Monday, December 24, 2007

FOKUS PASAR

Pertumbuhan Inggris 2008 Akan Pelan, BoE Akan Cut Rates

Pertumbuhan ekonomi UK akan melambat bahkan hingga tahun depan dibanding perkiraan sebulan lalu terkait melempemnya pasar perumahan dan pergulatan konsumen dengan hutang, menggiring pada dua pemangkasan suku bunga lagi dari Bank of England, menurut jajak Reuters. Jajak bulanan dari 49 ekonom, yang diambil 12-18 Desember, memaparkan pertumbuhan ekonomi akan melambat menjadi 1.9 persen di tahun 2008, dari 3.1 persen di tahun 2007, namun kembali terangkat di tahun 2009 menjadi 2.2 persen. Ini merupakan empat bulan berturut-turut ketika perkiraan pertumbuhan telah direvisi turun. Satu bulan lalu, ekonom telah memperkirakan pertumbuhan 2008 sebesar 2.0 persen, di Oktober 2.1 persen, di September 2.3 persen dan di bulan Agustus 2.4 persen.

Di tahun 2008 inflasi diperkirakan pada 2.1 persen, diatas target BoE 2.0 persen sebelum akhirnya turun menjadi 2.0 persen di 2009, sehingga membatasi ruang untuk potong bunga, menurut jajak. "Tekanan inflasi kemungkinan akan mencegah MPC dari pemangkasan bunga secara agresif ke dalam wilayah akomodatif mendatang," ujar Alan Castle, ekonom Inggris pada Lehman Brothers, yang memperkirakan dua pemotongan 25 basis poin lagi di mid-2008. Masalah bagi pembuat kebijakan UK, setidaknya di jangka pendek, adalah inflasi. Pertumbhan sektor service Inggris melambat ke level rendah empat tahun di Nop. namun tekanan harga meningkat, menurut survei.

AS Tidak Akan Mengalami Resesi – Cohen, Analis Goldman

Kepala strategi investasi di Goldman Sachs mengatakan ekonomi AS kemungkinan tidak mengarah ke resesi. "Ini tidak berarti probabilitas resesi nol persen. Kami hanya berpikir bahwa melambatnya ekonomi lebih mungkin dibandingkan resesi," kata Cohen kepada surat kabar Sueddeutsche Zeitung Jerman. "The Fed telah menunjukkan bahwa mereka memberi perhatian pada hal ini dan mereka ingin mendorong tingkat kepercayaan konsumen," tuturnya.

Walaupun kondisi konstruksi perumahan AS dan beberapa sektor konsumsi melemah, ini diimbangi oleh tumbuhnya ekspor dan investasi korporat, katanya. Goldman memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS 1.8% tahun depan, lebih lemah dibandingkan prediksi dari institusi lain, menambahkan bahwa bank belum membuat penilaian karena undervalued. Beberapa perusahaan keuangan akan melaporkan pendapatan yang buruk selama kuartal keempat namun Goldman masih memperkirakan pertumbuhan satu digit selama tahun depan.

“Nilai yang cocok” untuk Indeks Standard & Poors 500, perusahaan top AS selama akhir 2008 adalah 1,675 poin, naik dari kisaran 1,460 saat ini, kata Cohen. Indeks Dow Jones akan berada di kisaran 14,750 akhir tahun depan dibandingkan dengan hanya beada di atas 13,000, menurut estimasinya. Cohen mengatakan bahwa trend inflasi AS masih akan moderat. "Benar bahwa pekan lalu investor bingung terhadap komunikasi the Fed namun anda perlu melihat jangka panjang," tuturnya. "Saya sangat optimis: ketika kita berada di 2008 semua orang akan melihat bank sentral akan melakukan langkah yang benar." 1

Kondisi Gain Bukan Teknikal Rebound, Pemain Pasar Mengambil Liburan

Saham Jepang naik karena investor mendorong TDK Corp dan saham teknologi yang terpukul mengikuti gain yang ada di AS. Hitachi Ltd menanjak setelah harian bisnis Nikkei mengatakan bahwa perusahaan berencana untuk menjual saham minoritas pada bisnis hard disk pada pemodal investasi AS Silver Lake. Saham pembuat baja termasuk Nippon Steel Corp juga naik terkait solidnya perkiraan hasil produksi, mengurangi penurunan akibat saham perbankan.

