Monday, October 29, 2007

FOKUS PEKAN INI

Keputusan Bunga Fed Dan Data Ekonomi Lain Dalam Fokus

Keputusan suku bunga Federal Reserve A.S akan menjadi pusat perhatian pekan ini, menyaingi perhatian investor seiring lambatnya pendapatan terkini dari perusahaan top Eropa serta data ekonomi. "Dunia akan tertuju pada bank sentral A.S atas keputusannya di tengah pekan," ungkap Dennis Nacken, analis Allianz Global Investors. Pada pertemuannya Rabu minggu ini, Federal Open Market Committee, yang memotong bunga pinjaman setengah persen poin bulan lalu, diperkirakan menurunkan bunga lagi. Keputusan di jadwalkan pukul 0115 WIB. "Intervensi lain oleh bank sentral akan membantu mengembalikan kepercayaan konsumen setelah krisis mortgage," kata Nacken.

Bernd Meyer, pakar strategi di Deutsche Bank, yang memperkirakan Fed bakal pangkas bunga seperempat persen poin, mengatakan: "Kekhawatiran pasar meningkat seputar resesi. Dan bila saat ini Fed melakukan sesuatu, ini bisa mencegah resesi, maka pasar akan menunjukkan sejumlah sinyal pemulihan." Banyaknya data kunci juga akan memberi pemahaman lagi ke dalam ekonomi A.S, yang telah menderita dari lambatnya pasar perumahan A.S. Sementara data pendahuluan produk domestik bruto A.S kuartal tiga hari Rabu, catatan indeks manufaktur ISM bulan Oktober di Kamis serta non-farm payrolls hari Jumat akan diperhatikan cermat oleh para pelaku pasar.

"Selama ekonomi A.S terus mencatat pertumbuhan, itu cukup lemah untuk memperkirakan pemotongan bunga selanjutnya namun tidak selemah besarnya resesi yang ditakutkan, berharap kesuksesan terkuaknya ekonomi kemungkinan akan memicu gerak volatile naik pada pasar ekuiti," kata ahli strategi ekuiti pada UniCredit, Gerhard Schwarz. Pasar uang saat ini sepenuhnya menilai ada pemotongan 25 basis poin pada suku bunga utama A.S minggu ini. Ini menyusul rangkaian lemahnya indikator ekonomi dan laporan pendapatan bank yang menunjukkan kerugian besar serta kemerosotan yang dihasilkan dari kolapsnya pasar kredit subprime dan krisis perkreditan.

Analis Memprediksi 30% Peluang Pemotongan Bunga Secepatnya di Nopember

nyentuh level tinggi tiga bulan terhadap dollar dan menguat terhadap yen karena investor, didorong oleh kenaikan saham Eropa dan Asia, kembali ke posisi carry trades. "Carry trades kembali tidak jelas selama 24 jam terakhir dan minat pada resiko kembali muncul," kata Russell Jones, kepala fix income dan riset global valas di RBC Capital Markets.

"Akan tetapi, Saya kira tekanan finansial akan kembali dan sangat volatile yang membuat anda sangat tidak suka." Sterling – dengan suku bunga paling tinggi di negara industri G7 – diuntungkan dari carry trades ketika investor meminjam mata uang yield rendah seperti yen untuk membeli investasi yield lebih tinggi.

Dengan sedikitnya data domestik pada hari Jumat dari data harga perumahan September dari Land Registry, sterling akan terus mendapatkan arahnya dari minat resiko dan kinerja saham, kata analis. Investor akan melihat data mortgage approvals dan lending hari Senin untuk petunjuk lebih lanjut prospek ekonomi Inggris dan prospek suku bunga. Poling analis dari Reuters menunjukkan 30% peluang pemotongan bunga secepatnya Nopember.

Sepekan Saham AsiaThe Fed, Pendapatan Dalam Fokus

Saham Asia bisa mencapai puncak baru minggu ini jika bank sentral AS merendahkan suku bunga dan mencoba untuk meredakan kekhawatiran investor soal krisis kredit dan lesunya perumahan bisa menimbulkan resesi ekonomi di Amerika Serikat. Namun probabilitas meningkat sehubungan penurunan pasar regional dengan kondisi ekonomi AS yang sedang berjuang, dollar melemah dan harga minyak menyentuh rekor tinggi baru.

Akan tetapi, pengamat pasar mengatakan bahwa prospek pertumbuhan relatif kuat Asia dan apresiasi mata uang Asia adalah sebagian alasan utama mengapa investor beramai-ramai investasi di regional. "Investor amat antusias dalam mengambil keuntungan dari persepsi bahwa regional dalam kondisi lebih baik. Kondisi domestik positif," kata Mark K kepala ekskutif Asia Pasifik dari Allianz RCM.

"Kami melihat angka pertumbuhan muncul dari China dengan margin error, sangat kuat. Ekonomi Hong Kong sangat bagus, demikian juga Singapura. Sehingga regional secara keseluruhan dalam kondisi yang sangat bagus." MSCI pengukur saham Asia Pasifik diluar Jepang menyentuh rekor tingginya pada 26 Oktober dan naik lebih dari 70% tahun ini. Indeks saham MSCI mencetak gain lebih 14% tahun ini dan masih ada ruang untuk berlanjut sebelum kembali ke level puncak 11 Okt.

