Monday, September 24, 2007

FOKUS MINGGU INI

Dollar Mungkin Bertambah Lemah vs Euro; Fokus Inflasi

Dollar mungkin akan memperbanyak pelemahannya terhadap euro dalam minggu ini terkait agresifnya pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve serta prospek menguatnya inflasi yang diperkirakan berpengaruh pada mata uang A.S. Dollar mencetak sejarah terendah terhadap euro pekan silam, dengan mata uang Eropa diperdagangkan singkat diatas $1.41. Sang greenback juga mencetak terendah dalam 31-tahun terhadap dollar Kanada. Pemotongan 50-basis-poin pada benchmark bunga federal menjadi 4.75 persen hari Selasa telah menyebabkan aksi jual dollar akibat merosotnya minat atas aset-set berdenominasi mata uang A.S.

Para investor dan analis memperkirakan angka penyusutan selanjutnya pada ekonomi A.S mungkin masih akan terluka oleh lambannya pasar perumahan. Tekanan inflasi juga meningkat seiring harga minyak menguat ke level-level rekor, kata analis. "Pasar saat ini tengah berjuang dengan lambatnya pertumbuhan, sementara ekspektasi inflasi nampak menguat," penuturan Camilla Sutton, pakar strategi valas pada ScotiaCapital di Toronto. "Ini bukan kondisi yang mendukung dollar A.S. Kami akan terus melihat pelemahan dollar selanjutnya selama minggu ini."

Kendati minimnya data ekonomi di Eropa, para pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa secara umum mengangkat retorika hawkish-nya, kontras dengan A.S dimana pemotongan bunga selanjutnya masih terprediksi. Survei Reuters yang diambil tidak lama setelah putusan bunga Fed hari Selasa menunjuk kan 12 dari 18 dealer utama yang dijajak masih perkirakan pemotongan bunga ¼ poin di Oktober, dan enam dealer memprediksi potong bunga di Desember. Selain prospek untuk suku bunga, data ekonomi di Amerika dan Eropa dapat menyebabkan sejumlah volatilitas jangka pendek pekan ini.

Kalender ekonomi A.S antara lain termasuk angka catatan existing home sales bulan Agustus dan kepercayaan konsumen untuk September, keduanya hari Selasa. Di hari Rabu, pemerintah akan merilis laporan durable goods untuk Agustus dan akan disusul dengan angka final pertumbuhan produk domestik bruto kuartal dua di hari Kamis. Dua pengukur yang berpengaruh pada inflasi, pendapatan perorangan dan indeks harga core PCE akan tayang hari Jumat.

Data inflasi yang bakal muncul di Jerman, ekonomi terbesar Eropa, yaitu dirilisnya harga import hari Selasa dan harga konsumen hari Kamis. Turut dirilis adalah survei sentimen Ifo pada iklim bisnis di September hari Selasa. Data harga selanjutnya yang diperkirakan dari Jepang adalah indeks CPI negara yang dijadwalkan dirilis hari Kamis termasuk angka pendahuluan industrial output bulan Agustus serta retail sales (penjualan ritel) bulan Agustus.

Sepekan Pasar Asia – Fokus Pada Kekhawatiran Inflasi, Hari Libur

Setelah mengalami kenaikan lima minggu hingga mencapai level tertingginya, pasar saham asia terlihat lebih sepi di sesi minggu ini, ini dipengaruhi oleh masa liburan. Kekhawatiran atas melemah nya dollar dan naiknya harga minyak dunia membuat inflasi A.S melonjak disamping itu pasar juga mengamati perkembangan yang terjadi pada sektor perumahan A.S yang masih menjadi alasan kuat bagi investor untuk menghindari dollar. Secara keseluruhan walau pasar regional menunjukan indeks stabil bergerak naik menunjukan konsistensinya karena membaiknya pertumbuhan sektor domestik karena pemangkasan suku bunga setengah persen oleh A.S pada 18 Sept lalu.

