Thursday, May 8, 2008

Analisa Teknikal

Blog ini merupakan Blog Milik Pribadi, bukan Blog Resmi. Bila dalam Blog ini terdapat analisa dan informasi apapun berkaitan dengan analisa merupakan hasil dari Research dan Development PT Monex Investindo Futures yang diambil dari sumber-sumber yang dianggap dapat dipercaya, tetapi kami tidak dapat mengatakan hal itu lengkap dan akurat. Kami tidak bertanggung jawab atas penawaran apapun untuk menjual atau permintaan apapun untuk membeli berdasarkan pada analisa dan informasi yang ada di Blog ini.


EUR/USD

Resistance Level : 1.5440, 1.5514, 1.5552

Support Level : 1.5367, 1.5335, 1.5255

Trading Range : 1.5270 – 1.5600

Trend : Bearish


USD/ CHF

Resistance Level : 1.0587, 1.0650, 1.0731

Support Level : 1.0517, 1.0463, 1.0388

Trading Range : 1.0520 – 1.0650

Trend : Potential Correction


GBP/USD

Resistance Level : 1.9554, 1.9636, 1.9717

Support Level : 1.9476, 1.9405, 1.9335

Trading Range : 1.9350 – 1.9670

Trend : Bearish


XAU / LOCO

Resistance levels: 872.65, 876.57, 883.46

Support levels : 862.38, 856.19, 845.8

Trading range : 856.19876.57

Trend : Bearish


HANGSENG

Resistance levels: 25270, 25360, 25500

Support levels : 24930, 24770, 24610

Trading range : 24770 - 25270

Trend : Bearish


DOW JONES

Resistance levels: 12910, 12950, 13080

Support levels : 12756, 12636, 12517

Trading range : 12756 – 12950

Trend : Potential Up

News on May 08th, 2008

Blog ini merupakan Blog Milik Pribadi, bukan Blog Resmi. Bila dalam Blog ini terdapat analisa dan informasi apapun berkaitan dengan analisa merupakan hasil dari Research dan Development PT Monex Investindo Futures yang diambil dari sumber-sumber yang dianggap dapat dipercaya, tetapi kami tidak dapat mengatakan hal itu lengkap dan akurat. Kami tidak bertanggung jawab atas penawaran apapun untuk menjual atau permintaan apapun untuk membeli berdasarkan pada analisa dan informasi yang ada di Blog ini.


RINGKASAN

  • Produktivitas sektor non-pertanian naik 2.2%, seiring perusahaan mengurangi tenaga kerja dan jam kerja, mengindikasikan pengeluaran konsumen akan lemah selama semester pertama 2008.
  • Hoenig menyiratkan untuk tidak mendukung pemangkasan suku bunga Fed yang menambah spekulasi bahwa Fed kemungkinan akan mengakhiri siklus pemangkasan suku bunganya.
  • Penjualan ritel jatuh bulan lalu di zona Eropa sebesar 0.4%, dipicu kenaikan biaya pangan dan energi yang membatasi pengeluaran rumah tangga.
  • Pelambatan output industri dan manufaktur UK dapat merefleksikan pengeluaran konsumen yang menurun.
  • Harga emas jatuh dipicu penguatan dollar dan rencana IMF untuk melepas cadangan emasnya.

Produktivitas Pekerja AS Naik
Melampaui Perkiraan
Produktivitas sektor non-pertanian naik 2.2% di Q1 2008, lebih tinggi dari perkiraan 1.5%, seiring perusahaan mengurangi tenaga kerja dan jam kerja. Melemahnya penjualan dan melonjaknya pengeluaran bahan baku seperti bahan bakar memicu perusahaan untuk mengurangi jam kerja terbesar dalam 5 tahun terakhir di kwartal lalu. Produktivitas perusahaan non-keuangan, ukuran yang diperhatikan oleh mantan Gubernur Fed Alan Greenspan dan pembuat kebijakan yang lain, naik 1.8% di Q4. Biaya tenaga kerja naik 2.2% di Q1 2008, lebih rendah dari ekspektasi 2.6%, yang mengindikasikan tekanan inflasi dari sisi upah mulai melemah. Kenaikan produktivitas dan unit labor costs yang lebih rendah dari perkiraan mengindikasikan pengeluaran konsumen akan lemah selama semester pertama 2008. Pengeluaran konsumen menyumbang sekitar 70% dari total GDP.