Pendapatan masih akan menjadi fokus utama bagi investor di minggu-minggu mendatang dengan Nippon Steel, pembuat baja kedua terbesar dunia, saham utama Korea Selatan Kookmin Bank dan saham perminyakan China dan produsen gas CNOOC diantara perusahaan besar yang akan memberi laporan. Komite Pasar Terbuka Federal Reserve AS akan mengadakan pertemuan dua hari, Selasa dan Rabu.

Di Jepang : Saham-saham kemungkinan terus mencetak gain di sesi-sesi mendatang setelah tingginya pendapatan dari perusahaan besar seperti Sony dan Honda Motor mendorong mengangkat sentimen. "Pasar telah mencetak gain di sesi sore karena pendapatan bagus. Jika lebih banyak pendapatan diumumkan minggu ini, indeks Nikkei diperkirakan naik di atas 16,500 dan menjaga level itu," kata Hiroyuki Fukunaga, kepala strategist di Rakuten Securities.

"Perhatian pasar tertuju pada kebijakan suku bunga di Jepang dan AS karena kedauanya, Bank Jepang dan the Fed mengadakan pertemuan," tuturnya, menambahkan indeks Nikkei kemungkinan diperdagangkan antara 16,450-16,900. Indeks Nikkei naik 1.4% di 16,505 hari Jumat.

Di Korea : Saham-saham kemungkinan masih volatile karena investor memperhatikan pertemuan Fed yang diperkirakan memangkas bunga untuk mengurangi dampak dari krisis subprime mortgage. Investor juga akan memperhatikan rangkaian data ekonomi lokal termasuk angka ekspor Oktober sebagai petunjuk bagaimana melambatnya ekonomi AS mempengaruhi permintaan pada produk Korea Selatan, dan pendapatan dari saham besar seperti Kookmin Bank. "Pasar kemungkinan berjuang untuk mendapat arah minggu ini, sangat reaktif pada berita yang datang dari AS. Sulit untuk memprediksi arah yang jelas dari pasar," kata Rho Y.S., strategist pasar di Hyundai Secur.

Di Hong Kong : Semua mata akan mengarah pada pertemuan the Fed dengan investor yang berharap pemotongan lebih lanjut suku bunga, yang bisa menggerakkan pengembang property Hong Kong ke level tinggi. Hong Kong yang sensitif pada kondisi suku bunga AS karena mata uang dipatok terhadap dollar AS. "Jika the Fed memangkas bunga sebesar 25 basis poin, pasar akan terus melanjutkan rely," kata Steve Leung, direktur di UOB Kay Hian Holdings.

Monday, October 22, 2007

FOKUS PEKAN INI

Pasar Menanti G7 Dan Memeriksa Parahnya Kredit Sebagai Petunjuk

Kecemasan yang membendung dari krisis di pasar kredit subprime A.S selama musim panas telah tersembunyi dibalik layar akibat saham-saham Eropa pulih dari pukulan di bulan Agustus. Mereka muncul kembali pekan lalu seiring angka-angka yang mengecewakan dari Bank of America dan Citigroup yang berpengaruh pada saham perbankan dunia. Para ekonom saat ini khawatir bahwa sektor lain juga akan melaporkan hasil yang buruk, terkait total efek dari krisis subprime menjadi nyata. "Kami memiliki dikotomi ini... diakui bahwa ekonomi A.S dalam masalah dan terdapat upaya untuk tumbuh secara intensif, dimana pasar ekuiti terlihat relatif bertahan dari itu," ungkap Ken Wattret, kepala ekonom pasar zona eropa di BNP Paribas.

"Itu merupakan awal perubahan. Terlihat selama pekan ini merupakan titik perputaran," katanya. Data ekonomi kunci minggu ini termasuk UK CBI orders hari Selasa, survei kepercayaan konsumen GfK Eurozone dan lintas Atlantik, serta data durable goods A.S dan jobless claims. Namun para ekonom mengatakan angka existing and new home sales A.S hari Rabu nanti bakal menjadi hal yang penting bagi pasar. Sementara dollar mencetak rekor rendah baru terhadap euro dan lima mata uang besar hari Jumat lalu, tertekan karena tumbuhnya pandangan bahwa lambatnya ekonomi A.S akan memacu pemotongan lain di dalam suku bunga bulan ini.

Para trader juga menjual matauang A.S menjelang pertemuan para menteri keuangan Group of Seven dan sejumlah bank sentral di Washington. Terdapat sejumlah spekulasi bahwa pernyataan mereka di hari Jumat akan membahas pelemahan dollar dan ketidakseimbangan valuta lain. Namun mayoritas analis tidak memperkirakan G7 akan merubah pesan-nya pada mata uang, dan dikatakan greenback akan bebas melanjutkan tren penurunan-nya ketika pertemuan berakhir.

