Kegelisahan Inflasi Telah Pergi, Untuk Saat Ini
Pasar forex akan reli pekan ini terkait kekuatiran pada meningkatnya inflasi dan menyusutnya suku bunga, serta aktivitas merger dan akuisisi yang terus berkembang. Minimya kalender data minggu ini di kedua belahan Atlantik akan tetap menjaga prospek suku bunga pada garis depan kekuatiran investor, namun sinyal bahwa inflasi dalam pantauan, akan memberi sejumlah bantuan. Pada front ekonomi Eropa, fokus akan pada indeks sentimen ekonomi ZEW hari Selasa dan indeks Ifo pada iklim bisnis di hari Jumat.
"Saya tidak akan terkejut melihat pemulihan di pasar forex berlanjut, meskipun dipastikan tidak sama besarnya, karena kami memerlukan ekspektasi bahwa kebijakan bank sentral mereda, dan itu yang tidak kami lihat," ungkap Franz Wenzel, seorang strategist pada AXA Investment Managers di
Perjalanan Bunga Belum Berakhir
ECB menaikkan suku bunga kuncinya minggu lalu sebesar seperempat persen poin menjadi 4 persen dan dikatakan ini akan berlanjut untuk memonitor inflasi secara cermat.
"Di level-level ini bunga tidak sebagai rintangan dimana mereka akan keluar dari rel kereta pasar saham, dan diatas kami melihat bahwa likuiditas global masih cukup." Di Amerika Serikat, menguatnya angka catatan pada ekonomi A.S beberapa pekan silam, termasuk pesatnya retail sales, telah mengangkat tumbuhnya ekspektasi dan memicu sejumlah kekuatiran seputar inflasi. Di Eropa, fokus ekonomi tertuju ke Jerman, dengan indeks sentimen ekonomi ZEW diperkirakan di hari Selasa, fitur harga produsen bulanan Jerman di hari Rabu dan indeks Ifo pada iklim bisnis di hari Jumat.
Aliran Dana Keluar Dari Jepang Terus Berlanjut, BOJ Menahan Bunga
Yen melemah ke level rendahnya dalam satu minggu terhadap euro karena spekulasi Gubernur Bank Jepang Toshihiko Fukui kemungkinan akan menaikkan bunga pinjaman secara bertahap setelah mempertahan bunga. Yen juga melemah terhadap
Yen diperdagangkan dikisaran level rendah dalam 4 1/2-tahun terhadap dollar karena bunga pinjaman terendah di negara industri mendorong investor untuk mengambil pinjaman di Jepang dan membeli aset dengan yield lebih tinggi, yang disebut carry trades. ``Kami tetap berinvestasi di obligasi Eropa dan Obligasi Inggris yang masih cukup menarik,'' kata Kenichiro Ikezawa, yang mengelola dana senilai $1 miliar di Daiwa SB Investments Ltd. di Tokyo. ``Yen kemungkinan melemah terhadap mata uang utama dalam jangka pendek.''
``Keluarnya modal dari Jepang, sehubungan dengan investasi dana terus belanjut,'' kata Yuji Saito, kepala departemen penjualan valas di Societe Generale SA di Tokyo. ``Hal ini mendorong dollar.'' ``Yen sepertinya melemah,'' kata Katsunori Kitakura, kelapa dealer obligasi di Chuo Mitsui Trust & Banking Co. di Tokyo. ``Agak sedikit lebih awal BOJ mulai memaparkan prospek kenaikan bunga pada pertemuan hari Kamis'' ``Resiko untuk harga konsumen meningkat,'' kata Ray Attrill, direktur riset valas di 4Cast Ltd. di Sydney. ``Kemungkinan ada penjualan
Sepekan Saham
Pasar saham Asia tetap mengalami kenaikan minggu lalu setelah menguatnya yield obligasi, namun pasar lebih terfokus pada saham
Ekonom dari Goldman Sachs Hong Liang mengungkapkan bahwa resiko dari penerapan kebijakan intensif berimbas satu atau dua bulan kedepan. Adanya perkiraan membaiknya pertumbuhan ekonomi A.S terjadi setelah penurunan kuartal pertama lalu, dan suku bunga global dari
Di Jepang: Pasar bound Jepang dan A.S terlihat stabil setelah pasar sham
Di Korea:
Di Hong Kong: Saham Blue chips menyentuh angka tertingginya setelah keberhasilan saham