Dollar Menguat Setelah Hoenig Mengatakan Inflasi Dapat Memicu Kenaikan Suku Bunga
Dollar menguat terhadap euro dan yen setelah Presiden Fed bagian Arkansas, Thomas Hoenig, mengatakan “tekanan inflasi yang cukup serius” dapat memicu bank sentral untuk menaikkan suku bunganya. Pertumbuhan ekonomi AS seharusnya dapat kembali membaik di semester kedua 2008, dan akibat ancaman serius dari inflasi; Fed pada poin tertentu akan menaikkan suku bunga di saat genting, kata Presiden Fed Kansas Thomas Hoenig di hari Selasa. “Penurunan tajam pertumbuhan telah menempatkan ekonomi di ujung resesi, sementara di saat yang bersamaan kenaikan harga komoditi telah menyebabkan naiknya tekanan inflasi.” Beliau juga mengatakan “ada beberapa alasan untuk menunjukkan pelambatan ekonomi akan bersifat sementara.” Hoenig juga menyiratkan bahwa dia tidak mendukung pemangkasan suku bunga lebih jauh oleh Fed dan tekanan inflasi yang semakin tinggi tidak bersifat temporer, seperti yang diperkirakan banyak orang, namun lebih serius dan menuju ke level psikologis inflasi yang tidak terlihat sejak akhir 1970-an dan awal 1980. Komentarnya ini menambah spekulasi bahwa Fed kemungkinan akan mengakhiri siklus pemangkasan suku bunganya.

Penjualan Ritel Eropa Jatuh Terkait Biaya yang Menyentuh Rekor Tinggi
Penjualan ritel jatuh bulan lalu di zona Eropa sebesar 0.4%, setelah sempat jatuh di bulan Februari 0.2%. Pangan, minuman dan tembakau jatuh di bulan Maret sebesar 0.1% dibandingkan bulan Februari, dan 2.7% dibandingkan Maret 2007. Penjualan ritel di luar pangan jatuh sebesar 0.6% pada basis bulanan, dan dibandingkan dengan Maret tahun lalu jatuh 0.9%. Kenaikan biaya pangan dan energi membatasi pengeluaran kepala rumah tangga. Harga minyak dunia yang menjadi dua kali lipat di 12 bulan terakhir ini dan kenaikan harga pangan telah merusak sentimen konsumen Eropa. Kuatnya nilai tukar Euro dan inflasi yang semakin tinggi berimbas negatif pada konsumen Eropa. Biasanya penjualan ritel dapat menjadi tidak menentu, terpengaruh oleh berbagai event tertentu, namun trend yang disesuaikan dengan musim untuk retail sales zona Eropa masih mengalami kenaikan, dalam kurun lebih dari 2 tahun. Seiring bukti yang bertambah bahwa zona Eropa kini menuju pelambatan ekonomi, para analis akan menyimak pernyataan ECB di hari Kamis apakah anggota dewan tersebut melihat ada kemungkinan pemangkasan suku bunga tahun ini.

Output Produksi Manufaktur dan Industri Inggris
Dari Februari hingga Maret, output manufaktur berkurang 0.5% di Inggris. Penurunan di Maret melebar dimana output 10 dari 13 sub sektor jatuh lebih rendah, sementara 2 sub-sektor naik dan 1 sub-sektor tidak berubah. Indeks keseluruhan produksi berkurang 0.5% dari Februari hingga Maret. Output pertambangan meningkat 0.5% dan persediaan energi berkurang 1.4%. Umumnya, output manufaktur dan produksi naik dari tahun lalu. Sektor manufaktur lebih tinggi 0.5% dan produksi lebih baik 0.2%. Pelambatan industri manufaktur dapat merefleksikan pelambatan pengeluaran konsumen. Biasanya, pelambatan output yang signifikan terjadi selama masa transisi siklus bisnis, dari puncak hingga kontraksi, tapi melihat level output keseluruhan yang masih positif, sehingga ada kemungkinan kuat untuk terhindar dari kontraksi.

Emas Jatuh Searah Dengan Penguatan Dollar, Terkait Penjualan Emas IMF
Harga futures emas jatuh lebih dari 1% di hari Rabu sejalan penguatan dollar dan rencana IMF untuk melepas cadangan emasnya. Dollar menguat didorong komentar hawkish dari pejabat Fed dan lemahnya penjualan ritel di kawasan Eropa, dan memicu turunnya emas. Negara anggota IMF menyuarakan untuk tidak memperluas lingkup investasi, termasuk memberikan suara untuk mencari sumber pendapatan dari proposal penjualan 403 ton emas. Bagaimanapun, banyak trader mengatakan berita IMF ini seharusnya tidak terlalu mempengaruhi harga emas sendiri seiring penjualan cadangan emas IMF tersebut masih perlu persetujuan dari Kongres AS terlebih dahulu. Pergerakan pasar uang merupakan faktor utama yang mengakibatkan penurunan emas, dan futures emas diekspektasikan untuk diperdagangkan dalam kisaran $25 dalam waktu dekat. Level support yang terdekat berada di antara $851 atau $853/ons, namun kemungkinannya masih kecil bagi emas untuk jatuh ke level tersebut kecuali dollar menguat tajam.