"Suramnya dollar terus berlanjut ... Pada poin ini kita percaya bahwa pemotongan bunga baru, mungkin 25 basis poin, akan diumumkan di akhir bulan ini," tutur Roberto Mialich, pakar strategi FX para UniCredit di Milan. Bila dollar merupakan kekalahan utama dari perubahan ekspektasi bunga, dengan diferensial yield U.S./euro zone saat ini di level terkecilnya selama tiga tahun, maka yen si penghasil yield-rendah merupakan penguntung terbesar dari naiknya ketidak-mauan beresiko.

Sepekan Saham Asia – Pendapatan Telah Siap, Fokus Ke Kekhawatiran Kredit

Pasar saham Asia akan menanti beberapa laporan pendapatan yang akan diumumkan pada minggu ini yang tengah bergulat dengan kekhawatrian kredit yang membantu gain delapan pekan beruntun bagi saham regional. Namun kuatnya pendapatan dari raksasa teknologi A.S termasuk Apple dan Microsoft akan menaikkan minat. Pekan silam, Intel Corp, Yahoo Inc dan Google Inc mencatat hasil kuat, namun pendapatan mengecewakan dari sejumlah bank A.S telah menaikkan kekhawatiran bahwa masalah di pasar kredit telah bekerja di luar jalur sistem.

"Saya melihat kondisi bullish pada sektor teknologi," ujar Burkhard Varnholt, kepala analis dari Swiss asset manager Bank Sarasin. "Kunci dari pendapatan perusahaan terletak pada perangkat keras komputer, semikonduktor dan communicativet. Kenaikan indeks dinilai terlalu tinggi bila para investor dalam melakukan penilaian pendapatan terlihat stagnan."

Di Jepang: Laporan tingkat pendapatan dan kondisi ketidak pastian yang terjadi di pasar membuat para investor masih cenderung bergerak dalam range trading. Dollar pada posisi terendahnya dalam tiga minggu terhadap yen. Penguatan yen sejauh ini akan memangkas pendapatan di sektor ekspor. "Ini ditunjang oleh banyak perusahaan Jepang yang memperkirakan bahwa yen akan mengalami penguatan," ujar Yasushi Hoshi, analis dari Daiwa Securities. "Pada kondisi sekarang ini, yang menjadi pertanyaan adalah pendapatan yang berada pada posisi yang tidak baik hal tersebut banyak dipengaruhi oleh nilai tukar yang kurang menunjang." Nikkei diperkirakan akan bergerak dalam range antara 16,500 dan 17,200 minggu ini.

Di Korea: Pasar saham mulai terlihat sulit untuk merangkak naik terfokus pada kondisi pertumbuhan ekonomi global, sektor kredit global, dan ketidak-pastian sektor pasar modal yang dimotori oleh sektor ekspor China. Sebelumnya telah terjadi kekhawatiran terhadap naiknya Kospi dalam level tertingginya bulan ini, para investor juga akan mencari issue terhadap perusahaan terkait seperti Hyundai Motor. "Harga minyak sejauh ini terus naik, namun sejauh ini belum terlihat dampaknya terhadap tingkat permintaan masyarakat, tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi ini berimbas pada sentimen pasar," ujar Kim Jeong-hwan, analis dari Woori Investment dan Securities.

Di Hong Kong: Pendapatan perushaan seperti pada China Mobile dan sektor Industrial serta Commercial Bank of China akan mengawali kinerjanya minggu ini, ini merupakan musim dimana perusahaan banyak yang akan melaporkan pendapatanya. "sementara itu ketidak pastian masih akan tetap menjadi pengendali pasar; ternyata memang likuiditas yang memiliki peran terhadap pasar," ujar Andy Lam, analis Harris Fraser.

ANALISA – Faktor-faktor Teknikal Penyebab Berlanjutnya Pelemahan Dollar

Dollar yang tergelincir kemungkinan belum akan menemukan pertolongan dari pelemahan yang cukup besar, dengan chart teknikal menunjukkan dollar bisa dipatri di rekor rendahnya terhadap euro untuk sementara. Dealer yang terutama menggunakan harga historikal pada grafik, memperkirakan target $1.4550 terhadap euro, khususnya setelah mata uang euro menguat ke level tinggi sepanjang sejarah di atas $1.4300. Investor masih khawatir pada dollar, khususnya lemahnya data perumahan menimbulkan kekhawatiran the Fed akan tetap memangkas suku bunga untuk mencegah resesi ekonomi AS.

Aksi jual stabil sejak Agustus telah menyeret dollar ke teritory jenuh jual awal Oktober, mendorong terjadinya koreksi jangka pendek yang mengangkatnya ke level netral. Namun masih ringkih untuk aksi jual kembali setelah data pekan ini menunjukkan U.S. housing starts di titik rendahnya dalam 14 tahun terakhir dan Bank of America melaporkan penurunan 32% pada laba kuartalnya. Trader merespon dengan mendorong euro ke level tinggi sepanjang sejarah di atas $1.43. Indeks dollar, pengukur nilai dollar terhadap enam mata uang utama, melemah ke level terendahnya sejak diber- lakukan nilai tukar mengambang bebas tahun 1970an setelah kolapsnya perjanjian Bretton Woods.