Akan tetapi, pemain pasar mengatakan bahwa gain bukan karena suatu teknikal rebound, dan pasar sebagian besar dipengaruhi oleh indeks futures dengan banyak pemain mengambil liburan dan berhati-hati menjelang liburan tiga hari. Pasar akan tutup hari Senin untuk liburan nasional. "Saya kira saham teknologi banyak sekali dipengaruhi indeks yang diperdagangkan sejak memberikan pengaruh besar pada Nikkei average," kata Masayuki Otani, kepala analis di Maruwa Securities.

Pasar terus gain di sesi sore setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Merrill Lynch kemungki- nan mendapat kucuran modal $5 miliar dari Temasek Holdings perusahaan Singapura, mendorong aksi beli pada indeks futures. Indeks Nikkei ditutup naik 1.5% di 15,257.00. Indeks anjlok 1.7% pekan ini.

Analis – Reli Hari Natal Akhirnya Dimulai

Saham Hong Kong reli terkait stabilnya pasar saham global, mengangkat kepercayaan investor dan fund manager mulai menata portfolio mereka sebelum akhir tahun. Pengembang property lokal mengangkat saham blue chip karena inflasi diperkirakan mendorong permintaan pada real estate. Saham infrastruktur China daratan mendominasi terkait China National Material Co Ltd (Sinoma) pendatang baru, reli hampir 24%, satu poin sehari setelah debut yang menjanjikan.

Sementara itu, kenaikan suku bunga China di hari Kamis merupakan berita bagus bagi investor, karena secara efektif bisa menyingkirkan kondisi mengambang di pasar. "Reli hari Natal benar-benar dimulai," kata John Schofield. "Psikologis pasar akhirnya berubah dan kenaikan suku bunga China adalah berita bagus." "Kita mengalami kondisi buruk selama enam sampai delapan pekan ... Kami melihat masuk akal bergerak lebih tinggi pekan lalu."

Indeks Hang Seng ditutup naik 2.3% atau 609.83 point di 27,626.92, kenaikan sepekan 0.2%. Indeks China Enterprises index dari saham H atau saham China terdaftar di Hong Kong mencetak gain 1.6%, atau 249.03 point, menjadi 15,981.81, naik 0.2% untuk pekan ini.

Pasar Melihat Pemerintah Baru Pro Pasar (Market Friendly)

Saham Seoul naik 1.8%, terkait cepatnya penjualan aset pemerintah dengan adanya pemilu president di Korea Selatan mendorong perusahaan seperti Daewoo Shipbuilding, sementara perbankan reli karena ada harapan soal deregulasi. Bank Seperti Kookmin Bank dan brokerages juga bergerak lebih tinggi terkait tumbuhnya harapan bahwa pemerintahan baru pro pasar akan mengeluarkan suatu peraturaan mengenai pembatasan kepemilikan bank domestik untuk konglomerat dan deregulasi lainnya pada sektor keuangan.

"Investor melihat Lee sebagai orang yang disukai pasar, momentum positif bisa jadi ada di pasar untuk sementara ini," kata Kim Jeong-hwan, analis di Woori Investment & Securities. "Namun sekali lagi situasi pasar kredit global belum akan memperlihatkan perbaikan yang cukup positif setidaknya pada semester pertama tahun depan. Segala sesuatnya masih belum jelas pada saat investor mendapatkan kembali rasa percaya mereka pada saham." Indeks Harga Saham Komposit Korea (KOSPI) ditutup naik 1.84% di 1,878.32 poin. Indeks mencatat penurunan 0.9% pekan ini.

