Monday, April 30, 2007

FOKUS MINGGU INI

Mata Tertuju Pada Payrolls A.S, Inflasi Zona Eropa
Data inflasi A.S dan tenaga kerja akan menjadi perhatian khusus pada pasar minggu ini, seraya para investor memantau masukan selanjutnya pada prospek kebijakan moneter di ekonomi terbesar dunia. Di zona eropa, bisnis sentimen dan data inflasi akan dipantau sebagai sinyal penguatan ekonomi, sementara keputusan suku bunga bakal dirilis di Australia dan Swedia. Pasar diperkirakan kembali tenang di Jepang terkait liburan Golden Week. Pasar sempat goyang di hari Jumat setelah data menunjukkan pertumbuhan kuartal pertama A.S telah melambat ke laju paling pelan-nya dalam empat tahun, mengeraskan ekspektasi bahwa Federal Reserve A.S akan memangkas bunga pinjaman tahun ini dari 5.25 persen saat ini.

Fitur GDP melorotkan dollar ke rekor rendah terhadap mata uang tunggal Eropa seraya kekuatiran ekonomi A.S memberi reaksi melalui pasar forex. Data non-farm payrolls A.S Jumat depan diperkirakan menjadi agenda data A.S terpenting, sementara ukuran inflasi personal consumption expenditure (PCE) dari Federal Reserve dan fitur aktivitas bisnis juga akan menjadi fokus. "Sorotan untuk pasar adalah non-farm payrolls. Itu akan memberi Fed informasi tambahan benar tidaknya ekonomi A.S kehilangan momentum atau membawa daya dorong yang baik," kata David Brown, kata ekonom Eropa untuk Bear Stearns, di London.

Para ekonom yang dijajak Reuters memperkirakan laporan tenagakerja diluar sektor pertanian akan menunjukkan bahwa 100,000 pekerja bertambah di April, turun dari 180,000 di Maret. Laporan tenaga kerja ADP A.S, kadang sebagai angka pendahuluan terhadap non-farm payrolls juga akan diperhatikan. Manufaktur A.S dan indeks sektor jasa dari Institute for Supply Management dan data pending homes sales juga diperkirakan akan membantu menyita perhatian pada ekonomi bersama dengan data durable goods. Pimpinan Fed Ben Bernanke akan berpidato pada perdagangan bebas hari Selasa, sementara Timothy Geithner dari Fed New York dan Thomas Hoening dari Fed Kansas City akan bicara pada acara yang terpisah di hari Jumat.

Menyoroti Inflasi
Zona eropa diperkirakan akan terus mengumandangkan kuatnya pertumbuhan minggu ini, dengan sentimen bisnis dan data inflasi terlihat menopang sentimen bullish pada kebijakan moneter European Central Bank. Estimasi singkat pada inflasi harga konsumen euro zone diperkirakan menunjukkan harga menguat 1.8 persen di April. Indikator kepercayaan juga akan dirilis di hari Senin. Kepercayaan bisnis diperkirakan meningkat tipis ke 1.60 di April dari 1.55.

Dollar Melemah ke Level Rendah Sepanjang Sejarah vs Euro Setelah Data GDP
Dollar melemah ke level rendah sepanjang sejarah terhadap dollar di hari Jumat setelah data menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS lebih rendah dibanding perkiraan di kuartal pertama, mendu kung pandangan bahwa suku bunga pemerintah menuju lebih rendah tahun ini. Sementara Fed diperkirakan memangkas bunga untuk menopang pertumbuhan, bunga lebih tinggi diperkirakan ada di zona eropa dan Inggris, yang mendorong investor melakukan sell dollar. Dollar melemah ke level rendah sepanjang sejarah setelah data, mendorong euro ke $1.3683 dari $1.3650 sebelum data dirilis.

"Saya kira kita akan melihat 1.38 (di euro/dollar) tanpa terlalu banyak masalah. Bahkan data GDP AS yang dibawah perkiraan untuk kuartal pertama 1.8 persen benar-benar mengecewakan," kata Joe Trevisani, kepala analis pasar di FX Solutions, di Saddle River, New Jersey. "Ini membawa cerita pemotongan suku bunga terlihat jelas, namun Saya tidak yakin apakah ini merubah jadwalnya. Jika kita mendapati terjadi pemotongan bunga Saya masih mengira sepertinya paling cepat di kuartal ketiga," katanya. Futures suku bunga jangka pendek naik hari Jumat, mendorong peluang Fed melakukan pemotongan bunga selambatnya tahun ini.

