Waktunya Ujian Bagi A.S.; Ifo Jerman Akan Meramaikan
Data kepercayaan konsumen A.S, perumahan dan pertumbuhan akan menjadi pantauan minggu ini seraya investor melihat prospek baru pada ekonomi terbesar dunia, setelah mengurangi kepemilikan dollar mereka. Kontras dengan Eropa, indeks sentimen bisnis Ifo Jerman diperkirakan menunjukkan kondisi pesat dan prospek untuk wilayah euro meningkat, hal itu menggembirakan mata uang tunggal di jalurnya untuk ke rekor puncak terhadap sakitnya greenback. Sejumlah yield saat ini menjadi fokus, dengan munculnya keputusan bunga dari Jepang, Kanada, Selandia Baru, dan Norwegia. Perhatian juga tertuju ke UK dengan rilisan fitur pertumbuhan kuartal pertama.
Pasar belum menunjukan sinyal menetap didalam pola yang terprediksi setelah seminggu yang ditandai oleh pound yang akhirya menembus angka $2 serta ketakutan pasar saham global di hari Kamis seputar peluang China untuk menaikkan bunga pinjaman guna meredam pertumbuhan ekonomi yang merajalela. "Amerika Serikat telah memiliki angka untuk dirilis termasuk GDP (dirilis Jumat), atau setidaknya suatu daftar tertinggi untuk diperhatikan. Ini seperti laju tahunan dari pertumbuhan yang akan berjalan pada kisaran 2 persen di kuartal 1 – jika hal itu benar ini berarti ekonomi A.S telah tumbuh dibawah tren selama empat kuartal beruntun," tambahnya.
Pasar perumahan A.S, merupakan zona kekuatiran bagi ekonominya, juga akan menjadi perhatian seiring fitur penjualan perumahan A.S dirilis hari Selasa. Pertumbuhan Existing home sales diperkira kan melambat tipis dari laju unit tahunan 6.69 juta di Pebruari. Data kepercayaan konsumen, Beige Book dari Fed dan durable goods akan dipantau sebagai sinyal bahwa pemikiran terakhir mungkin saja pertumbuhan yang moderat dan imbasnya pada suku bunga.
Sepekan Saham Asia – Perhatian Pada Pendapatan, Kekuatiran Pasar
Beberapa laporan pendapatan perusahaan dari beberapa perusahaan Jepang seperti Canon Inc. akan menjadi fokus pasar di kawasan Asia minggu ini. Kekuaatiran sejumlah investor terlihat cenderung menunggu kondisi rebound di pasar saham global. Beberapa perusahaan juga akan mengumumkan pendapatanya termasuk Taiwan TSMC, perusahaan dengan nilai kontrak terbesar microchips, dan Singapore's Keppel Corp. saham Global terlihat berbalik setelah solidnya laporan data di 19 April dan ini memberikan siknal atas kemungkinan pemerintah China untuk membatasi pertumbuhan ekonominya. "adanya resiko atas perubahan kebijakan membuat para investor cenderung berhati-hati dalam bertindak, karena naiknya pasar modal regional yang cenderung bertentangan atas kebijakan.
Di Jepang: Para investor akan mencari tahu bagai mana kondisi laporan pendapatan perusahaan dalam minggu ini. di mana beberapa sektor industri cukup konsisten pendapatannya bila di kaitkan dengan nilai tukar, para investor berharap ada revisi pada pendapatan perusahaan dalam minggu ini, ujar Takahiko Murai, manajer umum pada Nozomi Securities. "bila yen berlanjut melemah terhadap euro dan dollar dalam minggu ini, mungkin akan ada revisi atas pendapatan perusahaan di kuartal pertama," ujar Murai. Nikkei kelihatanya akan bergerak dalam range antara 17,200 dan 17,800.
Di Korea: Saham Seoul kelihatanya akan menembus rekornya, namun kenaikan indeks terlihat melambat oleh tekanan naiknya tingkat suku bunga. Para investor melihat adanya kemungkinan melambatnya pendapatan perusahaan, termasuk pada perusahaan utama seperti SK Corp. dan SK Telecom Co. "kekuatiran atas kemungkinan naiknya suku bunga China menjadi hal yang diperhitung kan, walau hal tersebut tidak cukup menahan naiknya index dalam melanjutkan tren-nya," ujar Lee Woo-hyun, analyst pada Kyobo Securities.