Monday, December 17, 2007

FOKUS PASAR

Dollar Akan Menguat Akibat Tekanan Potong Bunga Memudar

Dollar kemungkinan akan memperluas gain-nya untuk dua pekan mendatang setelah menguatnya data inflasi ternyata menciutkan prospek untuk pemangkasan bunga Federal Reserve selanjutnya dan telah menguatkan gain harian terbesar greenback terhadap euro dalam dua tahun. Dollar juga merangkak ke titik puncak tujuh-minggu di hari Jumat tehadap lima mata uang besar setelah laporan menunjukkan harga kosnumen menguat di laju tercepatnya lebih dari dua tahun, sehinggga akan membatasi prospek the Fed untuk menurunkan bunga. Rendahnya bunga menyusutkan pendapatan A.S yang didenominasi aset-aset.

Pekan lalu, data indeks harga konsumen di hari Jumat disusul pesatnya penjualan ritel A.S dan harga produsen hari Kamis, meneguhkan ekonomi tidak melambat sebanyak yang ditakutkan. "Mungkin ada sejumlah ruang untuk aksi beli dollar selanjutnya antara sekarang dan akhir tahun," ujar Greg Salvaggio, trader valas senior pada Tempus Consulting di Washington, D.C. "Laporan terakhir cukup baik dan kami lihat Fed menyuntikkan likuiditas ke pasar, sehingga ini akan beralih mendu- kung dollar untuk sementara."

Prospek Sektor Keuangan A.S 2008 Negatif Akibat Buruknya Kualitas Aset - Fitch

Lembaga pemeringkat Fitch mengatakan prospek 2008 di sektor keuangan AS seperti perbankan, bank investasi serta perusahaan keuangan konsumen akan negatif, sementara propek rating untuk commercial finance dan manager aset stabil. Prospek menyimpulkan memburuknya kualitas aset dan likuiditas di pasar fix income masih rapuh, ujar beberapa agen pemeringkat international.

Prospek rating negatif berbasis ekspektasi industri keuangan juga akan menghadapi keadaan terburuk untuk masa mendatang terkait kacaunya sektor mortgage yang berpotensi meluas ke aset konsumen dan berhubungan dengan likuiditas sekaligus akses pada factor rating yang cukup krusial. Pihak perbankan dan bank investasi sejauh ini telah membangun likuiditas sampai akhir 2007 meskipun terjadi peningkatan biaya.

Kurva yield masih bergerak turun dan perdagangan sekunder pada produk cash fix income hampir tidak ada. Pemodal masih akan menghadapi tantangan nyata jika pasar sekuritas masih sama dalam peride yang cukup lama. Walaupun kebijakan moneter melonggar, namun potensi intervensi pemerintah juga kemungkina melemahkan dampak dari lambat ekonomi AS, likuiditas secara menyeluruh lebih rendah dan pengetatan kondisi kredit akan terus sampai 2008 membuat performa suram dan berpotensi menghambat prospek pertumbuhan di sektor-sektor lainnya.

Sepekan Saham Asia – Bertambahnya Tekanan Diperkirakan Hingga Akhir-Tahun

Kekhawatiran atas kondisi pasar kredit dan pertumbuhan ekonomi A.S akan menjadi fokus pasar asia minggu ini, namun kondisi window dressing akhir tahun menahan indeks untuk menurun. Mendekati akhir tahun ini, para investor akan memantau perkembangan data ekonomi A.S dan laporan pendapatan perusahaan untuk melihat lebih jauh bagaimana performa ekonomi Negara tersebut, Negara-negara di Asia yang berorientasi ekspor turut terseret resesi.

"Untuk pertengahan awal tahun pertama pergerakan indeks terlihat tidak stabil dan penuh resiko karena kondisi yang saling bertentangan antara kekhawatiran atas resesi di A.S dan kondisi euphoria atas prospek pemangkasan suku bunga dan beberapa hal lain," ujar Shane Oliver, kepala analis AMP Capital Investors di Sydney. Tahun 2008 akan menjadi sebuah tantangan terutama bagi pasar asia.