Fokus Sepekan Saham Asia – Fokus ke Cina, Pasar Khawatir
Saham-saham Asia akan berjuang menentukan arah minggu ini, dengan perdagangan yang dinterupsi oleh liburan dan investor cemas besarnya kenaikan akhir-akhir ini akan mendorong pasar seperti Korea Selatan terlalu tinggi. Pemain pasar juga khawatir Beijing akan segera melakukan kebijakan pengetatan dengan data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama memanas dan inflasi harga konsumen lebih tinggi dari perkiraan.

"Kami akan mengingatkan klien kami bahwa pengetatan yang signifikan di Cina di tahun ini terjadi di Mei sama dengan 2004 dengan tingkat inflasi CPI lebih tinggi," kata analis Morgan Stanley Jonathan Garner. "Kami khawatir pada terluangnya kendali kuantatif pada pinjmanan dan atau kenaikan tajam suku bunga." Namun Garner mengatakan dalam laporannya bahwa dia masih melihat bullish pada prospek jangka panjang pada ekonomi Cina dan pasar saham.

Pendapatan korporat akan menjadi fokus di Korea Selatan, Singapura dan Taiwan, dimana perusahaam besar seperti pembuat auto Hyundai Motor Co., DBS Group Holdings, perbankan terbesar Asia, dan UMC, kontrak pembuat chip kedua terbesar dunia, akan menyampaikan laporan. Jepang tutup dengan rangkaina liburan sementara Cina istirahat melalui liburan Golden Week. Hong Kong, Korea Selatan, India, Taiwan, Malaysia, Singapura, Thailand dan Philipina tutup pada 1 Mei.

Jepang : Saham kemungkinan tertahan dalam range sempit karena libur nasional, yang disebut Golden Week Jepang. Pasar hanya akan dibuka hari Selasa, mendorong pemain pasar untuk absen minggu ini, kata Yoku Ihara, manajer di departemen informasi investasi Retela Crea Securities. "Pasar memang dalam kondisi libur. Kami sepertinya melihat sedikit pergerakan," kata Ihara, menambahkan indeks Nikkei kemungkinan bergerak antara 17,200 dan 17,500.

Korea : Saham kemungkinan ringkih untuk turun dengan kondisi melambung di April, dengan investor yang tetap fokus rangkaian hasil pendapatan dari saham unggulan termasuk Kookmin Bank dan Hyundai Motor. Volume perdagangan juga akan turun, dengan tutupnya pasar Korea Selatan hari Selasa, sementara Jepang lebih banyak libur minggu ini, meskipun lanjutkan kenaikan pasar AS akan memberi dukungan. "Kendati trend naik masih kami lihat berlanjut, investor akan menjadi lebih berhati-hati dalam jangka pendek, dan peluang terjadinya koreksi cukup tinggi," kata Choo Hee-yeop, deputi general manager dari strategi asset managemen di Investasi Korea dan Sekuritas.

Hong Kong : Meskipun pasar keuangan Cina daratan akan tutup untuk liburan panjang, investor masih akan berada di sisi prospek berlanjutnya pengetatan dari Cina. Jangka pendek, ini akan berarti indeks saham utama Hong Hong akan terjebak di bawah level rekornya, walaupun ada rangkaian level tinggi di Shanghai dan Wall Street. "Saya melihat lebih banyak penurunan," kata Peter Pak, wakil president di BOC International.

Tuesday, April 24, 2007

FOKUS MINGGU INI

Waktunya Ujian Bagi A.S.; Ifo Jerman Akan Meramaikan
Data kepercayaan konsumen A.S, perumahan dan pertumbuhan akan menjadi pantauan minggu ini seraya investor melihat prospek baru pada ekonomi terbesar dunia, setelah mengurangi kepemilikan dollar mereka. Kontras dengan Eropa, indeks sentimen bisnis Ifo Jerman diperkirakan menunjukkan kondisi pesat dan prospek untuk wilayah euro meningkat, hal itu menggembirakan mata uang tunggal di jalurnya untuk ke rekor puncak terhadap sakitnya greenback. Sejumlah yield saat ini menjadi fokus, dengan munculnya keputusan bunga dari Jepang, Kanada, Selandia Baru, dan Norwegia. Perhatian juga tertuju ke UK dengan rilisan fitur pertumbuhan kuartal pertama.

