Friday, May 30, 2008

Analisa Teknikal

Blog ini merupakan Blog Milik Pribadi, bukan Blog Resmi. Bila dalam Blog ini terdapat analisa dan informasi apapun berkaitan dengan analisa merupakan hasil dari Research dan Development PT Monex Investindo Futures yang diambil dari sumber-sumber yang dianggap dapat dipercaya, tetapi kami tidak dapat mengatakan hal itu lengkap dan akurat. Kami tidak bertanggung jawab atas penawaran apapun untuk menjual atau permintaan apapun untuk membeli berdasarkan pada analisa dan informasi yang ada di Blog ini.


EUR/USD

Resistance Level : 1.5566, 1.5614, 1.5663

Support Level : 1.5486, 1.5418, 1.5340

Trading Range : 1.5450 – 1.5720

Trend : Bullish


USD/ JPY

Resistance Level : 105.87, 106.25, 106.71

Support Level : 104.94, 104.60, 104.17

Trading Range : 105.00 – 106.20

Trend : Bullish


GBP/USD

Resistance Level : 1.9818, 1.9873, 1.9958

Support Level : 1.9736, 1.9674, 1.9622

Trading Range : 1.9650 – 1.9880

Trend : Bullish


XAU / LOCO

Resistance levels: 881.60, 885.30, 889.80

Support levels : 869.52, 859.30, 849.50

Trading range : 859.30881.60

Trend : Bearish


HANGSENG

Resistance levels: 24575, 24700, 24960

Support levels : 24324, 24162, 24020

Trading range : 24162- 24700

Trend : Bullish


DOW JONES

Resistance levels: 12754, 12900, 13000

Support levels : 12575, 12457, 12380

Trading range : 12457 – 12900

Trend : Potential Up

News on May 30th, 2008

Blog ini merupakan Blog Milik Pribadi, bukan Blog Resmi. Bila dalam Blog ini terdapat analisa dan informasi apapun berkaitan dengan analisa merupakan hasil dari Research dan Development PT Monex Investindo Futures yang diambil dari sumber-sumber yang dianggap dapat dipercaya, tetapi kami tidak dapat mengatakan hal itu lengkap dan akurat. Kami tidak bertanggung jawab atas penawaran apapun untuk menjual atau permintaan apapun untuk membeli berdasarkan pada analisa dan informasi yang ada di Blog ini.


RINGKASAN

  • Naiknya harga pangan, energi, dan turunnya pembangunan rumah mengindikasikan perlambatan ekonomi AS hingga akhir tahun meskipun sepertinya GDP Q2 tidak akan melemah.
  • Naiknya klaim pengangguran awal AS menunjukkan lemahnya ekonomi AS yang telah memperburuk pasar tenaga kerja.
  • Melambatnya pertumbuhan global, kuatnya Euro, dan naiknya harga minyak membatasi permintaan akan produk perusahaan Eropa.
  • Jatuhnya kepercayaan industri Korea Selatan disebabkan oleh melemahnya permintaan domestik dan naiknya biaya energi.
  • Emas kembali jatuh hingga dibawah $900 per ons akibat penguatan Dolar AS dan turunnya harga minyak.

Ekonomi AS Tumbuh Lebih Tinggi Dari Estimasi Sebelumnya
GDP AS di kwartal pertama 2008 GDP sebesar 0.9% per tahun, sama dengan prediksi ekonom. Estimasi indeks harga Q1 2008 yakni 2.6%, sesuai prediksi. Konsumsi pribadi tumbuh 1.0% pertahun di Q1 2008, sama dengan estimasi. Tingkat inflasi (PCE) inti tahunan 2.1%, kurang dari estimasi 2.2%. Proporsi perdagangan bagi pertumbuhan ekonomi melonjak 0.8%. Revisi ini menunjukkan naiknya pendapatan dari estimasi sebelumnya, mengurangi kekhawatiran jatuhnya pengeluaran. Pendapatan pribadi naik 5.1% per tahun dari Oktober hingga Desember. Laporan bulanan ini menunjukkan berlanjutanya penurunan pembangunan rumah, dimana pembangunan tempat tinggal akan terus menjadi penghambat pertumbuhan sejak Q1 2006. Naiknya harga pangan, energi, dan turunnya pembangunan tempat tinggal mengindikasikan perlambatan ekonomi hingga akhir tahun ini meskipun sepertinya GDP Q2 tidak akan kontraksi.

Klaim Pengangguran Awal AS Naik ke 372,000
Ada 372 ribu klaim manfaat pengangguran yang baru di minggu yang berakhir 24 Mei, lebih tinggi dari estimasi 370 ribu. Untuk minggu yang berakhir 17 Mei, ada 3.104M juta klaim, lebih tinggi dari estimasi 3.080 juta. Data ini menunjukkan lemahnya ekonomi memperburuk pasar tenaga kerja. Jumlah masyarakat yang mendapatkan asuransi ini tertinggi sejak Februari 2004. Perusahaan AS merespon situasi penurunan ekonomi saat ini dengan memperketat penerimaan daripada memecat tenaga kerja seperti yang terjadi di resesi yang lalu. Tingkat penganguran di antara masyarakat yang mendapatkan asuransi ini berada di 2.3%. Hal ini mencerminkan lemahnya perekonomian AS. Apakah periode ini diklasifikasikan sebagai "resesi" atau tidak oleh NBER masih menjadi pertanyaan, tapi jika benar maka hanya terjadi resesi ringan daripada yang dihaarapkan sebelumnyha. Sektor ekspor telah menopang ekonomi, yang dipicu oleh kuatnya perminataan global dan melemahnya dolar.

Indikator Sentimen Zona Eropa
Tingkat keyakinan diantara eksekutif dan konsumen Eropa masih bertahan di level terendah dalam waktu hampir 3 tahun terakhir di bulan Mei seiring naiknya harga pangan dan energi mendorong kenaikan biaya dan penguatan Euro terhadap dollar memperlambat ekspor. Indeks yang mengukur sentimen di zona Eropa masih bertahan di level 97.1 di bulan Mei, terendah sejak Agustus 2005. Pada ekonom tadinya memperkirakan indeks akan jatuh hingga 96.8. Tingkat keyakinan diantara pembuat manufaktur di seluruh kawasan Eropa bertahan pada -2 di bulan Mei, sementara sentimen konsumen jatuh hingga -15 dari -12. Tingkat keyakinan konstruksi jasa dan industri ritel mengalami perbaikan. Pelambatan pertumbuhan global berpasangan dengan kuatnya nilai tukar Euro membatasi permintaan pada perusahaan sejalan dengan perjuangan menghadapi kenaikan harga minyak. Inflasi di zona Eropa masih menjadi kekhawatiran utama dan kini mencegah ECB untuk menurunkan suku bunga agar mendukung ekonomi. Sisi baiknya, indikasi pelambatan ekonomi mungkin masih terbatas. Penjualan ritel Eropa di bulan Mei serta tingkat keyakinan bisnis Jerman naik melampaui perkiraan.

Kepercayaan Industri Korea Selatan Jatuh dari Level Tinggi Enam Bulan
Kepercayaan industri Korea Selatan jatuh dari level tinggi 6 bulan akibat melemahnya permintaan domestik dan naiknya biaya energi. Indeks yang mengukur ekspektasi di Juni jatuh ke 88 dari 92 di bulan sebelumnya, berdasarkan survei terhadap 1,563 pabrik yang dirilis Bank of Korea hari ini. Angka di bawah 100 menunjukkan pesimisme. Tingginya harga minyak dan komoditas mendorong kenaikan biaya dan menggerogoti daya beli konsumen dan bisnis di ekonomi terbesar keempat di Asia ini, yang tumbuh lebih lambat dalam 3 tahun di Q1. Pemerintah berencana untuk menurunkan pajak dan meningkatkan pengeluaran sebanyak 4.9 miliar won untuk menggairahkan permintaan domestik.