Di Jepang: Indeks terlihat dalam prospek kenaikan menjelang akhir tahun. Para investor melakukan pembelian saham yang telah dianggap cukup rendah. "tidak banyak berita yang negatif hingga dapat menyeret index untuk turun lebih jauh, dan performa jangka pendek terlihat ada potensi rebound setelah penurunan yang cukup jauh," ujar Shigemi Nonaka, analis dari Polestar Investment Management. Nikkei diperkirakan akan bergerak dalam range antara 15,500 dan 16,500 pekan minggu ini. Target pergerakan index tahun ini diprediksi mencapai target antara 16,500 dan 17,000.

19 Des – Hari pertama pertemuan Bank of Japan dalam menentukan kebijakan moneter

20 Des – Konferensi BOJ yang akan membahas hasil pertemuan selama dua hari

24 Des – Pasar libur, dalam rangka hari Nasional

28 Des – Dirilis data CPI nasional bulan Nop; dan CPI Tokyo bulan Desember

Di Korea: Pergerakan saham Korea kembali akan menjadikan masalah krisis kredit A.S untuk menjadi fokus, namun beberapa sektor seperti konstruksi industri akan kembali melambung dibanding perkiraan banyak kalangan setelah adanya pemilihan pemimpin 19 Des. di Korea Selatan. Sektor krisis subprime asih menjadi perhatian bagi para player dimana hal tersebut selalu menjadi momok yang menyeret jatuhnya index. Namun berakhirnya pemilu bagi para pelaku bisnis memberi suatu kepastian, termasuk pembangunan," ujar Rho Y.S., analis dari Hyundai Securities.

17 Des – Dirilis data sektor penjualan ritel bulan Oktober (2100 GMT, minggu)

19 Des – Pemilihan Umum Presiden, pasar tutup

28 Des – Keluarnya rilisan data industrial output bulan Nop; dan CPI-Desember

Di Hong Kong: Kondisi penuh ketidak pastian bagi para investor dan sektor subprime A.S menjadi soal yang akan terus menghantui pasar, di satu sisi adanya kekhawatiran terhadap ketegangan yang terjadi di Beijing membatasi pergerakan saham China daratan di pasar Hong Kong. "sentimen pasar sedikit terlihat bearish dampak dari subprime terlihat mulai meluas hal tersebut diprediksi berpenga- ruh pada beberapa sektor, termasuk permintaan," ujar Peter Lai, direktur pada DBS Vickers. Indeks Hang Seng diprediksi akan bergerak dalam range 2,000-poin hingga akhir tahun.

17 Des – Debut awal transaksi saham Uni-President China

18 Des – Data Pengangguran statistik bulan Sept-Nop 2007 - Awal transaksi saham Pacific Online

20 Des – Data CPI bulan Nop dirilis

28 Des – Pengumuman data perdagangan Nop 2007.

Di China: Indeks Gabungan Shanghai kemungkinan akan menjadi lambat di pekan-pekan menda- tang akibat kekhawatiran seputar ketatnya kebijakan, namun dapat bangkit oleh besarnya likuiditas dan kuatnya pertumbuhan laba korporasi, yang diperkirakan berkisar 30 persen. "Pasar saham A secara relatif menutup pasar dan terdapat kelebihan likuiditas domestik akibat membatasi aliran investasi," kata Gao Ting, pakar strategi pada China International Capital Corp. Pihak CICC memperkirakan saham-saham keuangan, real estate, ritel, baja dan kelistrikan akan diuntungkan dari kencangnya epresiasi yuan, Pertandingan Olimpiade 2008 dan kekuatan reformasi. Data rilisan :