Pasar belum menunjukan sinyal menetap didalam pola yang terprediksi setelah seminggu yang ditandai oleh pound yang akhirya menembus angka $2 serta ketakutan pasar saham global di hari Kamis seputar peluang China untuk menaikkan bunga pinjaman guna meredam pertumbuhan ekonomi yang merajalela. "Amerika Serikat telah memiliki angka untuk dirilis termasuk GDP (dirilis Jumat), atau setidaknya suatu daftar tertinggi untuk diperhatikan. Ini seperti laju tahunan dari pertumbuhan yang akan berjalan pada kisaran 2 persen di kuartal 1 – jika hal itu benar ini berarti ekonomi A.S telah tumbuh dibawah tren selama empat kuartal beruntun," tambahnya.

Pasar perumahan A.S, merupakan zona kekuatiran bagi ekonominya, juga akan menjadi perhatian seiring fitur penjualan perumahan A.S dirilis hari Selasa. Pertumbuhan Existing home sales diperkira kan melambat tipis dari laju unit tahunan 6.69 juta di Pebruari. Data kepercayaan konsumen, Beige Book dari Fed dan durable goods akan dipantau sebagai sinyal bahwa pemikiran terakhir mungkin saja pertumbuhan yang moderat dan imbasnya pada suku bunga.

Sepekan Saham Asia – Perhatian Pada Pendapatan, Kekuatiran Pasar
Beberapa laporan pendapatan perusahaan dari beberapa perusahaan Jepang seperti Canon Inc. akan menjadi fokus pasar di kawasan Asia minggu ini. Kekuaatiran sejumlah investor terlihat cenderung menunggu kondisi rebound di pasar saham global. Beberapa perusahaan juga akan mengumumkan pendapatanya termasuk Taiwan TSMC, perusahaan dengan nilai kontrak terbesar microchips, dan Singapore's Keppel Corp. saham Global terlihat berbalik setelah solidnya laporan data di 19 April dan ini memberikan siknal atas kemungkinan pemerintah China untuk membatasi pertumbuhan ekonominya. "adanya resiko atas perubahan kebijakan membuat para investor cenderung berhati-hati dalam bertindak, karena naiknya pasar modal regional yang cenderung bertentangan atas kebijakan.

Di Jepang: Para investor akan mencari tahu bagai mana kondisi laporan pendapatan perusahaan dalam minggu ini. di mana beberapa sektor industri cukup konsisten pendapatannya bila di kaitkan dengan nilai tukar, para investor berharap ada revisi pada pendapatan perusahaan dalam minggu ini, ujar Takahiko Murai, manajer umum pada Nozomi Securities. "bila yen berlanjut melemah terhadap euro dan dollar dalam minggu ini, mungkin akan ada revisi atas pendapatan perusahaan di kuartal pertama," ujar Murai. Nikkei kelihatanya akan bergerak dalam range antara 17,200 dan 17,800.

Di Korea: Saham Seoul kelihatanya akan menembus rekornya, namun kenaikan indeks terlihat melambat oleh tekanan naiknya tingkat suku bunga. Para investor melihat adanya kemungkinan melambatnya pendapatan perusahaan, termasuk pada perusahaan utama seperti SK Corp. dan SK Telecom Co. "kekuatiran atas kemungkinan naiknya suku bunga China menjadi hal yang diperhitung kan, walau hal tersebut tidak cukup menahan naiknya index dalam melanjutkan tren-nya," ujar Lee Woo-hyun, analyst pada Kyobo Securities.

Di Hong Kong: Setelah ketidak pastian yang terjadi minggu lalu, sebagai akibat upaya pemerintah China dalam memperlambat pertumbuhan ekonomi, para investor masih terlihat khawatir terhadap kebijakan moneter kedepan. "ada kemungkinan atas turunnya indeks," ujar Ernie Hon, analis pada ICEA Securities, namun banyak kalangan mengatakan bahwa indeks masih berpotensi turun pada angka supportnya di level 20,000. Saham China CITIC Bank Corp. akan terfokus pada aktivitas IPO setelah kenaikan volume US$5.4 billion, ini memberi pandangan atas tingginya minat permintaan.