Emas Jatuh Akibat Penguatan Dolar dan Penurunan Minyak
Emas kembali jatuh hingga dibawah $900 per ons di hari Kamis, tertekan oleh penguatan US Dollar yang mendorong harga minyak turun, sehingga mengurangi daya tarik logam baik sebagai alat anti-inflasi dan alternatif mata uang. “Penguatan dollar dan pelemahan minyak merupakan dua aspek negatif bagi emas. Maka kinerja emas akan dibawah minyak,” kata Mark Pervan, analis senior komoditas di ANZ. Kenaikan Dolar di hari Kamis, kembali mencoba area tertinggi 2-minggu setelah Presiden Fed dari Dallas Richard Fisher mengatakan keputusan bank sentral yang akan menaikkan bunga seharusnya akan terlihat dari kenaikan harga konsumen lebih lanjut. Penguatan dolar menambah sentimen negatif pada harga minyak, yang gagal menyentuh rekor tertinggi untuk satu minggu seiring beberapa negara berkembang di Asia telah memotong subsidi, yang berkemungkinan memicu turunnya permintaan energi Asia.

Tingkat Pengangguran Jerman Naik
Tingkat Pengangguran ILO Jerman di level 7.4%, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi analis 7.3% dan sesuai dengan revisi sebelumnya. Penduduk yang bekerja dan menetap di Jerman 40.08 juta, naik 650,000 orang (+1.6%) dibandingkan April tahun lalu. Sementara dibandingkan dengan Maret 2008, naik 153,000 (+0.4%) di bulan April 2008. Suatu rilis yang positif dari Jerman, menunjukkan pasar tenaga kerja masih dalam bentuk yang baik, dan terjaga pada ekspansi yang konstan.

Nilai Rumah Inggris Anjlok, Menurut Nationwide
Penurunan tercepat harga rumah Inggris di bulan Mei seiring berita ekonomi yang masih lemah mengumpulkan momentum sentimen negatif terhadap pasar perumahan. Harga rumah jatuh 2.5%, rekor penurunan terbesar dalam catatan Nationwide. Harga rumah standar di Inggris kini sebesar £173,583; £8,000 lebih sedikit dari tahun lalu. Harga rumah yang jatuh di Inggris bukan merupakan hal baru, namun lain halnya dengan pengaruhnya. Harga yang jatuh 2.5% dalam satu bulan hingga mencetak rekor, kendati, dari tahun lalu harga-harga jatuh hanya 4.4%. Problem ini akan meningkat jika harga masih berlanjut turun pada laju sekarang, lebih dari 2% tiap bulannya.

Penjualan Ritel Jepang Naik Lebih Lambat Sejak Juli
Penjualan ritel Jepang naik lebih rendah dalam 9 bulan setelah harga pangan dan energi menyebabkan konsumen mengeluarkan lebih sedikit uang untuk barang lainnya seperti pakaian. Penjualan merangkak 0.1% di bulan April dari tahun sebelumnya, lebih rendah dibanding kenaikan 0.5% yang diperkirakan oleh ekonom. Tingkat keyakinan konsumen di level 6 tahun terendah sejalan pertumbuhan upah gagal mengimbangi inflasi yang menanjak terbesar dalam satu dekade. Suatu pertanda bahwa pengeluaran rumah tangga kini kehilangan momentum sehingga membuang harapan atas permintaan domestik yang dapat melindungi ekonomi dari pelambatan.

Nikkei Naik 3% Akibat Melemahnya Yen dan Data Ekonomi AS
Nikkei naik 3% pada hari Kamis, penguatan harian terbesar dalam 8 minggu, didominasi eksportir seperti Canon Inc akibat melemahnya yen dan bagusnya data pesanan barang tahan lam AS. Salah satu saham yang menguat, Aderans Holdings Co Ltd melonjak setelah presiden dan dewan direksi pembuat wig ini gagal memenangkan kembali posisinya dalam pertemuan pemegang saham. Ini adalah pertama kalinya manajemen perusahaan Jepang bisa dirombak oleh aktivis saham.

Bursa Seoul Ditutup Menguat; Samsung, LG Electronik Melonjak
Bursal Seoul ditutup menguat 2% pada hari Kamis didorong perusahaan teknologi seperti Samsung Electronics, yang didukung oleh prospek pendapatan yang cerah dan data AS yang menunjukkan kuatnya pengeluaran perusahaan. "LG perlahan menguat setelah sempat turun tajam akibat isu potongan harga handset Nokia. Kejatuhan sebelumnya terlalu berlebihan karena prospek perusahaan masih bagus," kata Lee Sung-june, analis di SK Securities. "Bagusnya investasi bisnis AS mengurangi kekhawatiran akan pengeluaran dan mengangkat saham teknologi," ungkap Hwang Chang-joong, strategis pasar di Woori Investment & Securities.

Indeks Hong Kong Tangguh, PCCW Bersinar
Indeks Hong Kong naik 0.6% pada hari Kamis, mengikuti penguatan pasar regional, menyusul data pengeluaran bisnis AS yang bagus; akan tetapi produsen minyak CNOOC jatuh seiring turunnya harga minyak. PCCW Ltd naik 9.4% setelah operator fixed-line kota ini berencana untuk menyatukan bisnis telekomunikasi, media dan teknologi informasi ke dalam satu holding company dan menjual 45% saham perusahaan baru ini kepada investor. Pasar sepertinya kehilangan arah tapi sentimen telah membaik seiring menguatnya dolar AS dan turunnya harga minyak, kata Yiu.

Thursday, May 29, 2008

Analisa Teknikal

Blog ini merupakan Blog Milik Pribadi, bukan Blog Resmi. Bila dalam Blog ini terdapat analisa dan informasi apapun berkaitan dengan analisa merupakan hasil dari Research dan Development PT Monex Investindo Futures yang diambil dari sumber-sumber yang dianggap dapat dipercaya, tetapi kami tidak dapat mengatakan hal itu lengkap dan akurat. Kami tidak bertanggung jawab atas penawaran apapun untuk menjual atau permintaan apapun untuk membeli berdasarkan pada analisa dan informasi yang ada di Blog ini.


EUR/USD

Resistance Level : 1.5700, 1.5760, 1.5820

Support Level : 1.5609, 1.5566, 1.5484

Trading Range : 1.5510 – 1.5820

Trend : Bullish


USD/ JPY

Resistance Level : 104.94, 105.32, 105.90

Support Level : 103.90, 103.67, 102.90

Trading Range : 104.00 – 106.00

Trend : Bullish


GBP/USD

Resistance Level : 1.9826, 1.9852, 1.9911

Support Level : 1.9726, 1.9706, 1.9636

Trading Range : 1.9730 – 1.9900

Trend : Bullish


XAU / LOCO

Resistance levels: 906.82, 909.40, 915.61

Support levels : 893.44, 888.63, 881.60

Trading range : 888.63909.40

Trend : Bearish


HANGSENG

Resistance levels: 24460, 24677, 24800

Support levels : 24200, 24000, 23850

Trading range : 24200- 24677

Trend : Bullish


DOW JONES

Resistance levels: 12670, 12760, 12940

Support levels : 12462, 12380, 12230

Trading range : 12462 – 12760

Trend : Bullish

May 29th, 2008

Blog ini merupakan Blog Milik Pribadi, bukan Blog Resmi. Bila dalam Blog ini terdapat analisa dan informasi apapun berkaitan dengan analisa merupakan hasil dari Research dan Development PT Monex Investindo Futures yang diambil dari sumber-sumber yang dianggap dapat dipercaya, tetapi kami tidak dapat mengatakan hal itu lengkap dan akurat. Kami tidak bertanggung jawab atas penawaran apapun untuk menjual atau permintaan apapun untuk membeli berdasarkan pada analisa dan informasi yang ada di Blog ini.


RINGKASAN

  • Kenaikan pesanan barang tahan lama (durable goods) inti AS mengindikasikan pertumbuhan global yang pesat, dan pelemahan dollar yang memicu permintaan produk manufaktur.
  • Fed’ Stern menginginkan naiknya suku bunga AS untuk mengendalikan inflasi.
  • Defisit neraca barang zona Eropa berdampak negatif pada euro, karena zona Eropa sangat tergantung pada ekspornya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi.
  • Penguatan euro tidak dapat mengimbangi kenaikan harga minyak dan pangan dan mendorong kenaikan inflasi Jerman dan 15 ekonomi negara euro lainnya.
  • Arab Saudi telah meningkatkan supplai minyaknya untuk memenuhi kebutuhan dunia dan dapat meningkatkan output di kemudian hari jika memang dibutuhkan.

