Tuesday, May 13, 2008

Analisa Teknikal

Blog ini merupakan Blog Milik Pribadi, bukan Blog Resmi. Bila dalam Blog ini terdapat analisa dan informasi apapun berkaitan dengan analisa merupakan hasil dari Research dan Development PT Monex Investindo Futures yang diambil dari sumber-sumber yang dianggap dapat dipercaya, tetapi kami tidak dapat mengatakan hal itu lengkap dan akurat. Kami tidak bertanggung jawab atas penawaran apapun untuk menjual atau permintaan apapun untuk membeli berdasarkan pada analisa dan informasi yang ada di Blog ini.


EUR/USD

Resistance Level : 1.5615, 1.5655, 1.5701

Support Level : 1.5492, 1.5438, 1.5367

Trading Range : 1.5305 – 1.5655

Trend : Bullish


USD/ JPY

Resistance Level : 104.04, 104.60, 105.20

Support Level : 102.95, 102.58, 102.00

Trading Range : 102.80 – 104.30

Trend : Bearish


GBP/USD

Resistance Level : 1.9632, 1.9670, 1.9736

Support Level : 1.9531, 1.9500, 1.9445

Trading Range : 1.9500 – 1.9750

Trend : Bullish


XAU / LOCO

Resistance levels: 886.64, 890.55, 897.90

Support levels : 878.06, 871.05, 865.57

Trading range : 871.05 890.55

Trend : Potential Up


HANGSENG

Resistance levels: 25150, 25350, 25570

Support levels : 25000, 24900, 24860

Trading range : 25000 - 25350

Trend : Bullish


DOW JONES

Resistance levels: 12920, 13000, 13132

Support levels : 12800, 12720, 12615

Trading range : 12800 - 13000

Trend : Potential Correction

News on May 13th, 2008

Blog ini merupakan Blog Milik Pribadi, bukan Blog Resmi. Bila dalam Blog ini terdapat analisa dan informasi apapun berkaitan dengan analisa merupakan hasil dari Research dan Development PT Monex Investindo Futures yang diambil dari sumber-sumber yang dianggap dapat dipercaya, tetapi kami tidak dapat mengatakan hal itu lengkap dan akurat. Kami tidak bertanggung jawab atas penawaran apapun untuk menjual atau permintaan apapun untuk membeli berdasarkan pada analisa dan informasi yang ada di Blog ini.


RINGKASAN

  • Presiden Fed of Chicago, Charles Evans, mengindikasikan bahwa Fed masih mungkin untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut.
  • Penjualan ritel AS untuk bulan April kemungkinan kembali terpukul akibat rendahnya penjualan otomotif dan tingginya harga bahan bakar.
  • MBIA Inc kembali merugi $2.4 M seiring kejatuhan hipotek yang semakin dalam.
  • Gempa dahsyat, berkekuatan 7.5–7.8 skala richter, menggoncang China dan diperkirakan 5,000 orang meninggal dunia
  • Harga minyak mendekati rekor diatas $126/barrel seiring terjadinya kekerasan di Timur Tengah; Emas jatuh seiring pulihnya dolar.

Gubernur Fed-Evans Mengindikasikan Bahwa
Fed Akan Memotong Suku Bunga Lagi
Presiden Fed of Chicago, Charles Evans, mengungkapkan bahwa suku bunga AS "akomodatif" dan pada level yang sesuai dengan lemahnya prospek pertumbuhan ekonomi, tapi kemudian mengindikasikan bahwa Fed masih mungkin untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut. Tapi, ketika ditanya kapan Fed akan mulai menaikkan suku bunga, dia berkata "Resiko penurunan pertumbuhan ekonomi masih berlanjut...kami masih berkutat dengan masalah ini." Komentarnya ini membalikkan penguatan dolar, yang kemudian mendorong harga minyak kembali ke level $126/barrel. Evans juga mengungkapkan bahwa pengeluaran konsumen, tulang punggung ekonomi AS, menglami tekanan yang berat. Langkah Fed untuk menurunkan suku bunga hingga ke level yang "menyeimbangkan resiko antara pertumbuhan ekonomi dan inflasi – yang saya pandang dapat menurunkan pertumbuhan dan meningkatkan inflasi," ungkapnya.