Analisis – Prospek Dollar Akan Memburuk Sebelum Akhirnya Membaik
Tidaklah mudah menjadi greenback untuk saat ini, dan kemungkinan tidak akan segera membaik. Dollar telah dipatahkan minggu lalu, jatuh ke level rendah selama 26-tahun terhadap sterling dan terendah dua tahun terhadap euro, menunjukkan besarnya ekspektasi bahwa suku bunga Inggris dan zona eropa akan menguat sedangkan bunga A.S akan jatuh. Para manajer institusi keuangan, yang menggiring dollar turun dan sering memfokuskan pada perkembangan jangka panjang, mengatakan perubahan tektonik tengah berperan di ekonomi global yang akan terus memukul dollar bahkan lebih rendah. Seraya mesin pertumbuhan ekonomi A.S menurun, aktivitas di Eropa dan Jepang meningkat serta ikut menarik arus modal.

"Kami memiliki prospek negatif untuk dollar dari awal tahun dan sebagian besar karena penyeim- bangan pertumbuhan global terhadap belahan dunia lain, yang akan membawa pada penurunan siklis dalam dollar," kata Paresh Upadhyaya, analis valuta pada Putnam Investments di Boston. Ia menambahkan bahwa penempatan pada euro, sterling dan dollar Australia – mata uang dimana suku bunga-nya kemungkinan menguat – akan berjalan baik di bulan-bulan mendatang. Defisit current account A.S – satu dari penyeret terbesar pada dollar – benar-benar telah mengecil tahun lalu, satu faktor kunci yang membantu mengkoreksi ketidak seimbangan ekonomi global.

Fundamental Masih Mendukung Aussie Lebih Kuat, Kemungkinan Sentuh 84 Sen
Dollar Australia menguat karena rebound pada saham Asia membuat investor yakin untuk kembali ke mata uang dengan yield yang lebih tinggi. Dollar Australia hampir pulih dari kerugiannya karena trader melihat keuntungan dari posisi bunga 6.25 persen, lebih tinggi 1 persen dari bunga pinjaman AS dan 5.75 poin dari bunga Jepang.

Dow Jones Industrial Average dari saham AS ditutup lebih tinggi, setelah turun sebesar 0.5 persen. ``Ada sedikit minat pada resiko dengan kenaikan marginal yang kurang berarti pada Dow dan pelaku pasar melihat sedikit nilainya di pasar sehingga kembali membeli dollar Australia,'' kata Joshua Williamson, strategist di TD Securities Ltd. di Sydney. Aussie menguat setelah di perdagangkan di 83.35 sen sesi New York 13 April dan akan menyentuh 84 sen bulan depan, kata Williamson.

``Carry trades masih sangat menarik bagi investor Jepang,'' kata Besa Deda, seorang strategist valas Commonwealth Bank of Australia di Sydney. Mata uang ``pulih dari kerugian dari hari sebelumnya dan fundamental masih pendukung utama penguatan dollar Australia'' Kemungkinan kenaikan seperempat poin bunga Bank Sentral Australia adalah 57 persen, menurut indeks Credit Suisse berbasis swap suku bunga. Kemungkian nol untuk kenaikan Jepang dan 3 persen untuk pemotongan suku bunga The Fed.

Monday, April 16, 2007

FOKUS SEPEKAN

Pertemuan G7, Data Inflasi Dalam Fokus
Fokus para investor pekan ini yaitu pada hasil pertemuan akhir minggu dari pimpinan keuangan Group of Seven di Washington ditengah ganjalan kekuatiran seputar kelanjutan pelemahan dari yen terhadap euro dan dollar. Pasar juga akan mewaspadai tingginya inflasi, seiring data harga konsumen A.S, zona eropa dan Inggris semuanya telah berpotensi untuk merubah ekspektasi suku bunga untuk masing-masing dari tiga ekonomi tersebut. Dua hari pertemuan G7, yang dimulai Jumat, bakal menjadi pantauan utama oleh investor yang meningkatkan kekuatiran seputar tajamnya penurunan yen, yang menyentuh rekor rendah baru terhadap euro minggu lalu.