Indeks Konstruksi Australia Anjlok Ke Rekor Rendah Akibat Suku Bunga
Industri konstruksi Australia merosot di April untuk bulan ke duanya terkait tingginya suku bunga dalam 12 tahun menyusutkan permintaan akan rumah, apartemen dan perkantoran. Indeks konstruksi anjlok 5.1 poin dari Maret menjadi 42.6, level terendah sejak data dimulai September 2005. Angka dibawah 50 mengindikasi industri pembangunan menyusut. Jatuhnya pengerjaan pembangunan menambah sinyal bahwa ekonomi senilai $1 triliun Australia akan melambat tahun ini.

Yen Kemungkinan Menguat Ke 100 Akibat Lambatnya Pertumbuhan Global
Yen Jepang kemungkinan menguat ke angka 100 per dollar dalam tiga bulan mendatang akibat investor akan memangkas penyimpanan aset berimbal tinggi terkait pertumbuhan ekonomi dan pasar perumahan yang melambat kembali, menurut UBS AG. UBS akan melihat penguatan yen ke kisaran tertinggi dalam 12-tahun di 95.76. Barclays Capital, Citigroup Inc. dan Lehman Brothers Holdings Inc. bulan ini mengestimasi yen akan menguat hingga Q3. Yen sempat melemah setelah Pimpinan Fed Bernanke menyebutkan naiknya pelunasan kredit akan menurunkan harga rumah, dan melukai ekonomi secara luas.

Tingkat Keyakinan Konsumen Nationwide Inggris Jatuh
Tingkat keyakinan konsumen Inggris jatuh hingga level terendah dalam 4 tahun di bulan April seiring pelemahan pasar perumahan dan tingginya biaya hidup yang membebani konsumen, menurut Nationwide Building Society. Indeks sentimen yang disurvei dari 1,000 orang menurun 70 poin, level terendah sejak Mei 2004. Nilai rumah mengalami penurunan tahunan yang pertama sejak 1996 bulan lalu setelah perbankan membatasi pemberian hipotek. Melihat ekonomi Inggris dan buruknya sektor perumahan, tidak terlalu mengejutkan untuk melihat angka kepercayaan konsumen yang semakin jatuh, dan menambah ekspektasi bahwa BoE akan tetap menahan tingkat suku bunganya di hari Kamis.

Nikkei Ditutup Tinggi Dalam 4 Bulan, Sektor Minyak Naik
Indeks Nikkei naik 0.4% pada hari Rabu ditutup tinggi dalam 4 bulan digerakkan saham berbasis sumber daya alam seperti Inpex Holdings ,dan perdagangan Mitsubishi Corp akibat tingginya harga minyak. Pasar menguat tajam di awal perdagangan setelah libur 4 hari tapi bergerak negatif di sore hari seiring investor membukukan keuntungan. Nikkei menguat 19.6% setelah sempat menyentuh level bawah di 17 Maret karena berkurangnya pesimisme gejolak keuangan dunia. "Atmosfir pasar telah berubah. Kita telah melewati yang terburuk, tapi masih terlalu dini untuk bersikap optimis," kata Noritsugu Hirakawa, strategis di Okasan Securities.

Bursa Hong Kong Jatuh 2.5%, Mengikuti Penurunan Bursa Cina Daratan
Bursa Hong Kong berbalik arah dan jatuh 2.5% pada hari Rabu, mengikuti turunnya bursa Cina daratan, dimana pengilang minyak PetroChina dan Sinopec memicu penurunan setelah harga minyak menyentuh level tertinggi. Saham keuangan Cina juga menjadi kekhawatiran investor akan prospek pertumbuhan ekonomi dan munculnya spekulasi bahwa Ping An Insurance akan mencari persetujuan segera untuk rencana pendanaannya. Indeks utama Cina daratan ambruk 4%, dipicu sektor perbankan dan properti akibat kecemasan akan prospek inflasi. "Saatnya unutk beristirahat sejenak. Kami mengharapkan terjadinya koreksi hingga satu bulan ke depan," kata Louis Wong.