"Kondisi melemah di kiasaran $1.40 membuat valuasi bergerak dari jenuh beli ke netral, sehingga dari valuasinya, bisa bergerak ke level puncak baru," kata George Davis, senior analis teknikal di RBC Capital Markets. "Indikasi ada ruang tambahan untuk bergerak lebih." Davis mengatakan chart saat ini menunjukkan resistance di $1.4357, trend besar berikutnya, dengan melewati level $1.4406. Dan dia mengatakan momentum pasar menunjukkan level pertama bisa disentuh di awal pekan depan. Setelahnya, chart teknikal menunjukkan puncak channel ke awal September di $1.4545, kata Andrew Chaveriat, analis teknikal di BNP Paribas di New York.

Monday, October 15, 2007

Target Euro berikut $1.45, akhir tahun ini???

Disiplin secara verbal sangat penting bagi pasar uang, Presiden European Central Bank Jean-Claude Trichet mengatakan pada CNBC Eropa dalam wawancara eksklusifnya, merupakan permohonan terselubung ke Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan petinggi Eropa lainnya untuk mendukung kebijakan ECB.

ECB memiliki resiko berselisih dengan dengan the Fed jika otoritas moneter Amerika memotong lagi suku bunga. Dengan terbentuknya tekanan inflasi, ECB masih membutuhkan kenaikan suku bunga, tapi ini akan mendorong euro bahkan akan semakin kuat terhadap dolar.

Beberapa analis mengatakan euro dapat naik hingga ke $1.45 terhadap dolar di akhir tahun ini.

Berita selengkapnya, klik: http://www.cnbc.com/id/21265059

FOKUS PEKAN INI

Fokus Tertuju Pada Kredit Dan Inflasi Menjelang G7

Para investor di seputar dunia akan memusatkan perhatiannya guna melihat apakah dampak terakhir polemik likuiditas dunia ini telah masuk ke dalam ekonomi luas sehingga ketidakpastian ini menyuramkan prospek suku bunga. Minggu ini akan ada antrian data inflasi dari Amerika Serikat, zona eropa dan Inggris. Terkait komitmen para pembuat kebijakan untuk menjaga inflasi terkontrol di saat lonjakan harga makanan dan energi serta performa ekonomi yang tanggung, angka-angka ini akan meredupkan arah kepastian suku bunga di tiga wilayah ini.

Pimpinan Federal Reserve Ben Bernanke, Presiden Bank Sentral Eropa Jean-Claude Trichet dan Gubernur Bank of England Mervyn King akan tampil bersama minggu ini dalam acara pertemuan Group of Seven akhir pekan di Washington. Kelompok G7 kemungkinan akan didominasi oleh perdebatan kembali mengenai mata uang, dengan fokus utama pada apresiasi euro yang telah menyebabkan teriakan dari beberapa politikus zona eropa, dan melanjutkan tekanan pada China untuk membiarkan yuan dikontrol dengan ketat agar berapresiasi lebih cepat.

Padatnya Angka Inflasi

Data harga konsumen Inggris, Jerman dan zona eropa telah terjadwal di hari Selasa dan data inflasi A.S di hari Rabu. Dalam minutes dari pertemuan kebijakannya di September, the Fed mengatakan merasa nyaman memangkas target bunga federal-nya dengan setengah persen menjadi 4.75 persen tanpa takut akan menyulut inflasi. Namun ditambahkan bahwa berlanjutnya sifat moderat dalam tekanan harga belum terwujud. Fokus untuk data UK yang akan terpampang minggu ini adalah minutes (ulasan singkat) atas pertemuan kebijakan BoE lalu, di hari Rabu.

Sepekan Saham Asia – Pendapatan, Kongres China Dalam Fokus

Pendapatan akan menjadi fokus investor saham Asia pekan ini dengan teknologi Intel Corp akan melaporkan dan investor mencari petunjuk yang dapat melanjutkan reli di pasar regional. Kongres Partai Komunis China, partai yang sangat berpengaruh dalam lima tahun teakhir, juga akan diperhatikan untuk melihat apakah President Hu Jintao dapat terus mengkonsolidasi kekuatan. Menteri perdagangan China dan mantan gubernur reformasi dikabarkan mendapatkan pekerjaan baru dalam reshuffle di pertemuan penting tersebut, mendapati posisi senior di Negara terbesar kempat ekonomi.

Perusahaan besar Asia melaporkan pendapatan mereka di pekan ini termasuk pembuat baja Korea Selatan POSCO dan eksportir jasa perangkat lunak utama India, Tata Consultancy Services. MSCI pengukur saham Asia Pasifik di luar Jepang yang mencatat rekor empat kali secara beruntun di pekan lalu, sudah reli 40% dari titik rendahnya pada saat pasar jatuh di Agustus dan naik kira-kira 42% selama tahun ini. Sementara beberapa pasar nampak cenderung turun di tengah kekhawatiran bahwa indeks kemungkinan terlalu tinggi terkait gain yang besar, banyak analis masih optimis pada saham Asia, ditopang oleh solidnya pertumbuhan ekonomi dan prospek bagus untuk regional.

