selama lebih dari 14 tahun terakhir, tanda bahwa bank sentral kini memiliki ruang untuk melonggarkan biaya peminjamannya. Harga konsumen Swiss tahunan naik 2.3% dari 2.6% di bulan Maret. Inflasi di Switzerland dapat melambat seiring krisis sektor perumahan dan kemungkinan resesi AS akan menurunkan pertumbuhan Switzerland maupun dunia. Dengan indeks harga konsumen yang tetap di 0.8% dalam satu bulan, SNB akan menghadapi tantangan untuk menentukan arah kebijakan moneter selanjutnya. Jika inflasi masih bertahan, maka pengetatan moneter seharusnya dilakukan, dan menguatkan Swiss.

Indeks Pembelian Manejer Inggris
Indeks pembelian manejer Inggris turun di bulan April. Hasil survey menunjukkan 50.4 namun perkiraan analis sebesar 51.7. Dari bulan lalu, hasil survey ini jatuh menjadi 50.4 dari 52.1 yang menunjukkan pelemahan sektor jasa. Angka diatas 50 berarti sektor tersebut mengalami ekspansi, sementara angka dibawahnya mengindikasikan sektor tersebut mengalami kontraksi. Laporan bulan April yang berada diatas garis netral, menunjukkan sektor ini masih mungkin mengalami penurunan di masa mendatang.

Bursa Hong Kong Naik Berkat Kenaikan Hutchison dan China Mobile
Saham blue chips Hong Kong bergerak naik dalam lesunya perdagangan hari Selasa, terseret oleh saham besar Hutchison Whampoa dan China Mobile, yang mengimbangi tekanan dari saham penerbangab serta penambang minyak akibat harga minyak menajam ke kisaran rekor. "Pasar tengah konsolidasi akibat para investor tidak memiliki cukup kepercayaan bahwa saham akan terus bergerak naik setelah gain saat ini," ujar Patrick Yiu, direktur asosiasi dari CASH Asset Management."Sentimen yang beredar tidak buruk dan investor tengah menanti untuk membeli dibanding mengambil peluang untuk menjual," kata Yiu. Indeks Hang Seng ditutup naik 0.30 persen, atau 78.18 poin, pada 26,262.13, terseret penguatan 3.32 % oleh konglomerat telekomunikasi Hutchison dan 1.41 % dari China Mobile. Sinopec dan perusahaan penerbangan jatuh setelah harga minyak melewati $120/barrel.

Bursa Seoul Ditutup Kuat, Samsung Mencetak Rekor
Indeks Seoul ditutup 0.6% lebih tinggi di hari Selasa seiring penguatan saham teknologi dapat mengimbangi pelemahan saham lainnya, dimana Samsung Electronics menyentuh rekor tertinggi seiring munculnya harapan bahwa siklus harga chip akan mulai naik. Samsung menguat 1.92% ditutup di 745,000 won, sementara Hynix Semiconductor naik 1.43% ke 28,350 won setelah mengungkapkan rencananya untuk menaikkan harga chip memori komputernya sekitar 15% di April dan akan naik lagi di bulan Mei. Pembuat baja terbesar ke-4 di dunia POSCO naik 3.34% setelah investor miliuner Warren Buffett menyatakan keyakinannnya pada perusahaan itu. "Melemahnya won dan tangguhnya pendapatan perusahaan telah mengembalikan kepercayaan investor untuk memegang saham Korea Selatan," kata Won Jong-hyuk, analis pasar di SK Securities.