Pesanan Barang Tahan Lama AS Turun
Kurang Dari Perkiraan di Bulan April
Pesanan barang tahan lama (durable goods) AS di bulan April jatuh 0.5%, lebih kecil dari perkiraan -1.5%. barang tahan lama di luar transportasi (inti) naik 2.5%, lebih tinggi dari perkiraan -0.5%. Kenaikan ini terbesar dalam 9 bulan dan mengindikasikan pertumbuhan global yang pesat, dan pelemahan dollar yang memicu permintaan produk manufaktur. Rebound permintaan peralatan elektris dan keperluan lainnya, sejalan dengan kenaikan mesin dan logam, menyamai kenaikan non-transportasi. Pemesanan peralatan elektris loncat hingga rekor 28% setelah jatuh 19% di Maret. Pemesanan untuk produk non-defense di luar kapal terbang, ukuran investasi bisnis kedepan, merangkak 4.2%, terbesar tahun ini. Pengiriman untuk barang tersebut, angka yang sering digunakan untuk mengkalkulasi GDP, naik 0.5%. Ekspor perusahaan tetap tumbuh meskipun melambat akhir-akhir ini. Penurunan neraca perdagangan bertambah 0.2% di pertumbuhan ekonomi triwulan pertama, berdasarkan data departemen Perdagangan. Estimasi untuk GDP Q2 akan direvisi naik akibat data pengiriman. Laporan ini, digabungkan dengan laporan ISM sebelumnya, mengindikasikan ekonomi AS tidak akan berkontraksi di Q2 2008, meskipun masih dibawah trend. Laporan kemarin tentunya mendukung pandangan Fed terhadap ekonomi. Pertumbuhan ekonomi negara berkembang yang kuat dapat mengatasi dampak dari resesi perumahan AS dan kekacauan sektor kredit.

Fed' Stern: Kenaikan Suku Bunga Merupakan Kunci Untuk Mengendalikan Inflasi
Salah satu pejabat tinggi Fed pada hari Rabu menginginkan kenaikan suku bunga AS dan untuk mengendalikan inflasi bank sentral harus mengurangi kebijakan moneter yang longgar secara bertahap. "Ekspektasi inflasi masih terkendali saat ini, yang cukup melegakan," kata Presiden Fed of Minneapolis Gary Stern kepada Eau Claire, dalam pidatonya di Departemen Perdagangan Wisconsin. "Tapi, kunci untuk menjaga inflasi dan ekspektasi inflasi yang rendah butuh waktu dan membutuhkan keberanian untuk membalikkan keadaan yang ada saat ini," ungkapnya. Stern mengutarakan bahwa inventori rumah yang tidak terjual masih banyak dan pertumbuhan ekonomi akan moderat, yang akan menaikkan tingkat pengangguran. "Saat ini, saya rasa kita akan menyaksikan bagaimana menyeimbangkan kedua mandat yang diberikan dan merubah lapangan pertandingan," ungkapnya, seraya merujuk tugas Fed untuk menjaga stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Neraca Barang Zona Eropa
Neraca barang zona Eropa menunjukkan angka deficit di bulan Maret 2008, yakni -7.8 M euro setelah surplus 8.1M euro di Februari, menurut ECB di hari Rabu. Defisit neraca dagang musiman mencapai 15.3 M euro di Maret. Sementara surplus neraca dagang untuk Februari direvisi naik 7.5 M euro dari 4.3 M euro. Karena zona Eropa merupakan ekonomi berorientasi ekspor dan sangat tergantung pada ekspornya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi, maka defisit ini akan berdampak negatif pada mata uangnya.

Inflasi Mei Jerman Naik Melewati Prediksi
Indeks harga konsumen (CPI) Jerman naik 3.0% bulan lalu setelah menguat 2.6% di Maret. Kenaikan tajam harga minyak hingga $135.09/barel pada 22 Mei mendorong inflasi Jerman dan 15 ekonomi negara euro lainnya, yang mengurangi daya beli konsumen. Inflasi Jerman telah melewati batas ECB di bawah 2% dalam setahun ini karena penguatan euro tidak dapat mengimbangi kenaikan harga minyak dan pangan. Anggota dewan ECB Jerman, Axel Weber, mengungkapkan bahwa bank dapat menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi. ECB harus terkesan hawkish untuk mengatasi naiknya harga minyak dan menjaga kredibilitas anti-inflasinya.

Saudi Arabia Memproduksi Minyak Lebih Banyak Untuk Memenuhi Permintaan
Eksportir minyak utama, Saudi Arabia, telah mendongkrak supplai untuk memenuhi kebutuhan dunia akan bahan bakar dan dapat meningkatkan output di kemudian hari jika memang dibutuhkan, menurut salah satu pejabat senior OPEC di hari Rabu. 13 member OPEC, terutama produsen utama negara teluk, memperkirakan outputnya berdasarkan permintaan minyak global daripada target produksi, menurut sumber yang dekat dekat Saudi. “Mayoritas produsen OPEC tentunya tidak menyukai harga minyak setinggi ini karena tidak memberikan keuntungan bagi ekonomi global, dan terutama sangat memukul negara berkembang.” Pemimpin produsen OPEC Saudi Arabia telah menyesuaikan supplai untuk memenuhi permintaan sejak Agustus tahun lalu ketika harga di kisaran $60 dan akan menambah sekitar 0.5 juta barrel per hari (bpd).

Harga Impor Jerman Naik Seiring Meroketnya Biaya Energi
Harga impor Jerman, indikator dini inflasi, naik lebih dari perkiraan di bulan April seiring biaya energi meroket kembali. Harga naik 0.9% dari Maret, yang menguat 0.4%. Dari tahun sebelumnya, harga naik 5.7%. Minimnya cadangan energi di kawasan Eropa, terutama minyak, menjadi ancaman terbesar ekonomi. Minyak berperan besar inflasi yang tinggi, yang menyebabkan kenaikan harga keseluruhan. Pengeluaran konsumen Jerman akan semakin berkurang. Hal ini terlihat pada angka penjualan ritel dan kepercayaan konsumen, yang cenderung menurun.

Produksi Jepang Kemungkinan Jatuh, Inflasi Bertahan Di Level Tinggi
Produksi pabrik Jepang mungkin jatuh di April untuk bulan ke dua-nya terkait perlambatan A.S mengguncang permintaan dunia dan tingginya harga energi memangkas laba korporasi. Inflasi bertahan dikisaran tertinggi dalam satu dekade, menurut ekonom. Output merosot 0.5 % dari bulan Maret, ketika anjlok 3.4 %, penurunan terbesar dalam lima tahun. Kementerian Perdagangan akan merilis laporan pada 30 Mei di Tokyo. Rekor harga minyak dan komoditi tengah mencengkeram pebisnis dan konsumen di Asia, dimana permintaan telah membantu eksportir Jepang melawan kemerosotan A.S.

RBA Akan Menaikkan Suku Bunga Australia Setengah-Poin Ke 7.75%
Bank sentral Australia akan menaikkan bunga pinjaman tahun ini ke level tertinggi sejak 1992 untuk meredam kencangnya inflasi inti dalam 17 tahun, menurut Australia & New Zealand Banking Group Ltd., bank terbesar ke-tiga di Australia. Gubernur Reserve Bank of Australia, Glenn Stevens bersama dewan-nya akan menaikkan suku bunga acuan 50 basis poin menjadi 7.75 % di semester dua 2008, ujar Sally Auld, analis suku bunga senior pada ANZ di Sydney. ``Meski ekonomi menandakan perlambatan, tekanan inflasi umumnya naik di 2008, yang beresiko pada prakiraan harga konsumen bank sentral yang akan jatuh dibawah 3 persen di 2010, menurut Auld.

Nikkei Jatuh 1.3 persen, Saham Tambang Turun Akibat Minyak
Indeks Nikkei Jepang jatuh 1.3 % di hari Rabu, seiring saham tambang seperti Mitsubishi Corp turun setelah merosotnya harga minyak. Dalam aksi jual besar-besaran, Toshiba Corp diantara yang bertahan, bertambah gain setelah disebutkan Westinghouse dan mitranya Shaw Group telah menandatangani kesepakatan untuk membangun dua unit nuklir baru di Carolina Selatan. Investor ritel mulai berdatangan, namun pasar masih terhambat masalah energi.