Analis JPMorgan mengatakan kondisi regional dan rasio forward price earning (PE) berada di 16.8 dan 15 kalinya lebih tinggi dibandingkan regional lainya termasuk Jepang. "Kendati valuasi tinggi, kondisi moneter dan momentum pertumbuhan pendapatan masih menarik untuk ekspansi PE," kata strategist regional Adrian Mowat. "China masih yang paling top, dipicu oleh momentum pendpatan dan aliran modal. MSCI Hong Kong mengikuti saham-saham China," tuturnya.

Di Jepang : Pasar kemungkinan naik di minggu baru namun saham teknologi tinggi akan mendapatkan petunjuk dari laporan laba perusahaan utama seperti Intel Corp. "Perusahaan teknologi tinggi bisa tertekan jika pendapatan seperti Intel pekan ini tidak bagus," kata Hiroyuki Fukunaga, kepala strategist di Rakuten Securities. "Namun pasar kemungkinan mengabaikan jika volume perdagangan relatif terjaga, dipicu oleh saham-saham sumber alam, termasuk trading houses dan shippers." Dia mengaatkan indeks Nikkei kemungkinan bergerak antara 17,100-17,600. Ditutup hari Jumat di 17,331.17.

Di Korea : Saham-saham kemungkinan terus mencatat rekor di tengah keyakinan pada pertumbuhan ekonomi dan investor retail terus masuk ke pasar reksa dana, mendorong likuiditas. Namun langkah gain bisa melambat jika pendapatan dari beberapa blue chip mengecewakan. Mobile phone LG Electronics Inc dan pembuat baja POSCO diantara pendapatanya yang perlu diantisipasi. "Trend naik akan berlanjut, karena pemulihan ekonomi domestik dan harapan pendapatan akan meningkat," kata Kim Joong-hyun, seorang analis di Goodmorning Shinhan Securities.

Di Hong Kong : Kongres Partai Komunis China yang ke 17, yang dimulai hari Senin, bisa membuat pasar bergerak sempit karena investor khawatir Beijing mengambil langkah kebijakan pengetatan moneter. "Volatilitas di pasar kemungkinan akan meningkat," kata Patrick Shum, strategist di Karl-Thomson Securities, yang memperkirakan indeks Hang Seng mendapati support di 27,500. "Pasar akan mengalami koreksi, namun kemungkinan jangka pendek dan rebound kemungkinan besar dengan cepat mengikuti."

Deutsche Bank – Dollar Australia Bisa Melemah ke 84 Sen

Deutsche Bank AG, trader valas terbesar dunia memperkirakan dollar Australia bisa lebih melemah daripada lebih kuat pada nilai menuju setara dengan dollar AS. Deutsche memprediksi aussie kemungkinan melemah sejauh 7.3% pada “nilai yang cocok” di kisaran 84 sen AS. National Australia Bank Ltd. dan Commonwealth Bank of Australia, dua bank terbesar, memprediksi reli aussie masih akan berlanjut. Aussie menguat 1.4% tahun ini, terbaik sejak 2003.

``Dengan dollar Australia yang terlihat relatif mengikuti fundamental dan karena kami melihat pertumbuhan melemah secara moderat, kami kira mata uang bergerak ke “nilai yang cocok” di level kisaran 84 sen sampai 85 sen lebih mungkin dibandingkan menuju setara di bulan-bulan mendatang,'' kata John Horner, strategist valas di Deutsche di Sydney. Bank sudah menaikkan perkiraan pada dollar Australia di minggu-minggu ini akibat spekulasi ekonomi booming akan mendorong bank sentral menaikkan suku bunga dan karena dollar AS kemungkinan melemah.

Dollar Australia kemungkinan di 86 sen sebelum akhir tahun, menurut perkiraan median 42 analis dalam jajak pendapat Bloomberg News. Kondisi ini naik dari 82 sen bulan lalu. Commonwealth Bank of Australia menaikkan perkiraan akhir tahun menjadi 92.50 sen dan mengatakan kemung- kinan mencapai 95 sen sebelum Juni 2008. National Australia Bank menaikkan estimasi 2007 bulan lalu menjadi 89 sen. Stephen Koukoulas, strategi global TD Securities Ltd., mengatakan pekan lalu aussie kemungkinan mencapai kesetaraan sebelum akhir 2008 karena bank sentral akan menaikkan suku bunga dari level 6.5% level tinggi dalam 11 tahun terakhir untuk mengendalikan inflasi.