"Kombinasi atas langkah agresif Fed adalah upaya bank sentral untuk menghindari kondisi global atas lambatnya pertumbuhan ekonomi," ujar Tim Rocks, analis Macquarie Sct. Memantau sekilas tentang rotasi pertumbuhan ekonomi pasar cenderung memfavoritkan China dan beberapa negara asia lainya dengan pertumbuhan yang solid seperti, Korea Selatan, Taiwan, Indonesia dan Singapore.

Di Jepang: Ini merupakan perjuangan baru bagi pasar saham Tokyo pada, karena hal tersebut merupakan akhir fiskal pertengahan tahun ini bagi beberapa perusahaan. "Investor domestik terlihat masih enggan untuk melakukan pembelian saham minggu ini dan saya juga tidak melihat bahwa investor asing akan melakukan hal yang sama," ujar Kenichi Hirano, analis Tachibana Securities. Beliau juga memperkirakan bahwa Nikkei akan bergerak dalam range antara 16,000 hingga 16,500.

Di Korea: Pasar saham terlihat akan lebih dipengaruhi oleh kondisi regional, terutama pasar A.S, ketika pasar juga dihadapkan pada masa liburan tiga hari, namun transaksi terlihat sepi dengan kondisi yang ada saat ini. KOSPI terlihat rebound lebih dari 16 persen sejak kenaikanya tiga bulan terakhir dari pertengahan Agustus, dimana kenaikanya lebih dipengaruhi oleh pemangkasan suku bunga A.S, namun satu hal yang perlu di waspadai mengenai naiknya harga minyak dunia dan melemahnya dollar dapat menghambat momentum kenaikan indeks.

Di Hong Kong: Dengan even liburan pada pertengahan minggu ini, kelihatanya gejolak pergerakan pasar akan cenderung sepi, namun sentimen terlihat masih cukup solid dan menekan indeks hingga membentuk formasi tertinggi baru. "masih belum terlihat siknal adanya koreksi seperti yang diperkirakan beberapa institusi dari China," ujar Steve Cheng, associate director dari Shenyin Wanguo. "Indeks dalam waktu dekat mencoba melewati area 26,000."

Euro Ukir Rekor Tinggi, Berapa Besar Lagi Dapat Menguat?

Ada suatu kondisi yang ekstrim di pasar keuangan dengan pelemahan dollar ke rekor rendahnya tehadap Euro dan level rendah 30 tahun terakhir terhadap dolar Kanada. Selama berbulan-bulan, pasar valas telah terobsesi dengan 1.40 Euro dan 1.0 di USD/CAD. Saat ini, targetnya telah tercapai, pernyataan yang muncul adalah, seberapa besar Euro dapat menguat. Di pasar valas, tren bisa bertahan lebih lama daripada yang diperkirakan banyak trader dan bahkan jika ada resiko penguatan sudah di puncak tidak ada alasan untuk yakin EUR/USD di puncak akhir, sampai mata uang ini benar-benar menunjukkan pelemahan.

Secara fundamental, dollar AS terseret ke rekor rendahnya karena tingginya kekhawatiran pada ekonomi AS dan kemungkinan belanjutnya pemotongan bunga the Fed. Walaupun ada spekulasi Arab Saudi melepas patokan dollar ketika melewati 1.40, negara tersebut menolak memberikan komentar. Sehingga ini memperlihatkan kepada kita bahwa ada banyak spekulasi yang memicu pelemahan dollar.

Kita seringkali mengatakan bahwa ekspektasi dimana suku bunga berada adalah penggerak nomor satu yang menggerakkan mata uang. Posisi dollar saat ini adalah cerminan tidak hanya besarnya pemotongan bunga yang dilakukan the Fed namun juga ekspektasi lanjutan pemotongan antara 25bp sampai 50bp sebelum akhir tahun. Akan tetapi, pelemahan dollar lebih lanjut, menimbulkan resiko perbalikan arah yang cukup besar. Lemahnya mata uang tidak hanya mendorong ekspor dan memperbaiki ekonomi juga mengurangi tekanan inflasi.