Data Inflasi dan Perumahan AS Menjadikan Minggu yang Padat Akan Data Ekonomi
Minggu ini padat dengan data ekonomi dan pidato Gubernur Fed Ben Bernanke serta gubernur dan presiden Fed lainnya. Di hari Selasa penjualan ritel untuk bulan April kemungkinan kembali terpukul akibat rendahnya penjualan otomotif tapi masih didukung oleh tingginya harga bahan bakar. Ekonom dari Lehman Brothers percaya beberapa perusahaan mengalami kenaikan cadangan bahan jadi yang tidak diinginkan di Q1 seiring pertumbuhan yang melambat di luar perkiraan. Sementara hari Rabu, Indeks harga konsumen AS, yang mengukur inflasi, diperkirakan akan naik 0.3% di bulan April. Ekonom mengatakan CPI akan berlanjut naik dengan harga pangan dan energi yang semakin tinggi. “Harga barang utama seharusnya masih stabil karena pelemahan sektor perumahan dan otomotif, sementara harga jasa utama seharusnya dapat naik secara moderate, terutama di sektor penyewaan dan kesehatan,” menurut ekonom dari Credit Suisse. Data penting di hari Kamis adalah data klaim pengangguran yang diperkirakan akan merefleksikan pasar tenaga kerja yang lemah, dengan produksi industri yang diekspektasikan jatuh di bulan April seiring gangguan tenaga kerja industri otomotif memotori kejatuhan output pabrik. Sementara hasil survey Philadelphia Fed atas kondisi manufaktur akan membaik seiring bunga pinjaman yang semakin rendah serta langkah legislatif untuk menghentikan penyitaan rumah.

MBIA Kembali Merugi $2.4 M Terkait Hipotek, Kerugian Semakin Dalam
MBIA Inc, penjamin obligasi yang telah kehilangan 87% nilai pasarnya setahun ini, kembali merugi $2.4 M seiring kejatuhan hipotek yang semakin dalam. Kerugian Q1 $13.03/saham, dibanding keuntungan $198.6 juta, atau $1.46/saham, di tahun sebelumnya, dikatakan oleh Armonk, wakil MBIA berbasis New York kemarin. Unrealized losses pada pasar derivative sendiri sebesar $3.58 bln. Kerugian ini merupakan yang ketiga kali berturut-turut dan semakin mengecil 3 bulan setelah penjamin obligasi tersebut berhasil mempertahankan peringkat kredit tertingginya.

Gempa Dahsyat Menggoncang China
Gempa dahsyat menggoncang barat daya China di hari Senin, diperkirakan 5,000 orang meninggal dunia. Gempa yang muncul pada pukul 2:28 p.m. waktu lokal di China berpusat sekitar 150 km dari barat daya Chengdu, ibukota Sichuan yang memiliki beberapa juta penduduk, salah satu propinsi China yang berpopulasi terbesar. Gempa ini sampai pada kota terdekat hingga Bangkok dan memicu evakuasi pada gedung perkantoran di Beijing dan di luar China sendiri. Sementara 10,000 orang luka-luka. Media Xinhua mengatakan hampir 900 pelajar terkubur ketika sekolah tinggi runtuh di kota Dujiangyan di Sichuan. Magnitude gempa ini bervariasi antara 7.5 – 7.8 skala richter. Presiden Hu Jintao pun mengupayakan bantuan penyelamatan.

Ringkasan Komoditi
Harga minyak semakin mendekati rekor diatas level $126/barrel di hari Senin sejalan terjadinya kekerasan di Timur Tengah mendominasi kekhawatiran gangguan supplai di kawasan produsen minyak terbesar di dunia tersebut. Minyak sendiri telah melonjak hampir 14% sejak jatuh hingga $110.53 per barrel tanggal 1 Mei, seiring investor mengantisipasi gangguan supply di kawasan North Sea dan Nigeria, maupun ketatnya permintaan untuk bahan bakar diesel dan pemanas. “Realitanya adalah, fundamental menunjukkan kenaikan supplai minyak semakin berkurang dan semakin menipis, namun permintaan masih tumbuh pesat.” Sementara emas jatuh di hari Senin, seiring pulihnya dollar. Emas sendiri memiliki korelasi kebalikan dengan dollar sebagai alternatif bagi investor. “Momentum emas sementara ini tidak terlalu terlihat kuat untuk mencoba level $900,” kata Naomi Suzuki, analis senior pada Sumitomo Corp. “Tidak seperti di triwulan pertama ketika pelemahan dollar sangat mendominasi pasar, kini tidak ada signal yang clear untuk diperdagangkan sementara ini,” tambahnya.