17 Des – Indeks iklim investasi real estate dari NBS untuk Nopember

18 Dec – Forum Bank of Communications

27 Dec - Data laba sektor industri untuk Jan-Nop

Monday, December 10, 2007

FOKUS PEKAN INI

Pasar Hadapai Pemotongan Bunga Fed Berikutnya

Ada sedikit keraguan dipasar bahwa Federal Reserve akan memangkas bunga kembali pekan ini meskipun tipisnya penguatan angka tenaga-kerja A.S telah menyusutkan peluang bahwa perubahan bakal menjadi 50 basis poin. Fed diperkirakan luas akan memotong bunga seperempat poin menjadi 4.25 % di pertemuan kebijakannya hari Selasa, peristiwa penting bagi pasar uang pekan ini termasuk data inflasi A.S dan retail sales. Fed telah menggiring sejumlah bank sentral utama menurunkan laju pemotongan bunga yang pasti untuk mencoba dan mengangkat pertumbuhan ekonomi, termasuk Bank of England dan Bank of Canada, dimana keduanya telah menurunkan kebijakan minggu lalu.

Selama Fed menjadi kekhawatiran, para investor akan berharap pernyataan-nya berupa janji atas pelonggaran moneter bakal meleset – sebuah prospek yang akan membantu minat investor ke dalam saham-saham beresiko dari aset-aset safe-haven. "Saya rasa mereka akan sangat tetap membiarkan pintu terbuka untuk pemotongan bila ekonomi menjamin," tutur Kevin Grice, ekonom senior pada American Express Bank. Bunga Fed fund berjangka sepenuhnya akan memangkas 25 basis poin di minggu ini namun peluang untuk rate cut 50 basis poin telah terbagi dua minggu silam.

Para investor juga akan memantau survei sentimen ekonomi ZEW Jerman di hari Selasa, bulletin ECB bulanan hari Kamis dan angka final dari fitur inflasi zona eropa bulan Nopember di hari Jumat guna melihat bilamana sikap kebijakan ECB ditempatkan. "Implikasi kebijakan dari proyeksi staff untuk suku bunga akan tetap bertahan namun dengan kecenderungan jangka-pendek ECB masih akan menaikkan ketimbang memangkas suku bunga," ungkap BNP Paribas.

ECB telah menahan bunga pada 4 persen minggu silam, menyebutkan tekanan inflasi kembali mendominan. Namun Presiden Jean-Claude Trichet ditangkap oleh sebagian investor ketika ia mengungkapkan sejumlah putusan anggotanya yang mengarah pada kenaikkan bunga. "Kami perkirakan ini akan berubah sebagai petunjuk terbangunnya pelemahan pertumbuhan dibanding perkiraan ECB. Ini akan menyita waktu." Investor juga akan mencerna data harga produsen dan konsumen A.S di Kamis dan Jumat sebagai prospek kemungkinan Fed menurunkan kebijakan.

Dollar Naik Dua Minggu Berturut-Turut Seiring Meredanya Kekhawatiran Kredit

Dollar mengalami kenaikan selama dua minggu berturut-turut terhadap yen seiring berkurangnya kekhawatiran di sector kredit yang dapat membawa ekonomi AS ke resesi. Kenaikan dollar juga didukung oleh Presiden AS George W.Bush yang mengumumkan rencana nya untuk melawan sistem kredit KPR. Pengumuman tersebut membantu rebound pada pasar equity. “Kita akan melihat rebound dollar, dan saya tidak akan terkejut melihat penguatan lebih lanjut,” kata Gavin Friend, sebagai kepala strategi valas di Commerzbank AG di London.

Kenaikan saham rata-rata Jepang Nikkei 225 minggu ini sebesar 1.8% juga memotivasi para investor untuk memanfaatkan perdagangan carry trade. Nikkei memiliki korelasi dengan yen sebesar minus 0.93 tahun lalu, berdasarkan data yang dikompilasi dari Bloomberg. Nilai minus 1 berarti kedua-duanya cenderung bergerak secara berlawanan. “Yen sedang berada dalam trend melemah,” kata Gregg Gibbs, strategis valas di Sydney, ABN Amro Holding NV, bank Belanda terbesar.