Bursa Seoul Ditutup Lebih Rendah; Teknologi Turun, Penerbangan Naik
Bursa Seoul ditutup turun 1% pada hari Rabu, kembali ke daerah negatif setelah sempat menguat, dimana sektor teknologi jatuh akibat tekanan inflasi yang mengimbangi penguatan sektor penerbangan. Saham LG jatuh dipicu spekulasi bahwa perusahaan berminat membeli unit perlengkapan GE, turun 3.6% ke 134,000 won.

Saham Blue-Chips Hong Kong Tenggelam Bersama CNOOC; Investor Menunggu Data AS
Indeks Hong Kong tergelincir pada hari Rabu, mengikuti pelemahan pasar regional, dimana investor berhati-hati dengan ketidakpastian di Cina dan data durable goods AS. Berbaliknya harga minyak mendongkrak sektor penerbangan dan pengilangan minyak, tapi membebani produsen minyak seperti Cina. Investor juga tidak yakin dengan dampak gempa susulan di Cina terhadap inflasi.




Wednesday, May 28, 2008

Analisa Teknikal

Blog ini merupakan Blog Milik Pribadi, bukan Blog Resmi. Bila dalam Blog ini terdapat analisa dan informasi apapun berkaitan dengan analisa merupakan hasil dari Research dan Development PT Monex Investindo Futures yang diambil dari sumber-sumber yang dianggap dapat dipercaya, tetapi kami tidak dapat mengatakan hal itu lengkap dan akurat. Kami tidak bertanggung jawab atas penawaran apapun untuk menjual atau permintaan apapun untuk membeli berdasarkan pada analisa dan informasi yang ada di Blog ini.



EUR/USD

Resistance Level : 1.5720, 1.5740, 1.5820

Support Level : 1.5600, 1.5566, 1.5500

Trading Range : 1.5680 – 1.5860

Trend : Bullish


USD/ JPY

Resistance Level : 104.50, 105.00, 105.44

Support Level : 103.15, 102.50, 101.60

Trading Range : 102.80 – 104.90

Trend : Bearish


GBP/USD

Resistance Level : 1.9784, 1.9850, 1.9911

Support Level : 1.9730, 1.9667, 1.9600

Trading Range : 1.9630 – 1.9820

Trend : Potential Correction


XAU / LOCO

Resistance levels: 913.23, 919.03, 926.90

Support levels : 899.35, 890.00, 885.00

Trading range : 890.00919.03

Trend : Potential Up


HANGSENG

Resistance levels: 24440, 24686, 24800

Support levels : 24240, 24140, 24000

Trading range : 24240- 24686

Trend : Bullish


DOW JONES

Resistance levels: 12670, 12773, 12900

Support levels : 12453, 12380, 12230

Trading range : 12380 – 12670

Trend : Potential Correction

News on May 28th, 2008

Blog ini merupakan Blog Milik Pribadi, bukan Blog Resmi. Bila dalam Blog ini terdapat analisa dan informasi apapun berkaitan dengan analisa merupakan hasil dari Research dan Development PT Monex Investindo Futures yang diambil dari sumber-sumber yang dianggap dapat dipercaya, tetapi kami tidak dapat mengatakan hal itu lengkap dan akurat. Kami tidak bertanggung jawab atas penawaran apapun untuk menjual atau permintaan apapun untuk membeli berdasarkan pada analisa dan informasi yang ada di Blog ini.


RINGKASAN

  • Data penjualan rumah AS menunjukkan masih melemahnya sektor perumahan dan ekonomi AS secara keseluruhan.
  • Jatuhnya tingkat keyakinan konsumen AS disebabkan oleh melemahnya pasar tenaga kerja, meningkatnya biaya pangan dan energi, serta pengaruh media massa.
  • Konsumen Inggris akan terus tertekan akibat ketatnya kredit.
  • Tingginya konsumsi di Switzerland akan berdampak positif terhadap mata uang dan inflasi.
  • Prospek ekonomi Jepang dan harga ``sangat tidak pasti'' karena naiknya harga minyak dan bahan mentah.
  • Harga minyak jatuh di bawah $130/barel dipicu penguatan dolar terhadap yen dan euro.
Penjualan Rumah AS Meningkat Untuk Pertama Kali Sejak Oktober
Sektor perumahan AS masih lemah seiring penjualan kontruksi rumah keluarga tunggal naik lebih sedikit dibanding ekspektasi analis, sementara laporan terpisah menunjukkan harga rata-rata rumah turun 14.1% di Q1. Penjualan rumah tunggal naik 3.3% di April, 526,000 pertahun, namun turun 42% dari tahun lalu, penurunan tahunan terbesar dalam 27 tahun, ditunjukkan data pemerintah hari Selasa. Estimasi Departement Perdagangan menunjukkan kenaikan pertama kalinya pada penjualan rumah baru sejak Oktober, namun kenaikan ini dirilis setelah revisi penurunan terbesar di bulan sebelumnya. Penurunan bulan ini masih melanjutkan pelemahan di sektor perumahan dan untuk ekonomi keseluruhan. Penurunan harga rumah juga menunjukkan pemilik rumah kesulitan pada kredit hipoteknya, berarti lebih banyak pemilih rumah berutang lebih banyak pada kredit hipotek dibanding nilai rumahnya sendiri.

Tingkat Keyakinan Konsumen AS Jatuh Hingga Level Terendah 16 Tahun
Tingkat keyakinan konsumen AS jatuh hingga level terendah dalam 16 tahun di bulan Mei seiring kenaikan biaya bahan bakar dan jatuhnya harga rumah menyulitkan kondisi penduduk Amerika, ditunjukkan hasil penjajakan. Conference Board, grup industri mengatakan ukuran kepercayaan konsumen bulanan jatuh menjadi 57.2 dari 62.3 di April, jauh dibawah nilai median estimasi pasar Wall St 60.0. Penurunan ini tidak mengejutkan karena melemahnya pasar tenaga kerja dan peningkatan biaya pangan dan energi. Tingkat keyakinan juga terpengaruh media massa, yang selalu membicarakan penurunan perumahan maupun ekonomi beberapa bulan terakhir ini.

Persetujuan Hipotek Inggris Jatuh 39% Akibat Ketatnya Kredit
Persetujuan Hipotek Inggris jatuh di bulan April seiring turunnya nilai rumah dan ketatnya syarat pinjaman mengurangi keinginan menghutang untuk membeli properti, menurut Asosiasi Bankir Inggris (BBA). Bank memberikan 38,704 hutang untuk pembelian rumah, turun 39% dari tahun sebelumnya. Angka ini naik 9% dari Maret. Harga rumah turun dipicu ambruknya kredit global yang memaksa perbankan untuk mengurangi pinjaman. Rilis ini sesuai dengan jatuhnya Pembelian Rumah, yang turun hampir 50% dari level tertinggi di Januari 2007, tapi di saat bersamaan; masyarakat mencari sumber pinjaman alternatif di pasar hipotek. Hal ini menunjukkan konsumen Inggris akan terus tertekan akibat ketatnya kredit.

Indikator Konsumsi UBS Menandakan Tertumbuhan Pengeluaran Konsumen di Swiss
Indikator konsumsi UBS sedikit turun di bulan April, 2.18 yang juga nilai tertinggi tahun lalu, dan masih diatas rerata jangka panjang. Hal ini menandakan berlanjutnya pertumbuhan pengeluaran konsumen di Switzerland. Indikator konsumsi UBS bulanan 2.18 di bulan April, setelah direvisi 2.25 di Maret dan 2.32 di Februari. Masih di level tinggi, di atas rerata jangka panjang 1.50, yang telah berlangsung 2 tahun sekarang. Meskipun angka ini lebih rendah dari bulan lalu, konsumsi di Switzerland masih tinggi. Pengeluaran konsumen akan berdampak positif terhadap mata uang dan inflasi. Umumnya, angka-angka tersebut menunjukkan ekonomi Swiss yang sehat.