Di Hong Kong: Setelah ketidak pastian yang terjadi minggu lalu, sebagai akibat upaya pemerintah China dalam memperlambat pertumbuhan ekonomi, para investor masih terlihat khawatir terhadap kebijakan moneter kedepan. "ada kemungkinan atas turunnya indeks," ujar Ernie Hon, analis pada ICEA Securities, namun banyak kalangan mengatakan bahwa indeks masih berpotensi turun pada angka supportnya di level 20,000. Saham China CITIC Bank Corp. akan terfokus pada aktivitas IPO setelah kenaikan volume US$5.4 billion, ini memberi pandangan atas tingginya minat permintaan.
Analisis – Prospek Dollar Akan Memburuk Sebelum Akhirnya Membaik
Tidaklah mudah menjadi greenback untuk saat ini, dan kemungkinan tidak akan segera membaik. Dollar telah dipatahkan minggu lalu, jatuh ke level rendah selama 26-tahun terhadap sterling dan terendah dua tahun terhadap euro, menunjukkan besarnya ekspektasi bahwa suku bunga Inggris dan zona eropa akan menguat sedangkan bunga A.S akan jatuh. Para manajer institusi keuangan, yang menggiring dollar turun dan sering memfokuskan pada perkembangan jangka panjang, mengatakan perubahan tektonik tengah berperan di ekonomi global yang akan terus memukul dollar bahkan lebih rendah. Seraya mesin pertumbuhan ekonomi A.S menurun, aktivitas di Eropa dan Jepang meningkat serta ikut menarik arus modal.
"Kami memiliki prospek negatif untuk dollar dari awal tahun dan sebagian besar karena penyeim- bangan pertumbuhan global terhadap belahan dunia lain, yang akan membawa pada penurunan siklis dalam dollar," kata Paresh Upadhyaya, analis valuta pada Putnam Investments di Boston. Ia menambahkan bahwa penempatan pada euro, sterling dan dollar Australia – mata uang dimana suku bunga-nya kemungkinan menguat – akan berjalan baik di bulan-bulan mendatang. Defisit current account A.S – satu dari penyeret terbesar pada dollar – benar-benar telah mengecil tahun lalu, satu faktor kunci yang membantu mengkoreksi ketidak seimbangan ekonomi global.
Fundamental Masih Mendukung Aussie Lebih Kuat, Kemungkinan Sentuh 84 Sen
Dollar Australia menguat karena rebound pada saham Asia membuat investor yakin untuk kembali ke mata uang dengan yield yang lebih tinggi. Dollar Australia hampir pulih dari kerugiannya karena trader melihat keuntungan dari posisi bunga 6.25 persen, lebih tinggi 1 persen dari bunga pinjaman AS dan 5.75 poin dari bunga Jepang.
Dow Jones Industrial Average dari saham AS ditutup lebih tinggi, setelah turun sebesar 0.5 persen. ``Ada sedikit minat pada resiko dengan kenaikan marginal yang kurang berarti pada Dow dan pelaku pasar melihat sedikit nilainya di pasar sehingga kembali membeli dollar Australia,'' kata Joshua Williamson, strategist di TD Securities Ltd. di Sydney. Aussie menguat setelah di perdagangkan di 83.35 sen sesi New York 13 April dan akan menyentuh 84 sen bulan depan, kata Williamson.
``Carry trades masih sangat menarik bagi investor Jepang,'' kata Besa Deda, seorang strategist valas Commonwealth Bank of Australia di Sydney. Mata uang ``pulih dari kerugian dari hari sebelumnya dan fundamental masih pendukung utama penguatan dollar Australia'' Kemungkinan kenaikan seperempat poin bunga Bank Sentral Australia adalah 57 persen, menurut indeks Credit Suisse berbasis swap suku bunga. Kemungkian nol untuk kenaikan Jepang dan 3 persen untuk pemotongan suku bunga The Fed.
Tuesday, April 24, 2007
Subscribe to:
Comments (Atom)