Anggaran Belanja AS Surplus $159.3 M di Bulan April
Anggaran belanja AS surplus sebesar $159.3 M di bulan April, dibantu tenggat waktu pengisian formulir pajak individu untuk tahun 2007, tapi lebih rendah dari surplus tahun sebelumnya, ungkap Dep. Keuangan pada hari Senin. Tapi pengeluaran pemerintah mencetak rekor sebesar $244.5 M, akibat meningkatnya pembayaran sebesar $600 dan $1,200 untuk tiap individu sebagai bagian dari program stimulus ekonomi yang sedang berjalan. Program ini akan menyalurkan $152 M ke tangan konsumen untuk mencegah jatuhnya konsumsi-pendorong utama ekonomi.

Persetujuan Pinjaman Rumah Australia Jatuh Hingga Level Terendah Dalam 3 Tahun
Persetujuan pimjaman rumah Australia jatuh di bulan Maret hingga level terendah dalam 3 tahun, menguatkan pandangan bank sentral bahwa biaya pinjaman tertinggi sejak 1996 sedang melambatkan ekonomi. Jumlah pinjaman yang disetujui bagi masyarakat yang hendak membeli atau membangun rumah (apartemen) jatuh 6.1% ke 59,371, terendah sejak Agustus 2005, ungkap Biro Statistik di Sydney kemarin. Sebagai tambahan bahwa ekonomi melambat yakni laporan kepercayaan bisnis yang juga turun hingga level terendah sejak September 2001.

PPI dan Neraca Dagang Inggris

Sektor manufaktur Inggris mengalami tekanan harga yang sangat tinggi, seperti ditunjukkan oleh input dan output PPI. Input PPI sebesar 2.4%, berada diatas ekspektasi 1.8%. Tapi, output PPI 1.4%, dibandingkan ekspektasi 0.6%. Tingkat inflasi yang dialami manufaktur mencapai 27% dari April tahun lalu. Sementara neraca dagang Inggris sedikit membaik dari Februari, ditunjukkan laporan kemarin, yakni sebesar -7.5 M pounds untuk bulan Maret, dibandingkan hasil bulan sebelumnya -7.6 bln pounds. Defisit ini merupakan yang terendah dari Inggris. Dengan tingkat inflasi yang cukup tinggi, kini timbul pertanyaan yang meragukan kemampuan BoE untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat, sehingga mejadikan mata uang pound lebih menarik untuk diperdagangkan.


Turunnya Minyak, Kenaikan Sektor Teknologi
Bursa AS menguat pada hari Senin seiring turunnya minyak di bawah $125/barel dan reli sektor keuangan, termasuk penjamin obligasi MBIA Inc. Investor juga memborong saham teknologi bermodal besar, mendorong Nasdaq naik lebih dari 1%, atas harapan ekonomi AS mungkin tidak terlalu buruk. Bursa juga menguat kembali setelah Citigroup menaikkan target harga Wal-Mart Stores Inc, retailer terbesar di dunia. "Jika dolar terus melanjutkan relinya dan harga minyak turun, beberapa orang, termasuk saya, mengharapkan, akan berdampak positif terhadap pasar, tapi tak seorangpun yang berani bertaruh terlalu banyak," kata Hugh Johnson, pimpinan investasi di Johnson Illington Advisors di Albany, New York.

Nikkei Merangkak Tinggi, Didukung oleh Melemahnya Yen dan Minyak
Indeks Nikkei naik 0.6% ditutup positif untuk pertama kalinya dalam 3 hari pada hari Senin, didukung oleh melemahnya yen terhadap dolar yang mendorong penguatan saham eksportir dan kenaikan Nippon Oil Corp dan perusahaan yang berkaitan dengan minyak seiring tingginya harga. Tapi penguatan ini diikuti oleh penurunan pembuat mobil seperti Honda Motor Corp dan keuangan seperti Mitsubishi UFJ Financial Group. "Pasar sedikit bergerak akibat mata uang, dan ada sedikit yang memburu saham di harga murah, tapi kebanyakan investor menjaga posisi sebelum diumumkannya data GDP Jepang pada hari Jumat dan pendapatan perbankan pada akhir minggu ini," kata Tomomi Yamashita