Monday, September 17, 2007

FOKUS PEKAN INI

Keputusan Suku Bunga Fed Kian Nampak

Keputusan suku bunga Federal Reserve akan menjadi pusat perhatian minggu ini meski dalam iklim masalah pasar kredit global dan lemahnya ekonomi A.S. Pihak Fed Open Market Committee diperkirakan luas bakal memangkas bunga hari Selasa dari saat ini 5.25 persen, namun pasar masih terbagi atas besaran penurunan terkait tajamnya rebound di pasar saham A.S minggu lalu. Kejutan anjloknya pasar tenaga kerja A.S bulan lalu, pertama sejak 2003, dan merosotnya core retail sales hari Jumat diantara indikator lain, telah menyeret sejumlah investor untuk bertaruh pemangkasan bunga A.S yang lebih besar yaitu 50 basis poin.

"FOMC akan mengalihkan segala hal. Apa yang dikatakan Fed, apa yang dilakukan Fed benar-benar kritis," ujar Trevor Williams, kepala kelompok riset ekonomi pada Lloyd TSB Financial Markets di London. "Kami menantikan pemotongan seperempat persen pada bunga fed funds dan mereka bersedia ... hanya melakukannya karena ancaman melambatnya perumahan pada ekonomi telah meningkat. Mereka tidak melakukan itu untuk menjamin spekulan," tambahnya. Fokus pada tindakan selanjutnya dari Fed makin intensif setelah Bank of England hari Jumat menyelamatkan bank perkreditan UK, Northern Rock, dengan memberi sejumlah dana yang dirahasiakan kepada korban terbesar di Inggris selama berlangsungnya krisis likuiditas.

Data A.S, BOE Minutes

Di bidang data ekonomi, Amerika Serikat akan nampak luas kembali dengan dirilisnya indeks harga produsen dan konsumen untuk bulan Agustus serta data perumahan yang akan menekankan tentang penurunan sektor. Investor juga akan fokus pada minutes dari pertemuan Komite Kebijakan Moneter BoE tanggal 6 Sept. silam. BoE tetap menahan suku bunga resmi pada level tinggi enam tahun di 5.75 persen, namun pernyataan yang muncul mengakui adanya kekacauan pasar dan potensi dampak merugikannya. Analis menyebutkan cara ini baru tiga kali dimana MPC pernah mengeluarkan komentar setelah keputusan "menahan".

Di zona eropa, fokus akan tertuju pada laporan sentimen ekonomi ZEW Jerman serta data manufaktur euro zone, dimana keduanya diperkirakan bakal jatuh, dan kemungkinan akan mendongkrak pandangan bahwa ECB akan kembali bertaham untuk sementara. Presiden ECB Jean-Claude Trichet mengindikasi bahwa kebijakan moneter kembali akomodatif, meneguhkan masih ada ruang untuk kenaikan bunga lagi kendati kacaunya pasar uang. Namun demikian, perasaan menyeluruh bahwa ECB tidak bisa menaikkan suku bunga hanya karena Fed memangkas dalam menghadapi gejolak pasar yang terus menerus.

Sepekan Saham Asia – Fed, Brokerage AS Menjadi Fokus Asia

Pertemuan kebijakan the Fed dan pengumuman laba pendapatan kuartal dari bank investasi AS akan mendominasi perhatian pasar karena investor pasar Asia masih berhati-hati dan pasar masih berubah-ubah. The Fed secara luas diperkirakan merendahkan bunga 5.25% sebesar 25 basis poin pada pertemuan Selasa. Kemungkinan mengikuti langkah 17 Agusuts ketika bunga pinjaman bank dipangkas untuk mengurangi kekhawatiran masalah kredit dari krisis U.S. subprime mortgage.