Monday, October 8, 2007

FOKUS PEKAN INI

Data Ritel Dan Inflasi Dicermati Sebagai Petunjuk Bunga

Kuatnya data U.S. jobs Jumat lalu memberikan nada semangat di dalam pasar ekuiti minggu ini terkait investor mendapat hati dari sinyal pertumbuhan ekonomi, sementara perdagangan terkini dari antrian perusahaan-perusahaan UK akan menjadi fokus. Investor Eropa akan mengkaji data ekonomi guna mengukur dimanakah bunga pinjaman di seluas dunia ini yang tertinggi, setelah pernyataan dari sejumlah bank menyeret sebagian untuk mengakhiri buruknya krisis kredit yang akan berlalu. Berita ekonomi penting di Eropa minggu ini termasuk GDP Eurozone kuartal dua, fitur Indeks Harga Produsen UK bulan September serta data industrial production Italia.

Para pakar strategi menyebutkan investor kemungkinan akan fokus terutama pada data ekonomi penting dari seputar Atlantik, bersamaan dengan data retail sales A.S bulan September dan angka sentimen konsumen dari University of Michigan untuk Oktober keduanya hari Jumat. "Semua khawatir pada penguatan atau sebaliknya pada konsumen A.S, tidak diragukan retail sales akan menjadi indikator penting bagi pasar pakan ini," kata Peter Dixon, ekonom Commerzbank. "Kami tidak akan melihat angka penjualan ritel amat kuat dan pasar akan sensitif thd penurunan," katanya.

Di hari yang sama, data Indeks Harga Produsen A.S bulan September, ukuran inflasi penting, juga akan diperhatikan cermat. Investor juga akan fokus pada rilisan minutes Federal Reserve A.S dari pertemuan September di hari Selasa, setelah bulan lalu memacu bantuan reli di pasar saham global dengan memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin. "Ini akan menjadi menarik dengan mendapat sejumlah pegangan dari apa yang Fed pikirkan terkait keadaan saat ini di ekonomi," kata Dixon.

Kehawatiran yang terus menerus bahwa kondisi kredit kian memburuk yang dapat memicu ganasnya siklus kemerosotan aktivitas ekonomi, terbantu dengan putusan bulan lalu dari Federal Reserve A.S yang membuat kejutan besar dengan memangkas suku-bunga. Sebelum melonjaknya gagal bayar kredit menumpulkan minat investor untuk beresiko dan melambatkan aliran kredit yang menetes musim panas ini, Pimpinan Fed Ben Bernanke tengah menimbang bagaimana jatuhnya dalam ketersediaan kredit akan memicu lonjakan bunga pinjaman yang dapat melumpuhkan ekonomi luas.

Sepekan Saham-Saham Asia – Pendapatan Nampak Memberikan Petunjuk Baru

Investor kemungkinan kembali sangat khawatir setelah mendorong saham Asia ke puncak baru selama tiga pekan secara beruntun, namun pada dasarnya kondisi masih kuat karena meredanya kekhawatiran terhadap masalah kredit global. Pasar tampaknya mengambil petunjuk dari hasil laba karena perusahaan-perusahaan besar seperti Samsung Electronics, pembuat chip memori utama dunia, Infosys Technologies, eksportir jasa software No. 2 India, menjadi kunci AS termasuk perusahaan aluminium Alcoa Inc melaporkan pendapatan kuartalnya.

Pasar keuangan di China daratan kembali bertransaksi setelah libur panjang nasional. Karena kuatnya pertumbuhan ekonomi regional dan valuasi yang masih wajar, meskipun murahnya harga tidak berlangsung lama, analis mengatakan propsek untuk Asia secara umum masih positip. Taiwan, misalnya, paling menarik dibandingkan dengan Asia lainnya dan saham global, kata beberapa pemain pasar. Ini adalah “Pasar saya rasa terus undervalued dan menunjukkan pendapatan tertinggi dunia per saham tahun ini,” kata Burkhard Varnholt, kepala investasi di asset Bank Sarasin Swiss.

Pengukur saham Asia Pasifik MSCI di luar Jepang naik selama tujuh minggu lalu, menyentuh rekor tingginya secara beruntun tiga pekan sebelumnya. Reli lebih dari 30% dari titik rendah Agustus setelah pemotongan suku bunga the Fed membantu meredakan kekhawatiran pada kredit global akibat krisis pasar U.S. subprime mortgage. Awal pekan, investor kemungkinan bereaksi pada laporan berpengaruh non farm payrolls AS yang akan diumumkan setelah pasar Asia tutup hari Jumat tanggal 5 Oktober.

Di Jepang : Investor akan fokus pada machinery orders dan berita-berita mengenai dampak masalah subprime pada perusahaan keuangan AS, kata Soichiro Monji, chief strategist di management saham di Daiwa SB Investments. "Pengaruh dari subprime belum terlihat pada tingkat pendapatan beberapa perbankan AS dan kemungkinan akan ada berita mengenai soal tersebut pekan ini. Yang akan mempengaruhi pasar Jepang," tuturnya. Monji juga mengatakan bahwa pasar akan tetap memperhatikan penawaran saham ke publik dari perusahaan keuangan Sony Corp. Dia memperkirakan Nikkei bergerak antara 16,500 dan 17,500.