Shirakawa: Prospek Ekonomi dan Harga `Sangat Tak Pasti'
Gubernur Bank of Japan Masaaki Shirakawa menyebutkan bahwa prospek ekonomi dan harga ``sangat tidak pasti'' karena naiknya harga minyak dan bahan mentah dapat memicu inflasi termasuk memberatkan perusahaan dan konsumen. Pertumbuhan dan harga bergerak berlawanan, menyulitkan kebijakan bank sentral, menurut Shirakawa pada komite parlemen di Tokyo. Bank sentral bisa saja melakukan kebijakan apapun, termasuk menaikkan suku bunga atau memangkas, guna mencapai pertumbuhan yang berkesinambungan dan stabilnya harga. Bank sentral telah menjaga bunga pinjaman pada 0.5 %, terendah diantara ekonomi besar, sejak Februari 2007.

Harga Minyak Mundur ke $130 Seiring Penguatan Dolar
Harga minyak jatuh di bawah $130/barel pada hari Selasa, setelah penguatan dolar membantu turunnya harga dari level tinggi setelah pemberontak menyerang fasilitas minyak Nigeria. US Light, Sweet Crude Futures diperdagangkan di $129.85, sedikit lebih rendah. Harga minyak telah menguat hampir 40% tahun ini hingga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa $135.09 minggu lalu. Dolar menguat terhadap yen dan euro pada hari Selasa menyusul data Eropa yang sedikit melemah. Dalam jangka pendek, ada fakta yang menunjukkan bahwa tingginya harga minyak akan mengurangi permintaan dan memperburuk pelemahan ekonomi. Beberapa penerbangan telah mulai mengurangi jam terbang dan beberapa perusahaan transportasi tertekan.

Goldman: Dollar Australia Kemungkinan Menguat Menuju Paritas
Dollar Australia mungkin akan menguat setara dengan dollar A.S jika terus bergerak di atas resisten 96.50 sen, ungkap Kevin Edgeley, analis teknikal pada Goldman Sachs Group Inc. di London. Resisten 96.50 sen ini didapat dari teori Elliott wave, menurut grafik Goldman. Resisten dimana order jual terkumpul. Teori Elliott Wave, diciptakan oleh Ralph Elliott di 1938, dipakai untuk memprediksi pergerakan harga yang akan datang dengan membagi pergerakan masa lalu ke dalam gelombang dan mengkalkulasi perubahan ke dalam nilai. ``Harga sejauh ini terhambat di 96.50 sen, namun mendekati atas akan mensinyalkan akselerasi dan target persamaan,'' ditulis Edgeley kemarin.

Ekspor Swiss Jatuh Seiring Pelambatan Global Menekan Pemesanan
Neraca dagang Swiss surplus di bulan April, mencapai 1.56 M Swiss Francs, dari sebelumnya 1.27 M Swiss Franc. Analis memprediksikan kontraksi neraca dagang Swiss, di 1.19 M Swiss franc. Ekspor naik menjadi 18.73 M Swiss francs, dan impor 17.16 M. Angka ini menunjukkan eksportir Swiss terbentur oleh kuatnya mata uang, tapi juga meningkatkan impor. neraca dagang yang positif menunjukkan kemampuan ekonomi untuk berdiri sendiri, tanpa menarik modal asing untuk membayar hutang.

Kepercayaan Konsumen Jerman Turun Seiring Naiknya Harga
Survei kepercayaan konsumen GfK di bulan Juni sebesar 4.9, lebih rendah dari estimasi analis 5.7. Data bulan Mei direvisi lebih rendah dari 5.9 ke 5.6. Harga bensin terus meningkat dan membayangi kenaikan harga yang membuat konsumen Jerman cemas akan daya belinya. Hal ini mendorong turunnya ekspektasi pendapatan dari bulan sebelumnya. Ekspektasi kenaikan harga juga berarti kejatuhan tajam daya beli di bulan Mei. Kekhawatiran akan stabilitas harga dan ketidakpastian akibat krisi pasar keuangan dan melambatnya ekonomi AS terus meningkatkan kecemasan konsumen Jerman.

Nikkei Rebound Seiring Menguatnya Canon dan Perbankan
Nikkei naik 1.5% pada hari Selasa, rebound dari level rendah 2 minggu kemarin, dimana saham yang sebelumnya terpuruk seperti Canon Inc dan perbankan kembali menguat. Perusahaan pembuat kertas juga melonjak, dimana Mitsubishi Paper Mills Ltd naik lebih dari 9% setelah after Mitsubishi UFJ Securities menaikkan peringkatnya, seraya mengutarakan bahwa kenaikan harga kertas akan meningkatkan pendapatan. Pasar Tokyo diharapkan akan mengikuti pergerakan Wall Street di beberapa minggu ke depan dengan sedikitnya faktor perdagangan di dalam negeri, dimana banyak analis mengutarakan bahwa indeks saham AS merupakan petunjuk arah Nikkei.

Bursa Seoul Ditutup Menguat Dipicu Kenaikan Sektor Teknologi dan Pengilangan
Bursa Seoul ditutup lebih tinggi pada hari Selasa membalikkan arah pelemahan selama 6 hari berturut, dimana saham pengilangan minyak dan teknologi seperti SK Energy dan Samsung Electronics mengawali terjadinya rebound. Saham pengilang minyak seperti SK Energy dan GS Holdings menguat dimana pasar mengharapkan pendapatan Q2 yang melewati estimasi dengan tingginya marjin pengilangan minyak. Pembuat chip seperti Samsung Electronics dan Hynix Semiconductor juga menguat setelah sempat turun di awal perdagangan atas spekulasi kenaikan harga DRAM.

Bursa Hong Kong Naik 0.6% Akibat CNOOC, SHKP
Bursa Hong Kong menguat di hari Selasa, mengikuti penguatan pasar regional, dimana produsen minyak dan gas Cina CNOOC Ltd naik hampir 4% seiring stabilnya harga minyak di level tingggi. Indeks juga menguat hampir 1% didorong perusahaan Sun Hung Kai Properties memecat pimpinan dewan direksi Walter Kwok yang terkenal sebagai pemberontak di keluargaa salah satu perusahaan blue-chip bergengsi. "Pasar lebih memilih untuk memburu saham di harga yang murah dengah harapan hanya terjadi sedikit penurunan setelah koreksi dalam beberapa bulan terakhir," kata Yiu.

Tuesday, May 27, 2008

Analisa Teknikal

Blog ini merupakan Blog Milik Pribadi, bukan Blog Resmi. Bila dalam Blog ini terdapat analisa dan informasi apapun berkaitan dengan analisa merupakan hasil dari Research dan Development PT Monex Investindo Futures yang diambil dari sumber-sumber yang dianggap dapat dipercaya, tetapi kami tidak dapat mengatakan hal itu lengkap dan akurat. Kami tidak bertanggung jawab atas penawaran apapun untuk menjual atau permintaan apapun untuk membeli berdasarkan pada analisa dan informasi yang ada di Blog ini.


EUR/USD

Resistance Level : 1.5792, 1.5835, 1.5890

Support Level : 1.5742, 1.5698, 1.5647

Trading Range : 1.5650 – 1.5850

Trend : Bullish


USD/ JPY

Resistance Level : 103.87, 104.40, 104.80

Support Level : 103.14, 102.74, 102.02

Trading Range : 102.30 – 104.50

Trend : Bearish


GBP/USD

Resistance Level : 1.9851, 1.9896, 1.9964

Support Level : 1.9760, 1.9700, 1.9660

Trading Range : 1.9730 – 1.9880

Trend : Potential Correction


XAU / LOCO

Resistance levels: 935.30, 938.23, 944.83

Support levels : 924.32, 919.90, 916.17

Trading range : 924.32938.23

Trend : Bullish


HANGSENG

Resistance levels: 24330, 24470, 24640

Support levels : 24200, 24060, 23870

Trading range : 24060- 24330

Trend : Bearish


DOW JONES

Resistance levels: 12575, 12684, 12793

Support levels : 12311, 12224, 12127

Trading range : 12224 – 12575

Trend : Bearish

News on May 27th, 2008

Blog ini merupakan Blog Milik Pribadi, bukan Blog Resmi. Bila dalam Blog ini terdapat analisa dan informasi apapun berkaitan dengan analisa merupakan hasil dari Research dan Development PT Monex Investindo Futures yang diambil dari sumber-sumber yang dianggap dapat dipercaya, tetapi kami tidak dapat mengatakan hal itu lengkap dan akurat. Kami tidak bertanggung jawab atas penawaran apapun untuk menjual atau permintaan apapun untuk membeli berdasarkan pada analisa dan informasi yang ada di Blog ini.