The Fed sedang berada dalam sistem Dual Mandat yang berarti the Fed harus mempertimbangkan inflasi dan pertumbuhan yang harus diseimbangkan resikonya, kemudian menyesuaikan kebijakannya, saat ini The Fed melihat resiko terhadap pertumbuhan semakin membesar. The ECB lain halnya – mandat mereka hanya menyesuaikan terhadap inflasi yang lebih mereka khawatirkan jika inflasi terlihat mulai meninggi. Terdapat hal lain lagi terhadap dollar, yakni masalah trade balance dan defisit Budget yang semakin mengecil, yang menjadi alasan bagus bagi apresiasi dollar.

Sepekan Saham Asia – Pasar Masih Akan Rebound, Mata Tertuju Pada The Fed

Saham-saham Asia kemungkinan besar naik lebih tinggi pekan ini terkait kekhawatiran investor berkurang pada prospek ekonomi AS, dan semua mata tertuju pada pertemuan the Fed hari Selasa dengan pasar yang mengantisipasi pemotongan bunga seperempat poin. "Sejauh ini, pemotongan bunga 25 basis poin telah diantisipasi pasar, namun kami masih dalam tahap pemulihan di pasar Asia setelah penurunan tajam di Nopember," kata Hirokazu Yuihama, strategi regional di Daiwa Institute.

Yuihama mengatakan pasar yang sensitif terhadap bunga seperti Hong Kong dan Singapura kemungkinan paling diuntungkan dari suku bunga AS yang lebih rendah, namun Taiwan, yang sangat bergantung pada permintaan AS untuk produk, kemungkinan tertekan dalam beberapa bulan terkait melambatnya ekonomi AS. Untuk pekan pertama Desember, MSCI, indikator saham Asia Pasifik di luar Jepang naik mendekati 2%, rebound dari penurunan 8.4% di November.

Investor akan memperhatikan kejutan dari data non farm payrolls hari Jumat setelah ditutupnya pasar Asia. Laporan ini diperkirakan menunjukkan kenaikan 90,000 tenaga kerja di November, setelah kenaikan 166,000 payrolls di Oktober, poling Reuters.

Di Jepang : Saham-saham kemungkinan terus gain terkait berakhirnya kekhawatiran terhadap ekonomi AS. "Pasar sepertinya relatif kuat karena masalah subprime mulai mereda," kata Yosuke Shimizu, kepala pusat investasi Monex Inc. "Penurunan indeks Nikkei kemungkinan ditopang di kisaran 15,800." Investor kemungkinan mengoleksi teknologi tinggi eksportir, didorong oleh pelemahan yen, dan saham-saham terpukul seperti trading houses, katanya, menambahkan bahwa Nikkei kemungkinan besar bergerak antara 15,800 dan 16,500.

Di Korea : Analis memperkirakan KOSPI bergerak sideways (ranging) setelah rebound dua pekan, dengan investor belum akan mengambil posisi baru menjelang pemilu presiden 19 Des dan kekhawa tiran berlanjut terhadap ekonomi AS. "Kenaikan selama dua pekan terakhir mencerminkan ekspek- tasi pemotongan suku bunga AS dan langkah pemerintah pada peminjam mortgages, namun tak seorangpun yakin ekonomi AS cukup sehat," kata Kim Hak-kyoon, analis Invest & Sekuritas Korea.

Di Hong Kong : Banyak analis bertaruh momentum akselerasi Hong Kong bisa menempatkan pasar di atas level resistance 30,000. Investor kemungkinan mendorong saham naik sebelum pertemuan the Fed, lalu kemudian masalah cash, kata mereka. "Begitu banyak berita yang telah diantisipasi pasar," kata Howard Gorges. "Kemungkinan ada sedikit aksi ambil untung."

Di China : Indeks Komposit Shanghai kemungkinan mendekati kisaran level saat ini, dengan keyakinan berbalik melambat terkait pemulihan pasar dari tertekan di Nopember. "Indeks bertahan di titik rendahnya di kisaran 4,800 poin namun reli yang kuat tidak akan berlanjut," kata Zhang.