Suku bunga ultra-rendah Jepang yang hanya 0.5 persen telah berpengaruh besar pada yen, karena mereka menyokong yang disebut carry trade dimana investor meminjam mata uang ber-yield rendah dan di-investasi ke dalam yield lebih tinggi. Sementara sebagian analis yakin G7 kemungkinan tidak mewaspadai secara resmi terhadap pelemahan yen, dan sumber G7 menyebutkan di Jumat bahwa pernyataan dalam komunike terhadap mata uang tidak akan berubah, tak seorangpun membawa sesuatu untuk diakui. "Masalah utama apakah anggota G7 merasa bahwa pelemahan yen menyita perhatian. Bila ini terjadi kita bisa lihat pelemahan yang sama pada dollar/yen serta kolapsnya aset-aset ber-resiko tinggi seperti yang kita lihat di Pebruari lalu dan awal Maret," ungkap Steve Barrow, pakar strategi valas pada Bear Stearns.

Mata Tertuju Pada CPI A.S
Di tempat lain, prospek jangka pendek untuk suku bunga A.S akan muncul lebih jelas dengan dirilisnya CPI-Maret. Meski setelah lemahnya data harga produsen minggu ini, CPI masih dapat memvalidasi sikap moneter anti-inflasi Federal Reserve. Minutes dari pertemuan kebijakan moneter FOMC bulan Maret memaparkan bahwa pembuat kebijakan kembali lebih konsentrasi pada inflasi dibanding lambatnya pertumbuhan ekonomi, meneguhkan kenaikkan bunga selanjutnya telah ada.

"Masyarakat gelisah seputar CPI karena ini tetap tinggi untuk sedikit lebih lama dari perkiraan, dan khususnya setelah minutes FOMC terakhir," ungkap Brian Hilliard, direktur riset ekonomi Societe Generale. "Masyarakat kuatir pada kemampuan Fed untuk memangkas bunga." Dalam meyoroti FOMC minutes dan kuatnya tenaga kerja, investor telah menekan ekspektasi untuk pemotongan bunga tahun ini, dengan pasar berjangka menilai hanya sekali memangkas 25 basis poin di akhir tahun. Jajak Reuters atas para ekonom meneguhkan inflasi core bulan Maret diluar makanan dan energi akan menguat 0.2 persen untuk month-on-month dan 2.6 persen year-on-year.

Memantau Trichet
Di Eropa, fitur inflasi zona eropa dan survei sentimen investor ZEW Jerman akan memberi keyakinan pada pandangan Bank Sentral Eropa bahwa pertumbuhan kembali kuat dan ancaman inflasi yang terus menerus. ECB telah menahan bunga unchange pada 3.75 persen minggu ini namun pimpinan bank sentral Jean-Claude Trichet menyebutkan tidak ada yang merubah ekspektasi pasar bahwa bunga akan menguat ke 4 persen di Juni. Trichet akan mengklarifikasi sejumlah pernyataan-nya ketika ia bicara pada International Swaps and Derivatives Association hari Rabu. Euro, sementara, merangkak ke level tinggi dua tahun terhadap dollar dan tertinggi dalam sejarah terhadap yen. Data CPI juga akan menjadi fokus bagi investor di pasar Inggris bersama PPI dan minutes dari pertemuan suku bunga Bank Inggris, dimana bunga ditahan pada 5.25 persen.

‘Bull Run’ Euro Berlanjut ke $1.3665-$1.3705, Menurut Goldman
Euro ``bull run'' kemungkinan terus menuju tahanannya di area $1.3665-$1.3705, kata Kevin Edgeley, seorang analis teknikal di Goldman Sachs Group Inc., menunjukkan chart yang memprediksi pergerakan harga. ``Kami melihat euro-dollar berlari terus menunju tahanan kuatnya di Desember '04 level tinggi di $1.3665 dan $1.3705 level tinggi Desember '95,'' kata Edgeley di London. ``Stochastic Daily, weekly dan monthly semuanya menunjukkan posisi lebih tinggi, menegaskan kondisi trend,'' katanya.

Tahanannya adalah level dimana order sell kemungkinan berkumpul. Mata uang tunggal Eropa diperdagangkan di $1.3493 pukul 9:40 a.m. di Tokyo dari $1.3482 sesi akhir New York kemarin, pada saat menyentuh level tinggi dalam 27 bulan $1.3503. Goldman Sachs melihat euro “bullish tajam” dan dollar dalam kondisi “tren rendah momentum”, katanya Edgeley. Chart Stochastic mengukur harga dengan batas relatif level tinggi dan rendah selama suatu periode untuk mencoba memprediksi apakah harga cenderung naik atau turun. Dalam teknikal analis, investor dan analis mempelanjari Chart dari bentuk perdagangan dan harga untuk perkiraan.