Karena pasar bergerak reli mengantisipasi pemotongan bunga the Fed, beberapa pengamat pasar mengatakan bahwa investor kemungkinan melakukan aksi jual setelah langkah the Fed, atau jika the Fed secara mengejutkan menahan bunga. "Selalu ada resiko ketika memutuskan untuk buy-on-the-rumour sell-on-the-fact," kata Shane Oliver, kepala strategy investasi di AMP Capital Investors di Sydney, juga mencatat bahwa beberapa bank investasi AS mencatat hasil pendapatan mereka, dan berminat melihat prospeknya.

Bear Stearns, Goldman Sachs dan Lehman Brothers, yang sahamnya terpukul oleh kekhawatiran pada kredit, melaporkan pendapatan kuartal ketiga selama pekan ini. Investor juga akan melihat pandangan annual indeks FTSE hari Kamis untuk melihat apakah Korea Selatan dan Taiwan upgrade status pasar berkembang dari status pasar mulai tumbuh. Upgrade bisa mendorong kepercayaan pasar, mendorong aksi beli, kata analis.

Di Jepang : Pasar telah mengantisipasi pemotongan bunga the Fed, seandainya pendapatan brokerage AS lebih buruk dari perkiraan, saham-saham kemungkinan naik. "Jika semuanya sesuai ekspektasi, pasar Jepang bisa rebound dan akan memiliki peluang untuk melewati 25-day moving average resistance," kata Yutaka Shiraki, senior strategist di Mitsubishi UFJ Securities. Namun karena masalah U.S. subprime mortgage berpengaruh secara global, investor bisa jadi masih berhati-hati, memperkirakan indeks Nikkei diperdagangkan antara 15,500 dan 16,300.

Di Korea : Saham-saham tampaknya flat menjelang pertemuan the Fed, kendati investor lokal kemungkinan fokus pada keputusan indeks FTSE apakah upgrade Korea selaan menjadi status pasar berkembang. "Keputusan FTSE menjadi peristiwa penting pekan ini. Ada banyak spekulasi bahwa hal ini akan terjadi tahun ini. Namun belum ada yang pasti sampai benar-benar terjadi," kata Choo Hee-yeop, deputy general manager strategy aset management di Korea Investment and Securities.

Di Hong Kong : Dengan kondisi pasar mengantisipasi pemotongan bunga AS, investor akan bereaksi pada kedalaman dari perkiraan pemotonga pekan ini. "Jika terlalu kecil, pelaku pasar akan kecewa, jika terlalu besar, semakin kecewa karena memperlihatkan bahwa masalah semakin besar," kata Miles Remington, kepala penjualan dan perdagangan di BNP Paribas.

Yen Menguat Terhadap Dollar Karena Minat Resiko Berlalu, Saham Anjlok

Yen menguat hampir sepekan terhadap dollar setelah perbankan mortgage Inggris Northern Rock Plc meminta jaminan bank sentral, menimbulkan kekhawatiran bahwa masalah kredit akan meng- ganggu pertumbuhan ekonomi. Mata uang Jepang menguat terhadap 16 mata uang lainnya karena Northern Rock meminta dana cash guna mengurangi “memburuknya masalah likuiditas” mendorong investor untuk menjual saham dan aset resiko lebih tinggi yang dimodali oleh pinjaman pada yen.

``Kami melihat kembalinya risk aversion di pasar,'' kata Niels From, strategist valas di Dresdner Kleinwort di Frankfurt. ``Berita Northern Rock membuat investor lebih enggan pada carry trades dan ini mendorong yen lebih tinggi.'' Yen mengurangi pelemahan sepekan terhadap sebagian besar mata uang setelah pemerintah Inggris memberi bank sentral ijin menyediakan dana darurat untuk perbankan terbesar ketiga di Inggris.