RINGKASAN

  • Hari libur Memorial Day kemarin, menandai awal liburan musim panas, mensinyalkan kenaikan harga minyak di beberapa minggu kedepan.
  • Melonjaknya harga minyak akan mencegah sejumlah bank sentral utama kecuali Federal Reserve, untuk memangkas suku bunga.
  • Euro dapat menguat akibat bagusnya data zona Eropa yang dirilis minggu ini.
  • Fed’s Geithner membela pemotongan suku bunga, dan mengatakan ekonomi AS sedang melalui proses penyesuaian yang berat.
  • Emas dapat bertahan di level $900-an jika minyak masih berada di $130 dan dolar kembali melemah.
Ekonomi Global Minggu Ini Minyak Sebagai Ancaman
“Untuk pertama kalinya, inflasi, bukan pertumbuhan ekonomi, merupakan penggerak makro pada level global,” tulis ekonom Merril Lynch pada kliennya. Tingkat keyakinan turun di AS, zona Eropa dan Jepang. Laporan konsumen dan sentimen ekonomi zona Eropa akan dirilis hari Jumat, dan kemungkinannya masih lemah. Figur tingkat keyakinan konsumen AS yang keluar pada hari Selasa berada di kisaran level resesi. Harga bahan bakar AS menyentuh rekor tertinggi lagi pada level $3.79 per gallon minggu lalu, menurut EIA. Dengan adanya libur Memorial Day hari Senin ini sekaligus menandai awal dari musim liburan musim panas, harga minyak diekspektasikan akan semakin tinggi di beberapa minggu kedepan. Data harga konsumen Jepang untuk bulan April dirilis hari Jumat, dan kemungkinan akan menunjukkan tekanan biaya yang masih di area tertinggi dalam satu dekade.

Dollar Terlihat Melemah Akibat Lesunya Sentimen
Dolar AS kemungkinan akan memperbanyak kerugian-nya pekan ini ditengah melonjaknya harga minyak yang akan mencegah sejumlah bank sentral utama kecuali Federal Reserve, untuk memangkas suku bunga untuk mengendalikan inflasi. Harga minyak melonjak diatas $135 pekan lalu, memunculkan keraguan apakah Bank Sentral Eropa akan memotong suku bunga tahun ini, sesuai perkiraan pasar. Analis mengatakan bahwa investor mencari imbal hasil yang lebih tinggi dengan memperhatikan perbedaan suku bunga, sehingga mengangkat mata uang seperti euro, dolar Australia, dan Selandia Baru akibat rendahnya imbal hasil dolar AS. Faktor teknikal juga tidak mendukung dollar, yang sempat reli beberapa pekan ini akibat persepsi Fed yang mulai mengetatkan kebijakan moneter di akhir tahun setelah agresifnya kampanye pelonggaran guna mengatasi resesi, kata mereka.

Mewaspadai Data Ekonomi dan Fed
Investor kini menunggu serangkaian data AS dan pidato beberapa petinggi Fed, termasuk gubernur Ben Bernanke di hari Kamis, untuk petunjuk arah suku bunga. Indeks konsumsi pengeluaran pribadi untuk April akan dirilis hari Jumat. Termasuk indeks harga utama PCE, dimana angka diluar biaya pangan dan energi merupakan ukuran inflasi favorit Fed. Laporan ekonomi lain yang akan dirilis minggu ini termasuk barometer bisnis Chicago NAPM untuk bulan Mei, dan penjualan rumah baru bulan April. Pasar juga akan memperhatikan data zona Eropa, termasuk inflasi konsumen di hari Jumat. Data ekonomi Jerman yang solid minggu, mendukung spekulasi bahwa ECB akan menaikkan suku bunga. “Mata uang euro dapat terangkat oleh data zona Eropa yang bagus yang akan menaikkan ekspektasi kenaikan suku bunga ECB.

Fed's Geithner: Ekonomi Dunia Sedang Beradaptasi Dengan Melambatnya Ekonomi AS
Presiden Fed of New York, Timothy Geithner, mengutarakan bahwa ekonomi global sedang menyesuaikan diri dengan perlambatan ekonomi AS. ``Dunia masih dapat mengatasi dampak perlambatan AS,'' ungkap Geithner pada konferensi pers di Yerusalem hari ini. ``Sepertinya, untuk saat ini, tekanan lebih terpusat di AS.'' Federal Reserve telah menurunkan suku bunga tujuh kali sejak pertengahan September untuk mencegah terjadinya resesi dengan keterpurukan sektor perumahan yang menaikkan biaya kredit di seluruh dunia. Geithner, dan pimpinan Fed Ben S. Bernanke, menyambut baik diselamatkaanya Bear Stearns Cos. dari kebangkrutan dan memberikan fasilitas pinjaman kepada sekuritas Wall Street untuk mencegah ambruknya pasar keuangan. Geithner membela pemotongan suku bunga, dan mengatakan bahwa langkah tersebut ``benar.'' ``AS sedang melalui proses penyesuaian yang berat tapi dibutuhkan,'' ungkapnya. ``Keadaan di tiap negara berbeda sehingga membutuhkan kebijakan yang berbeda pula."

Emas Mulai Tenang Setelah Reli Minyak
Emas sedikit tenang di hari Senin setelah reli minggu lalu seiring harga minyak melanjutkan kenaikannya dan Dolar AS kembali stabil mendekati level terendah satu bulan. Logam mulia ini naik hampir 3% minggu lalu ketika harga minyak naik hingga diatas $135 per barel untuk pertama kalinya. Emas dapat kembali mencoba level $900-an jika minyak masih bertahan di level saat ini dan dolar kembali melemah, namun batas alami adalah $1,000 dan akan berat untuk menembus level tersebut. Minyak sendiri naik diatas $133 per barrel di hari Senin akibat ancaman supplai. Kekurangan supplai di kilang Statford di Laut Utara selama akhir pekan menambah kekhawatiran jangka pendek dan ketakutan jangka panjang bahwa persediaan akan sulit mengimbangi permintaan selama beberapa tahun ke depan. Posisi spekulan pada futures emas AS beralih menjadi bullish minggu lalu, dimana posisi mereka bertambah sekitar 20%, berdasarkan data COT yang dikeluarkan oleh CFTC hari Jumat.

Ekonom BOJ: Ekonomi Sedang Melambat Seiring Kenaikan Biaya Energi
Pimpinan ekonom MOMMA di BOJ melihat bahwa ekonomi Jepang yang melambat disebabkan oleh tingginya biaya energi dan bahan baku, serta menyarankan Bank Sentral untuk dapat mengimbangi antara melemahnya ekonomi global dan inflasi. Pimpinan ekonom tersebut mengutarakan bahwa resiko masih akan ada selama pasar mewaspadai berlanjutnya penurunan harga rumah yang akan terus membebani perbankan AS dan Eropa. Momma juga melihat ekonomi global yang terlalu panas dan menyebabkan inflasi, serta perlahan menurunkan pertumbuhan. Untuk perekonomian dalam negeri, Momma menganggap perlunya mewaspadai turunnya persepsi dan pengeluaran konsumen.

ECB's Wellink: Ekspektasi Inflasi Masih Terkontrol
ECB'S Wellink mengungkapkan bahwa ekspektasi inflasi di zona Eropa masih terkendali di kisaran 2%. Pasar keuangan masih rapuh dan ditengah proses penyeimbangan, dampak langsung pada ekonomi akibat kekacauan pasar masih belum diketahui secara pasti. Wellink mengatakan sulitnya membaca data uang beredar/kredit saat ini karena terdistorsi oleh kehancuran sektor kredit, dan ini menyulitkan pengambilan kebijakan moneter. Kuatnya Euro dapat memperkokoh posisi ECB selama fase krisis.