Di Korea : KOSPI diperkirakan di perdagangkan di kisaran level 2,000 tanpa arah yang jelas dengan investor yang enggan untuk membuat taruhan besar menjelang pendapatan kuartal dari perusahaan besar seperti Samsung Electronics. "Pekan ini, pendapatan perusahaan menjadi kunci untuk arah pasar. Akan ada penyesuaian di pasar setelah terjadi gain," kata Oh Hyun-seok, analis di Samsung Securities. "Namun Saya kira KOSPI akhirnya akan bertahan di atas level 2,000."

Di Hong Kong : Investor akan memperhatikan pasar saham China daratan pada saat China membuka kembali pasar bisnis setelah libur panjang, debut saham-saham baru akan muncul pekan ini, dengan banyak harapan masih tetap dalam kondisi sehat. "IPO kemungkinan naik dalam debutnya, khususnya saham yang sedang hit seperti Xindin Mining," kata Jackson Wong, manager investasi di Sekuritas Tanrich.

Dollar Akan Akhiri Reli, Melemah ke 100 Yen di 2008, Perkiraan MUFG

Reli dollar kemungkinan singkat dan kemungkinan melemah serendah 100 yen sebelum 2008 karena the Fed memangkas suku bunga, kata Osamu Takashima, analis Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. Nilai tukar secara efektif di pengaruhi oleh the Fed, rebound ke 74.80 pada 4 Okt, setelah menyentuh titik rendahnya 74.73. nilai ini adalah kalkulasi terhadap tujuh mata uang yang menjadi patner dengan AS, berbasis angka 100 Maret 1973.

Reli dollar “fenomena sementara” akibat investor asing membeli sekuritas AS karena pasar kredit global merugi, kata Takashima dalam wawancara di Tokyo. Banknya adalah bagian dari Mitsubishi UFJ Financial Group Inc., perbankan terbesar Jepang. Penurunan bunga menguntungkan untuk AS selama Negara industri lainnya kemungkinan tetap memegang dollar lemah, kata Takashima. Dia memprediksi bahwa the Fed akan merendahkan bunga pinjaman menjadi 4.5% dalam tahun ini untuk mendukung ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.

Pertengahan 2008, dollar kemungkinan diperdagangkan di $1.52 terhadap euro, $2.11 terhadap pound Inggris dan 95 U.S. sen terhadap dollar Australia, katanya. Dollar kemungkinan melemah terhadap yen, jatuh ke 108 yen sebelum semester pertama tahun depan dan 100 yen sebelum 2008, kata Takashima.

Monday, October 1, 2007

FOKUS PEKAN INI

Perhatian Masih Kepada Tekanan Kredit Dan Suku Bunga

Para investor akan berhati-hati atas sinyal bagaimana bank mengatasi tekanan kredit dan bagaimana ini mempengaruhi ekonomi riil, menurut para strategists dalam menelaah minggu ini dengan minim- nya berita korporat di agenda. Kalender data ekonomi, di sisi lain, berisi sejumlah indikator vital untuk dipantau dan kebijakan moneter juga akan menjadi kunci dasar terkait Bank Sentral Eropa dan Bank Inggris bertemu – keduanya hari Kamis – untuk putuskan suku bunga. Prospek untuk partum- buhan ekonomi, penggerak atas prospek pendapatan korporat, akan berimbas pada pasar saham.

"Bila kondisi ekonomi secara umum memburuk, laba perusahaan akan mendapat pukulan besar," kata Societe Generale dalam catatan riset lintas-aset. "Ada peningkatan resiko bahwa krisis pasar kredit jatuh masuk ke dalam ekonomi riil," katanya. Menunjukkan kekhawatiran yang sama, LandesBank Berlin (LBB) menyebutkan ada sikap skeptis seputar prospek pasar saham jangka pendek. Tema yang di sorot untuk agenda ekonomi makro pekan ini adalah ISM-manufaktur A.S hari Senin dan non-farm payrolls A.S hari Jumat. Sederet indikator zona eropa juga tersedia.

Baik ECB maupun BoE diperkirakan luas oleh analis akan membiarkan suku bunga tetap unchange, namun pemerhati pasar akan mengkaji komentar penyerta sebagai petunjuk seputar arah dari potensi perubahan kebijakan moneter mendatang. "Kami perkirakan ECB akan menjaga sikap wait-and-see," kata Commerzbank. "Ini akan menjaga pilihannya terbuka untuk kenaikkan suku bunga selanjutnya di kemudian hari," katanya, ECB sebenarnya menginginkan "fakta besar" terkait efek dari krisis pasar uang pada ekonomi riil sebelum memutuskan perubahan berikutnya.

Dollar Diperkirakan Melemah Lagi

Dollar diperkirakan akan terus menembus rekor rendah selama pekan ini, seiring para investor fokus pada laporan tenaga kerja bulan September sebagai petunjuk tambahan atas lambatnya ekonomi A.S dan potensi menurunnya suku bunga. Dollar mendapat tekanan jual selama bulan September setelah laporan yang memaparkan besarnya pelemahan pada pasar tenaga kerja bulan Agustus, dan investor khawatir sang greenback akan mengikuti skenario yang sama di Oktober bila sinyal masalah di dalam pasar kredit masuk kembali ke dalam ekonomi riil.