Saham turun tajam di Eropa, dengan FTSE 100 Index U.K turun sebesar 2.4%. ``Northern Rock kembali menciptakan ketakutan di pasar,” kata Peter Rosenstreich, kepala analis ACM Advanced Currency Markets SA di Geneva.

Monday, September 10, 2007

FOKUS MINGGU INI

Kebijakan Fed A.S, Pasar Kredit Dalam Fokus

Para investor pekan ini akan memperhatikan sinyal atas ketenangan yang balik kembali menekan pasar uang dan kredit serta menantikan sinyal dari Pimpinan Federal Reserve A.S Ben Bernanke terkait apakah pemangkasan suku bunga sudah dekat. Kejutan laporan suram tenaga kerja A.S hari Jumat, memaparkan pekerja A.S kehilangan pekerjaan untuk kali pertama dalam empat tahun, memacu masalah pemangkasan suku bunga dari Fed pada 18 Sept nanti, sebuah langkah dimana sebagian analis menyebutkan merupakan fundamental untuk meredakan pasar. Anjloknya 4,000 pekerja di Agustus kontras tajam dengan ekspektasi bahwa perusahaan akan tetap merekrut tenaga, menambah keributan investor yang telah gelisah bahwa ekonomi telah melemah sebelum kericuhan kredit terjadi sekitar pertengahan-Agustus.

"Tidak banyak data yang akan dirilis, tekanan di pasar kredit akan terus menjadi masalah utama, dan setiap orang akan mengikuti dengan seksama apa yang dikatakan pembuat kebijakan Fed seputar keinginan mereka pada 18 Sept.," ujar Kevin Grice, ekonom senior pada American Express Bank di London. Data penting Fed termasuk pidato pembuat kebijakan European Central Bank (ECB) minggu ini. Sorotan akan pada ceramah Bernanke pada ketidak seimbangan global di Berlin hari Selasa dan pidato khusus Presiden ECB Jean-Claude Trichet berkenaan krisis kredit sub-prime di hadapan komite Parlemen Eropa di Brussels di hari yang sama.

Ekonomi Riil

Kekhawatiran seputar krisis kredit telah menekan kepercayaan bisnis dan konsumen serta hasilnya pelemahan ekonomi telah membuat pasar mengurangi ekspektasinya atas kenaikkan suku bunga jangka pendek di zona eropa termasuk di dalam sebagian ekonomi besar lainnya. ECB, Bank of England dan rivalnya di Australia serta Kanada, semua mempertahankan suku bunga-nya minggu lalu. Bank sentral Selandia Baru diperkirakan luas akan mengikutinya ketika memutuskan suku bunga hari Rabu.

Hasil putusan kebijakan Swiss National Bank hari Kamis terlihat makin mendesak, namun mayoritas analis bertaruh bunga Swiss bakal dibiarkan unchanged, dengan midpoin atas range target-nya pada 2.5 persen. Bank of Japan diperkirakan juga akan menahan suku bunga-nya dalam jangka pendek bila revisi data pertumbuhan ekonomi kuartal dua, dirilis Senin pagi di Jepang, menunjukkan penyusutan kecil setelah dua tahun ekspansi, sesuai perkiraan.

Kalender A.S minggu ini menampilkan jobless claims mingguan di hari Kamis dan sederet fitur lain di hari Jumat – termasuk retail sales dan industrial production – akan dicermati sebagai petunjuk selanjutnya seputar prospek kebijakan Fed. Data zona eropa diperkirakan akan memberi pemulihan pada industrial production bulan Juli di hari Rabu. Angka inflasi final zona eropa bulan Agustus hari Jumat diperkirakan memaparkan harga bertahan kokoh. Di Inggris, sinyal atas tekanan inflasi dalam harga produsen atau data pendapatan rata-rata akan memberi keraguan dalam pandangan konsensus bahwa suku bunga saat ini di akhir puncak.