Swiss Franc Melemah, Tapi Berpeluang Menguat Akibat Kekhawatiran Minyak
Swiss franc melemah terhadap dolar dan euro pada hari Senin tapi berpeluang menguat seiring meningkatnya kecemasan tingginya harga minyak dan inflasi yang memicu investor untuk mencari aset yang aman. "Apa yang kita lihat hanyalah sedikit koreksi setelah reli panjang," ungkap analis forex Credit Suisse Martin McMahon. "Kami mengharapkan euro/swiss turun ke 1.60 dan dollar/franc ke level yang seimbang. Kami melihat peluang penguatan franc di jangka pendek," katanya. "Tingginya harga minyak dan kekhawatiran akan dampaknya terhadap ekonomi dan inflasi berdampak positif bagi franc. Ada peluang turunnya resiko di berbagai tipe aset, yang akan mendukung franc," ungkap McMahon.

Nikkei Turun 2.3%, Akibat Terperosoknya Eksportir
Nikkei jatuh 2.3% pada hari Senin, penurunan terbesar dalam 6 minggu terakhir, dipicu turunnya eksportir seperti Canon Inc akibat tangguhnya yen dan terperosoknya Wall Street. Sektor keuangan termasuk Mitsubishi UFJ Financial Group, juga jatuh tajam seiring kejatuhan rekannya di AS akibat turunnya harga properti komersil, yang dipicu masalah subprime. Yahoo Japan Corp menguat hampir 5%, setelah perusahaan ini berencana untuk membeli kembali 2% dari sahamnya yang beredar.

Bursa Seoul Ditutup Lebih Rendah Seiring Kejatuhan Teknologi
Bursa Seoul ditutup lebih rendah pada hari Senin untuk keenam kalinya seiring turunnya sektor teknologi seperti LG Electronics yang melebihi penguatan sektor keuangan seperti Industrial Bank of Korea. "Penguatan harga minyak dan kecemasan inflasi mendominasi pasar," ungkap Kim Joong-hyun, analis pasar di Goodmorning Shinhan Securities. Saham LG Electronics jatuh dipicu rumor bahwa pembuat handset No.1 di dunia, Nokia, mungkin menurunkan harganya untuk mencuri pasar rekannya seperti, Motorola dan penetrasi pasar di pasar Korea Selatan.

Indeks Hong Kong Turun Dipicu China Mobile yang Memburuk
Indeks Hong Kong turun 2.4% pada hari Senin akibat kekhawatiran inflasi dan ekonomi global dengan tingginya harga minyak, dan jatuhnya China Mobile menyusul perombakan industri. Goldman Sachs menurunkan peringkat China Mobile pada hari Senin dari “jual” ke “netral”, seraya mengutarakan bahwa perusahaan telekomunikasi ini akan menghadapi regulasi pasar yang tidak menguntungkan, dimana kebijakan roaming inter-operator akan menggerogoti banyak keunggulan perusahaan. CNOOC melemah 2.3% setelah beberapa investor memutuskan untuk mengambil untung setelah menguat cukup lama.

Monday, May 26, 2008

Analisa Teknikal

Blog ini merupakan Blog Milik Pribadi, bukan Blog Resmi. Bila dalam Blog ini terdapat analisa dan informasi apapun berkaitan dengan analisa merupakan hasil dari Research dan Development PT Monex Investindo Futures yang diambil dari sumber-sumber yang dianggap dapat dipercaya, tetapi kami tidak dapat mengatakan hal itu lengkap dan akurat. Kami tidak bertanggung jawab atas penawaran apapun untuk menjual atau permintaan apapun untuk membeli berdasarkan pada analisa dan informasi yang ada di Blog ini.


EUR/USD

Resistance Level : 1.5794, 1.5846, 1.5888

Support Level : 1.5720, 1.5698, 1.5653

Trading Range : 1.5650 – 1.5850

Trend : Bullish


USD/ JPY

Resistance Level : 103.65, 104.25, 104.64

Support Level : 103.07, 102.66, 102.02

Trading Range : 102.30 – 104.50

Trend : Bearish


GBP/USD

Resistance Level : 1.9851, 1.9896, 1.9964

Support Level : 1.9756, 1.9700, 1.9615

Trading Range : 1.9700 – 1.9850

Trend : Potential Correction


XAU / LOCO

Resistance levels: 928.60, 934.11, 937.90

Support levels : 919.74, 915.55, 906.00

Trading range : 919.74934.11

Trend : Bullish


HANGSENG

Resistance levels: 24521, 24633, 24837

Support levels : 24300, 24170, 24040

Trading range : 24170- 24521

Trend : Bearish


NIKKEI

Resistance levels: 13925, 14050, 14165

Support levels : 13740, 13655, 13505

Trading range : 13655 – 13925

Trend : Bearish

News on May 26th, 2008

Blog ini merupakan Blog Milik Pribadi, bukan Blog Resmi. Bila dalam Blog ini terdapat analisa dan informasi apapun berkaitan dengan analisa merupakan hasil dari Research dan Development PT Monex Investindo Futures yang diambil dari sumber-sumber yang dianggap dapat dipercaya, tetapi kami tidak dapat mengatakan hal itu lengkap dan akurat. Kami tidak bertanggung jawab atas penawaran apapun untuk menjual atau permintaan apapun untuk membeli berdasarkan pada analisa dan informasi yang ada di Blog ini.



RINGKASAN

  • Turunnya penjualan rumah AS, ditambah naiknya harga pangan dan energi, akan terus mengurangi pengeluaran konsumen AS.
  • Ekspektasi jangka panjang harga rumah yang lebih rendah dari inflasi menunjukkan turunnya nilai rumah AS.
  • JP Morgan akan terus memangkas karyawannya seiring bertambahnya pekerja akibat akuisisi Bear Stearns.
  • Mahalnya energi dan bahan mentah akan mengikis laba perusahaan dan pendapatan rumah tangga Jepang serta memicu perusahaan dan konsumen untuk menghemat pengeluaran.
  • HSBC menaikkan prediksi harga emas di 2008 karena melemahnya dolar, turunnya suku bunga AS, dan tekanan inflasi.

Penjualan Rumah AS, Turunnya Harga, dan Naiknya Inventori
Penjualan rumah AS jatuh untuk bulan keduanya berturut-turut di April, sementara inventori meningkat dan harga turun tajam dari tahun sebelumnya. Penjualan rumah turun ke 4.89 juta per tahun, 1% lebih rendah dari revisi Maret 4.94 juta per tahun, ungkap National Association of Realtors pada hari Jumat. Awalnya, NAR memprediksi kejatuhan 2% ke 4.93 juta di Maret. Harga rumah umumnya berkisar $202,300 di April, turun 8% dari $219,900 di April 2007. Dalam jangka pendek, data ini tidak banyak menunjukkan kelemahan. Dampak terhadap ekonomi di jangka panjang cukup jelas. Dengan penjualan rumah yang lemah, tambahan rumah akibat penyitaan ditambah ketatnya akses kredit, maka nilai rumah akan terus turun dan mengurangi kekayaan. Situasi ini, diperburuk dengan naiknya harga pangan dan energi akan terus mengurangi pengeluaran konsumen AS.

Konsumen Amerika Mencemaskan Inflasi, Nilai Rumah
Jumlah warga AS yang memprediksikan nilai rumahnya akan jatuh dalam 12 bulan ke depan dari tahun lalu naik dua kali lipat, sementara itu kenaikan harga dalam 5 tahun ke depan tidak dapat mengimbangi laju inflasi yang ada, menurut hasil survei. Laporan Reuters/University of Michigan, yang diterbitkan pada hari Jumat, adalah indikator terbaru yang menunjukkan suramnya sentimen konsumen, yang terkena dampak terburuk dari krisis perumahan sejak munculnya depresi, tingginya biaya energi, dan ketatnya pasar tenaga kerja. Dengan turunnya harga rumah beberapa bulan terakhir, maka angka 28% masih ringan, tapi ini dua kali lipat dari survei tahun lalu, 14%, yang menunjukkan betapa buruknya sentimen negatif yang berkembang sekarang. Situasi bertambah buruk jika unsur inflasi dimasukkan. "Ekspektasi harga rumah di jangka panjang sekarang lebih rendah dari ekspektas inflasi jangka panjang -- 2.5% vs 3.3% -- yang berarti pemilik rumah meramalkan turunnya nilai rumah mereka," ungkap laporan tersebut.