Sepekan Saham Asia – Rekor Minyak, Lemahnya Dollar Ancam Pergerakan

Kondisi reli di pasar saham Asia dapat kehilangan tenaga seraya pertengahan-Oktober merupakan awal dari laporan pendapatan perusahaan lintas regional, sementara bagi investor ini sulit untuk mengabaikan resiko atas rekor harga minyak dan lemahnya dollar. Kuatnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri serta prospek pemangkasan suku bunga A.S selanjutnya telah memicu gain di wilayah, seiring MSCI Asia diluar-indeks saham Jepang, menyentuh rekor gain sekitar 12 % di September, bulan terkuatnya dalam delapan tahun.

China, sejauh ini menjadikan sektor eksport sebagai fokusnya, masa liburan dalam minggu panjang berpotensi untuk dijadikan momentum di pasar terutama Hong Kong dan Korea Selatan. "Kenaikan index terlalu jauh, pasar modal terlihat sepi dan kami akan fokus pada laporan pendapatan.

"Harga minyak yang membumbung menjadi fokus utama bagi pasar modal, dan melemahnya dollar tidak baik terhadap pertumbuhan sektor export." Para investor saat ini benar-benar berhati-hati mengantisipasi koreksi tajam jangka pendek dan memang tidak dapat dihindari" ujar Gajendra Nagpal, kepala analis Unicon Financial Intermediaries di Bangalore, India.

Di Jepang: Indeks masih terlihat naik setelah kosentrasi pasar pada ekonomi dalam negeri yang sebelumnya pada performa kurang baik, namun kita dihadapkan pada sesi laporan keuangan untuk bulan Oktober. "Sangat mungkin terjadi aksi ambil untung pada minggu ini setelah kenaikan dalam beberapa minggu terakhir, namun bukan tidak mungkin index masih dapat untuk mencoba kenaik kanya," ujar Hiroichi Nishi, general manager pada Nikko Cordial Securities. Nishi memperkirakan bahwa Nikkei bergerak dalam range antara 16,300 hingga 17,200 poin.

Di Korea: Kenaikan yang terjadi di pasar saham Seoul akan mengalami pelambatan menjelang laporan pendapatan dari beberapa perusahaan di pertengahan October ini, walau terjadi pelambatan data ekonomi dalam minggu ini, termasuk data sector export bulan September. Agenda Pertemuan antara korea utara dan selatan yang terjadi setelah lebih dari 50 tahun terakhir terlihat turut memberi dampak ke pasar modal, walau sektor yang terkait dengan korea utara terpengaruh positive. Contohnya perusahaan yang merupakan komponen Hyundai Group, yang menjalankan aktivitas bisnisnya di sektor pariwisata korea utara, seperti Hyundai Merchant Marine Co sahamnya naik.

Di Hong Kong: Transaksi terlihat dalam kondisi pasar sedikit sepi menjelang masa liburan hari senin, dengan minimnya data dari beberapa perusahaan property China karena event liburan Golden Week. Setelah index berhasil mencapai rekornya, para investor cenderung melakukan aksi mabil untung. "tidak banyak aktivitas pada minggu ini; level konsolidasi sangat memungkinkan," ujar Antony Mak, director pada DBS Vickers.

Analisa - Dollar A.S Terpuruk, Namun Kemungkinan Tidak Ada Intervensi

Bank sentral tidak cukup siap menopang pelemahan dollar AS, namun bisa berubah jika inflasi naik, investor menghindari aset AS dan melambatnya ekonomi AS mulai menyeret pertumbuhan ekonomi dunia. Sejauh ini tidak terjadi terlalu cepat, melemahnya dollar pastinya merupakan keingingn Washington karena mendorongn ekspor AS dan mempersimpit besarnya defisit current account.

Juga, intervensi di pasar uang akan mengurangi usaha AS untuk mendesak China mengambangkan mata uang, yuan, lebih bebas, sehingga dapat mengatasi ketidakseimbangan global antara perdagagagan besar dan defisit neraca berjalan dan surplus. "Tampaknya dipahami bahwa pelemahan dollar bukanlah hal buruk, karena ketidakseimbangan perdagangan dan ekonomi AS yang relatif lemah sampai sisa tahun," kata Tony Crescenzi, kepala strategist obligasi pasar di Miller, Tabak & Co. di New York. "Saya melihat belum perlu untuk melakukan invervensi saat ini."

Dollar melemah ke rekor rendahnya terhadap euro selama enam hari secara beruntun, dan menyentuh level rendah sepanjang sejarah terhadap mata uang utama. Pelemahan dollar dipicu oleh pemotongan bunga pekan lalu untuk mendorong ekonomi mulai bertumbuh akibat memburuknya pasar perumahan dan masalah kredit karena kerugian pada mortgages AS. "Pembuat kebijakan kembali fokus pada pelemahan dollar, the Fed masih khawatir pada inflasi, Perancis yakin euro overvalued dan bahkan kementerian Jerman memberi perhatian pada hal ini," kata Mansoor Mohi-Uddin, direktur strategy valas London.