Empat Presiden Bank Fed Enggan Menyetujui Potong Bunga

Empat presiden bank Federal Reserve regional menolak mendukung pemotongan suku bunga bulan ini, karena pengambil kebijakan mengukur efek masalah kredit pada ekonomi AS. Presiden Kansas City Fed Thomas Hoenig dan Dennis Lockhart dari Fed Atlanta mengatakan bahwa mereka belum melihat secara pasti kondisi perumahan mempengaruhi perekonomian.

Presiden St. Louis Fed William Poole dan Fed Dallas Richard Fisher mengatakan dampak dari masalah tersebut sejauh ini belum pasti. Komentar ini menunjukkan beberapa petinggi Fed masih perlu melihat bukti lebih lanjut sebelum memutuskan menurunkan suku bunga utama AS untuk kali pertama pada pertemuan 18 September. Sebagain besar ekonom dan investor memperkirakan Fed mengurangi bunga setidaknya seperempat poin dari 5.25% untuk mengendalikan resiko ekonomi dari perumahan dan masalah subprime.

Lockhart tidak akan memberi suara sampai 2009 dan Fisher memberi suara tahun depan, sedangkan Hoenig dan Poole adalah pemberi suara di Federal Open Market Committee tahun ini. Poole dikritik oleh beberapa analis soal perkataannya pada wawancara 15 Agustus bahwa hanya suatu “bencana” yang akan menurunkan bunga. Dua hari kemudian, Fed umumkan pemotongan mengejutkan pada bunga diskonto. Ketua Fed Ben Bernanke mengatakan di 31 Agust bahwa bank sentral akan “ambil langkah perlu untuk membatasi dampak buruk pada ekonomi” dari pengetatan akses kredit.

Sepekan Saham Asia – Kegelisahan Pasar Terlihat Berombak Seraya Fed Nampak

Bursa saham Asia kembali dihadapkan pada kondisi tidakpastian sehubungan dengan aksi wait to see bila mana pihak U.S. Federal Reserve memangkas tingkat suku bunganya pada 18 Sept. mendatang guna memulihkan keadaan ekonominya dari krisis sektor kredit. Masa ganti kontrak dari option saham dan futures di Jepang serta Korea turut menjadikan indeks pada konsep transakasi cepat untuk jangka pendek ini. Sektor keuangan Global terlihat telah mulai pulih sejak Fed dengan tiba-tiba memangkas tingkat suku bunga pinjamannya pada inter-meeting 17 Agustus.

Secara keseluruhan arah tren pasar memang naik, hal tersebut terinspirasi oleh adanya perkiraan bahwa pihak Fed akan menindaklanjuti pemangkasan suku bunga pinjaman dalam pertemuan mendatang. Namun fokus asia sejauh ini tidak dapat dipungkiri memang pada hal yang cukup subtansial, ujar analis dari Citigroup's Markus Rosgen.

Di Jepang: Pasar turut terlihat volatile dalam volume transaksi yang tipis oleh langkah sejumlah investor yang melakukan aksi tunggu dalam pengamatan sektor kredit yang mereka kaitkan terhadap dampaknya atas ekonomi A.S, ujar Yutaka Miura, analis teknikal dari Shinko Securities. Beliau juga mengungkapkan konkdisi yang tidak pasti atas jatuh temponya masa kontrak hari Jumat.

Di Korea: Sektor saham terlihat setabil flat menjelang agenda pertemuan dari U.S. Federal Reserve, hal tersebut sebelumnya sempat menimbulkan keganjilan pada perusahaan berorientasi ekspor terbesar kedua di Korea Hyundai Motor menanggapi pergerakan saham di Wall Street. Perdagangan turut dipengaruhi oleh sentimen terhadap FTSE yang akan melakukan upgrade atas status pasar di Korea menjelang masa transaksinya bulan September.