JP Morgan Chase Melancarkan Rangkaian Pemecatan Karyawan
Pejabat di JP Morgan Chase memecat sebagian tenaga kerja di departemen perbankan investasinya, memberhentikan lusinan eksekutif untuk merampingkan unit itu karena melambatnya bisnis. Karyawan perusahaan tersebut mengatakan hampir 200 eksekutif dipecat dalam dua tahun ini – kebijakan yang bertolak belakang dengan pembelian Bear Stearns. Juru bicara JP Morgan membenarkan langkah tersebut dan mengutarakan kebanyakan stafnya sekarang merupakan bankir junior. Umumnya perusahaan memberhentikan 5 dan 10% stafnya; tapi pemecatan JP Morgan dapat terus bertambah meskipun bank ini terkena dampak krisis subprime sama buruknya dengan perusahaan lainnya. CEO JP Morgan, Jamie Dimon, akan terus memangkas karyawannya terutama di divisi yang tidak begitu menguntungkan seiring bertambahnya pekerja akibat pembelian Bear Stearns.

BOJ Memantau Ekspektasi Inflasi – Minutes BOJ
Para pembuat kebijakan Bank of Japan menyebutkan mereka perlu memonitor ekspektasi inflasi konsumen terkait naiknya harga tercepat dalam satu dekade, menurut minutes hari Jumat. ``Ekspektasi inflasi konsumen meningkat, merefleksikan terusnya penguatan harga kebutuhan pokok harian, dan ini menyita perhatian,'' ungkap sejumlah anggota pada pertemuan kebijakan 8-9 April, menurut minutes yang dirilis di Tokyo. Para anggota mengatakan naiknya harga telah merusak sentimen konsumen. Sejak pertemuan, bank sentral memangkas prakiraan pertumbuhan-nya, menaikkan prediksi inflasi, dan menangguhkan kebijakan menaikkan suku bunga bertahap. Gubernur Masaaki Shirakawa menyebutkan di parlemen bahwa mahalnya energi dan bahan mentah akan mengikis laba korporasi dan pendapatan rumah tangga serta akan memicu perusahaan dan konsumen untuk menghemat pengeluaran.

HSBC Menaikkan Prediksi Harga Emas, Perak, dan Platinum
HSBC menaikkan prediksi harga emas di 2008 ke $915/ons dari $850 karena melemahnya dolar, penurunan suku bunga AS, dan tekanan inflasi. "Dolar AS akan tetap menjadi penentu harga emas, tapi tekanan inflasi dan kelanjutan penurunan suku bunga Fed dapat mengimbangi efek penguatan dolar belakangan ini," tulis James Steel, analis logam HSBC Securities di New York. Steel juga menaikkan prediksi emasnya ke $850 dari $725 di 2009, dan ke $725 dari $650 di 2010. Peran emas sebagai hedging inflasi meningkat seiring kenaikan tajam harga minyak yang mendekati $133/barel, hampir rekor tertingginya $135.09/barel di hari Kamis. Jika sentimen bullish di pasar minyak terus bertahan, maka pasar emas juga menjadi tangguh. Emas akan mendapatkan support yang kuat dalam waktu dekat ini seiring minimnya aksi ambil untung masal harga minyak.

Yuan Mencatat Penguatan Mingguan Terbesar di 2008 Akibat Cina Meredam Inflasi
Yuan memperoleh penguatan mingguan terbesarnya di tahun 2008 akibat Cina mensinyalkan akan mengencangkan apresiasi mata uangnya guna meredam inflasi akibat harga minyak yang membukukan rekor baru. Menteri Keuangan Perancis, Christine Lagarde, mengatakan dalam wawancara di Chicago, dirinya akan melihat dolar dan yuan menguat terhadap euro. ``Mengendalikan inflasi masih prioritas utama Cina,'' ungkap Tetsuo Yoshikoshi, analis pasar bagian keuangan pada Sumitomo Mitsui Banking Corp. di Singapura. ``Tidak hanya harga minyak namun inflasi impor secara umum akan menjadi konsentrasinya.'' Yuan sudah merangkak 0.64 persen pekan ini menuju 6.9445 per dolar dari 6.9890 seminggu lalu.

Pertumbuhan Manufaktur dan Jasa Eropa Melambat di Bulan Mei
Data PMI Manufaktur Eropa sesuai dengan ekspektasi 50.6, sedikit lebih rendah dari bulan lalu 50.7. Sektor Jasa Eropa tumbuh lebih lambat dari bulan lalu. Data Mei menunjukkan 50.6 dibandingkan 52.0 di April. Estimasi analis di Mei sebesar 51.7. Kuatnya Euro, ketatnya pendanaan, dan ketidakpastian internasional membuat iklim bisnis di zona euro kurang bergairah. Meskipun data di atas batas 50, yang berarti ekspansi, tapi angka ini mensinyalkan melambatnya aktivitas pembelian Jerman.

Pertumbuhan Ekonomi Inggris Terendah Sejak 2005
GDP Inggris naik 0.4% di Q1 2008, tidak ada revisi dari estimasi sebelumnya dan turun dari 0.6% di Q4 2007. Pertumbuhan melemah di semua kategori jasa utama. Hanya penjualan ritel yang menguat. Belanja rumah tangga naik 1.3%, menguat dari 0.1% di kwartal sebelumnya. Defisit perdagangan riil turun dari £11.6M di Q4 2007 ke £11.0M di Q4 2008. Data GDP Inggris ini menunjukkan pelambatan yang ringan di Q1 2008, tapi bukan resesi seperti yang banyak diungkapkan. Laporan GDP ini juga mensinyalkan ekonomi Inggris dapat tumbuh tanpa penurunan suku bunga bank sentral.

Nikkei Naik 0.2%; Chugai, Konica Minolta Bersinar
Nikkei menguat 0.2%, dipicu eskportir seperti Kyocera Corp akibat pelemahan yen, sementara Chugai Pharmaceutical Co Ltd naik setelah mitranya Roche Holding AG menyebutkan akan menaikkan kepemilikannya di perusahaan itu. Konica Minolta Holdings Inc naik 4% setelah Kamis lalu berencana mengeluarkan 10 M yen ($96 juta) untuk membangun fasilitas produksi baru film berteknologi tinggi untuk membuat panel LCD di 2009. T&D Holdings Inc lompat hampir 7% setelah Goldman Sachs menambah perusahan asuransi jiwa ke dalam "daftar beli" dan menaikkan target harga, menunjukkan rendahnya valuasi saham relatif terhadap saham global.

KOSPI Ditutup Lebih Rendah; Perusahaan Perdagangan dan Broker Menguat
Bursa Seoul ditutup lebih rendah pada hari Jumat, dimana jatuhnya sektor teknologi dan penerbangan akibat tingginya harga energi dan kekhawatiran inflasi dapat mengimbangi penguatan perusahaan perdagangan dan broker. Saham broker naik dipicu ekspektasi langkah merjer dan akuisisi, dimana saham Kyobo Securities naik 14.52% ke 17,750 won setelah laporan media bahwa induk perusahaan, Kyobo Life Insurance Co Ltd, telah menjual mayoritas sahamnya di perusahaan broker tersebut.

Bursa Hong Kong Jatuh Seiring Merosotnya CNOOC, China Mobile
Bursa Hong Kong jatuh 1.3% kemarin, terpukul meruginya CNOOC akibat turunnya harga minyak, sementara China Mobile merosot akibat kekhawatiran maraknya kompetisi. CNOOC, produsen minyak lepas pantai terbesar China, tumbang 6.6% setelah harga minyak menukik dari $135 ke $132/barel di hari Jumat. "CNOOC mengikuti harga minyak, yang membantu turunnya pasar dibawah 25,000 poin, namun perdagangan kebanyakan fokus ke telekomunikasi," ungkap Antony Mak, direktur penjualan di DBS Vickers. China Mobile merupakan saham yang paling banyak didagangkan, dan ditutup melemah 3.8 % setelah Xinhua News Agency melapor bahwa induk perusahaan akan mengambil alih China Railcom.