Monday, December 3, 2007

FOKUS PEKAN INI

Perhatian Pada Data Tenaga Kerja A.S, Konferensi Pers ECB

Fokus minggu ini di dalam pasar uang adalah data non-farm payrolls A.S dan bank sentral Eropa dimana para pembuat kebijakan zona eropa kemungkinan akan menahan bunga, namun peringatan keras tetap pada inflasi, sementara Bank of England kemungkinan juga akan tetap menahan. Pernyataan terkini dari Pimpinan Federal Reserve Ben Bernanke dan Wakil Pimpinan Donald Kohn telah menaikkan ekspektasi pasar atas pemangkasan suku bunga AS bulan Desember dan investor saat ini menantikan munculnya data sebagai sinyal atas lemahnya ekonomi.

Data terakhir dari pasar tenaga kerja A.S, akan dirlis Jumat, diperkirakan akan melahirkan pekerja sebanyak 73,000 di Nopember, setengah dari jumlah bulan sebelumnya. "Naiknya tenaga kerja di bulan Oktober relatif menopang seiring peningkatan 166,000 pekerja dibulan itu. Selama waktu ini, fitur kemungkinan menjadi lebih kecil, khususnya terkait dengan memburuknya data jobless claims mingguan yang meneguhkan sejumlah kekenduran di pasar buruh," ucap Philip Shaw, kepala ekonom pada Investec. Turut pada agenda pekan ini adalah indeks manufaktur Institute for Supply Management A.S untuk bulan Nopember hari Senin pukul 2200 WIB.

Para investor akan memantau data ISM serta komponen data tenaga kerja sebagai petunjuk pada non-farm payrolls. Bank Sentral Eropa diperkirakan luas akan menahan bunga tetap pada 4.00 persen di hari Kamis. Namun analis memperkirakan Presiden Jean-Claude Trichet akan berbicara keras pada inflasi di pertemuan pasca konferensi pers pukul 2030 WIB, khususnya setelah lonjakan inflasi di bulan Nopember. Harga konsumen di euro zone bulan Nopember menguat 3.0 persen untuk year-on-year, jauh diatas target 2 persen ECB.

Pihak Bank of England diperkirakan tetap mempertahankan bunga ketika mengumumkan keputusan- nya di hari Kamis nanti, namun ini hampir saja. Para ekonom yang di jajak Reuters memberi peluang satu banding tiga akan dipangkas. Munculnya data dari para pembuat kebijakan UK akan menjadi perhatian termasuk indeks pembelian para manajer untuk manufaktur di Nopember, hari Senin pukul 1630 WIB. Data PMI diperkirakan jatuh ke 52.5 dari 52.9. Fitur British Retail Consortium untuk Nopember akan dirilis Selasa, disusul data industrial production bulan Oktober hari Rabu pukul 1630 WIB, diprediksi menguat 0.1 persen untuk month-on-month.

Sepekan Saham Asia – Pasar Menanti The Fed Untuk Bangkit

Ekspetasi pemangkasan suku bunga AS kemungkinan akan memberi pondasi bagi saham-saham Asia untuk tetap naik selama minggu ini, meski ada kemungkinan berita baru tiba-tiba bisa melemahkan pandangan tersebut di kawasan. Tidak mempengaruhi kenaikan sebesar 5% minggu terakhir, estimasi MSCI dari saham Asia Pasifik diluar Jepang turun lebih dari 8 persen sejak mencetak rekor tinggi awal Nopember, merupakan performa terburuk semenjak September 2002.

Komentar dari 2 petinggi Federal Reserve memberikan signal lampu hijau untuk menurunkan suku bunga dapat membantu reli di pasar, namun keraguan terhadap prospek di bulan depan masih ada. Baik Bernanke dan Donald Kohn mengulangi bahasa FOMC bulan lalu bahwa resiko antara growth dan inflasi cukup seimbang. Ekonom menginterpretasikan statement 31 Oktober tersebut sebagai sinyal pembuat kebijakan memilih untuk tidak terburu-buru merubah tingkat suku bunga.