Di Hong Kong: Pergerakan bursa saham terlihat dalam range trading, ini merupakan rekor tertinggi sejak 5 Sept, kali pertama terjadinya pemulihan terhadap sektor pasar modal dalam periode antara bulan july dan pertengahan agustus. "prospek kenaikan terbatas, namun kondisi terlihat tertekan," ujar Ben Kwong, kepala analis dari KGI Asia Ltd. Indeks mungkin akan diperdagangkan dalam range antara 23,700 hingga 24,400, ujar Kwong.

Monday, September 3, 2007

FOKUS PEKAN INI

Keputusan Bunga, Survei Sentimen Dalam Fokus

Keputusan bunga dan survei sentimen diperkirakan menjadi fokus bagi sejumlah pasar ekuiti dan forex minggu ini terkait investor menaksir seberapa jauh kekisruhan di pasar uang mempengaruhi dasar ekonomi dan bagaimana rencana bank sentral akan bereaksi. "Banyak data ekonomi yang akan muncul di Agustus, maka ini akan mencerminkan sentimen terlihat diatas pasar, dan sentimen terkait kekacauan telah kami perkirakan." kata Mike Lenhoff, kepala strategi dan pimpinan riset pada Brewin Dolphin Securities. Investor juga akan memantau data non-farm payrolls A.S hari Jumat. Data pemerintah A.S baru-baru ini menunjukkan jumlah warga Amerika yang menjadi tuna karya diluar perkiraan meningkat minggu lalu, memicu keraguan seputar penguatan pasar buruh.

Keputusan bunga akan muncul dari European Central Bank dan Bank of England hari Kamis. Jajak Reuters mendapati bahwa tekanan pasar kredit bakal menunda kenaikkan ECB hingga setelah September, dan kenaikkan selanjutnya melebihi 4.25 persen saat ini terlihat tidak mungkin. Presiden A.S George W. Bush berniat memberi ulasan di hari Jumat untuk membantu para pemegang kredit subprime menghindari kegagalan bayar. Investor juga berharap Pimpinan Federal Reserve Ben Bernanke akan memberi sinyal tujuan bank sentral untuk memangkas bunga A.S bila kegagalan dari pinjaman subprime memberi efek pada pertumbuhan ekonomi.

Bank Sentral : Siapa Akan Menaikkan Bunga, Potong Bunga atau Tetap ?

Suku bunga memberikan pengaruh besar pada perdangan valas dan saat ini, bank sentral mencuri perhatian karena volatilitas di pasar keuangan bisa merusak rencana lebih lanjut pada pengetatan kebijakan moneter. Selama pekan depan, total empat bank sentral akan bertemu dan mengumumkan keputusan bunga mereka, dan dollar Australia, Dollar Kanada, Euro dan Pound Inggris akan menjadi subjek lonjakan volatilitas karena RBA, BOC,ECB dan BOE semuanya terus mempertahankan kondisi hawkish bias. Namun, hanya satu bank memperlihatkan resiko substansial segera naik pekan ini. Siapakah itu? juga, apa yang akan dilakukan Fed selanjutnya?

Chart di bawah ini memperlihatkan bank sentral mana yang benar-benar tidak jelas soal pengetatan dan terlebih penting, yang mana yang paling mungkin menaikkan bunga dalam waktu dekat. Sementara mereka menunjukkan sikap hawkish, faktor yang sangat penting yang berhubungan dengan ekonomi akan membiarkan bank seperti Bank Sentral Eropa, mengambil langkah lebih cepat.