Di Jepang, investor hanya menunggu revisi data pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga, sementara hasil pertemuan dari kebijakan bank sentral akan menjadi perhatian di Australia. RBA diprediksi menahan suku bunganya pada 6.75 persen. Para investor juga akan mendapatkan petunjuk dari pidato anggota dewan Fed termasuk presiden Federal Reserve Boston yang akan berbicara mengenai subprime, serta data kunci ekonomi yang amat berpengaruh di AS seperti data non-farm payroll.

Di Jepang : Saham kemungkinan akan terus naik dengan ekspetasi terhadap rate cut AS, namun kenaikannya juga terbatas dikarenakan lingkungan ekonomi US yang masih tidak sehat "Reaksi pemangkasan suku bunga AS akan tetap tidak baik, namun kenaikan Wall Street juga akan terbatas, dan ini akan mencegah pembelian saham Tokyo secara besar-besaran,” kata Tomomi Yamashita, fund manager pada Shinkin Asset Management. Range Nikkei akan berada kisaran 15,300 – 16,100.

Di Korea : Pasar seharusnya dapat terus naik seiring dengan pembelian institusi-institusi lokal untuk melengkapi portofolionya menjelang tutup buku akhir tahun dan pada harapan pemangkasan suku bunga AS. "Ekspetasi pemangkasan suku bunga AS akan memberikan dukungan ke pasar hingga minggu depan, namun momentum naik ini akan terbatas setelah kita melihat rebound yang kuat minggu ini,” kata Shim Jae-youb, sebagai analis dari Meritz Securities "Tahanan jangka pendek akan berada di area 1,940, yang merupakan simple moving average dengan periode 60."

Di Hong Kong : Indeks benchmark Hang Seng diekspetasikan menambah gains terkait harapan pemangkasan suku bunga AS bulan Desember, namun level psikologis 30,000 seharusnya dapat membatasi kenaikan tersebut. ”Pasar masih dalam trend naik, dan sector properti akan mendukung.” kata Patrick Shum, strategis pada Karl-Thomson Securities. Suku bunga Hong Kong cenderung mengikuti siklus suku bunga US karena mata uang Negara tersebut dipatok terhadap dollar.

O’Neill – Goldman: Pelemahan Dollar Mungkin Mendekati Akhir

Kepala Ekonom Goldman Sachs Group Inc. Jim O'Neill mengatakan pelemahan dollar akan segera berakhir. Melemah sudah sangat lama,'' O'Neill berkata kepada para akademis dan pelajar di Universitas Oxford. ``Saya secara pribadi berpikir bahwa setahun dari hari ini dollar akan sedikit lebih menguat.'' Dollar telah melemah 12% terhadap euro di 2007, melemah ke rekor rendahnya pekan lalu, dan mendesak petinggi Eropa, AS dan Asia meningkatkan retorika mendukung mata uang ini. O'Neill mengatakan dia optimis bahwa menyempitnya defisit perdagangan AS akan membantu mengembalikan minat pada dollar di bulan-bulan mendatang.

Ekonom Goldman juga mengatakan bahwa pola yang digunakan oleh analisis bank investasi menunjukkan rasa pesimis pada dollar diantara komentator pasar dan partisipan mendekati puncaknya. ``Saya akan wasdapai pelemahan dollar,'' kata O'Neill. Namun, ia “tidak memiliki pertunjuk” apa yang akan terjadi pada mata uang “dalam beberapa pekan kedepan.”.

O'Neill mengatakan performa the Fed dan Bank Inggris sejak masalah pasar kredit di Agustus “mengecewakan” dan mengkritik bank sentral AS karena “tidak menentu.” Wakil Ketua The Fed Donald Kohn mengatakan bank sentral harus “fleksibel dan pragmatis” ketika merespon “tingginya pergolakan “ di pasar kredit. Ketua Ben Bernanke memperingatkan soal “Tingginya resiko inflasi” pada 8 Nopember.