Central Bank

Current Interest Rate

Next Policy Meeting

Likely Action

Federal Reserve

5.25%

9/18/2007

Possible Rate Cut

Reserve Bank of New Zealand

8.25%

9/12/2007

No Change

Bank of Canada

4.50%

9/5/2007

No Change

Reserve Bank of Australia

6.50%

9/4/2007

No Change

Bank of England

5.75%

9/6/2007

No Change

Bank of Japan

0.50%

9/18/2007

No Change

Swiss National Bank

1.75% - 2.75%

9/13/2007

No Change

European Central Bank

4.00%

9/6/2007

No Change, but Chance of Rate Hike

Sepekan Saham Asia – Was-Was Namun Mulai Pulih

Saham Asia kemungkinan menarik napas di pekan ini setelah gain selama dua pekan secara beruntun karena investor masih was-was di tengah berlanjutkan kekhawatiran soal masalah kredit. Namun analis yakin pasar bisa naik dengan dukungan fundamental positip termasuk tingginya kenaikan laba. "Pasar masih berkutat antara valuasi yang tetap dan berlanjutnya pertumbuhan melawan resiko dan saat ini yang sebelumnya yang menang," kata Leslie Phang, kepala investasi Asia di Commonwealth Private Bank. "Dalam jangka pendek, kami sedang melihat pemulihan pada pasar saham."

Pasar dalam kondisi tren lebih tinggi sejak the Fed memangkas bunga diskonto pada 17 Agustus dan bank sentral dunia menyuntikkan cash ke sistem perbankan untuk mengatasi masalah kredit yang dipicu oleh krisis pasar U.S. subprime mortgage. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang rebound kira-kira 20% dari titik rendahnya dalam 5 bulan pada 17 Agustus, namun masih turun kira-kira 6% dari rekor tinggi 24 Juli.

Investor akan fokus pada rangkaian data AS termasuk belanja konstruksi, manufaktur dan laporan tenaga kerja untuk mengukur peluang pemotongan bunga As di pertemuan the Fed, 18 Sept. awal pekan ini, pasar regional akan memiliki peluang untuk bereaksi terhadap komentar dari Ketua Fed Ben Bernanke dan President AS George W. Bush, keduanya berbicara setelah pasar tutup hari Jumat. Namun perdagangan awal pekan kemungkinan tenang karena pasar AS akan tutup hari Senin selama libur Labor Day.

Di Jepang : Saham kemungkinan naik di pekan ini, membangun momentum yang mengangkat Nikkei ke penutupan terbaiknya dalam 2-½ minggu. "Ini awal bulan, sehingga pasar kemungkinan terus memulihkan diri," kata Yosuke Shimizu, kepala pusat informasi investasi di Monex Inc. "Dollar akan menguat terhadap yen jika ada berita bagus dari AS, dan akan mengangkat eksportir," dia mengacu pada pidato Bernanke dan Bush. Namun volatilitas akan bergantung pada hasil pertemuan ECB hari Kamis, kata Shimizu, menambahkan Nikkei akan bergerak antara 16,300 dan 16,800 poin. Ditutup di 16,569 hari Jumat.

Di Korea : Pasar tampaknya bergerak dalam range ketat dengan investor fokus data ekonomi domestic termasuk ekspor dan harga konsumen untuk petunjuk seberapa besar dampak pasar kredit pada ekonomi Korea. "Pekan ini tidak akan berbeda dari minggu lalu, volalitilitas perdagangan, kecuali Ben Bernake memberi indikasi jelas apa yang akan dilakukan the Fed dengan suku bunga AS," kata Kim Young-gak, analis pasar di Hyundai Securities. "Indeks utama akan bergerak di kisaran 1,850 poin dengan penurunan besar atau rebound dari level yang terlihat sulit saat ini."

Di Hong Kong : Saham HSBC Holdings kemungkinan dalam tekanan menjelang rebalancing indeks pada 10 Sept, dimana modal bank global ini pada blue chip Hang Seng menjadi 15% turun dari 18-20%. Investor juga akan mempelajari pidato Ketua the Fed Ben Bernanke untuk melihat prospek berkenaan pemotogan bunga. Rangkaian data ekonomi juga akan menjadi perhatian, namun saya mengharapkan koreksi sebelum pertemuan Fed," kata Patrick Shum, strategist di Karl Thomson Securities. "Beberapa investor akan berpikir pemotongan bunga akan mendukung pasar, lainnya melihat pemotongan bunga indikasi ekonomi melambat."