Fokus Saham Asia - Investor Berhati-Hati Melihat Hasil Pendapatan
Pasar Asia bergerak hati-hati karena investor memperhatikan hasil pendapatan dan kemungkinan berjuang untuk melanjutkan gain sebelumnya jika perusahaan gagal melebihi perkiraan pasar. LG Electronics Inc. Korea Selatan, Sinopec Corp. Hong Kong dan Daiei Inc. Jepang adalah diantara perusahaan yang akan merilis hasil pendapatan selama minggu ini. "Di level saat ini, satu-satunya pemicu yang menggerakkan pasar Asia lebih tinggi kemungkinan pendapatan yang menonjol di AS khususnya sektor teknologi," kata Kirby Daley, seorang strategist pada broker Fimat di Hong Kong.

Di Jepang : Saham-saham tampaknya bergerak dalam range yang sempit karena investor menunggu pendapatan di minggu-minggu mendatang, dengan pendapatan dari teknologi berat AS seperti Interl Corp. dan Advanced Micro Devices Inc, yang akan menjadi fokus. "Pertanyaan adalah bagaimana pasar AS akan bereaksi pada pendapatan dari teknologi tinggi mereka minggu ini," kata Kodama. "Hal tersebut akan mendeterminasi pasar Tokyo." Indeks Nikkei kemungkinan bergerak antara 17,000 dan 17,600, kata Kodama menambahkan.

Di Korea : Saham-saham terlihat ringkih untuk turun tipis setelah indeks utama KOSPI menyentuh rekornya delapan kali secara beruntun, dengan memperhatikan kenaikan kemungkinan tidak berlanjut. Investor lebih fokus pada pendapatan, dengan LG Electronics Inc. dan and Samsung Securities Co. akan membukukan pendapatan kuartalnya, sementara sehatnya sektor korporat AS juga kemungkinan mempengaruhi perdagangan. "Inilah waktunya bagi pasar untuk istirahat sebagai koreksi rendah," kata said Kim Joong-hyun, analis di Goodmorning Shinhan Sec. "Reli awal bulan ini sangat kuat, dan kami melihatnya sebagai sedikit beban dari pandangan teknikal," katanya.

Di Hong Kong : Investor akan konsentrasi pada hasil pendapatan selama minggu ini, termasuk Sinopec China Life Insurance, dan GOME Electrical Appliances Holding Ltd., bersama dengan debut pasar pengembang property Country Garden Holdings Co. "Pasar kemungkinan lebih banyak melihat pada pendapatan, khususnya pendapatan China Life dan saham-saham telah dalam performa yang bagus," kata Francis Lun, general manager of Fulbright Securities.

Monday, April 9, 2007

FOKUS PEKAN INI

Fokus Pada ECB Seraya Pasar Mencerna Tenaga Kerja AS
Minggu ini para investor akan dijamu keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa, namun hanya setelah mencerna data non-farm payrolls A.S yang akan menyoroti petunjuk atas suku bunga A.S. Seiring pasar uang Eropa tutup di hari Jumat dan Senin berkenaan libur Easter, para investor akan menunggu hingga Selasa guna merespon laporan tenaga kerja hari Jumat. ECB diperkirakan luas menahan suku bunga di hari Kamis pada 3.75 persen, namun presiden bank Jean-Claude Trichet diperkirakan mengandalkan kode-kata biasa untuk mengindikasi kenaikkan bunga pinjaman di Juni.

"Terkait data belakangan ini yang menunjukkan situasi ekonomi kuat, saya akan setuju dengan ucapan Trichet yang mengatakan dirinya 'memonitor' situasi 'sangat cermat'," ujar Patrick Jacq, strategist suku bunga zona eropa pada BNP Paribas. Euribor berjangka saat ini menunjukkan peluang sekitar 65 persen suku bunga naik ke 4 persen di Juni, dan cukup mungkin ada tambahan naik menuju 4.25 persen di semester dua. Data ekonomi belakangan ini telah menunjukkan bahwa ekonomi zona eropa kembali menguat dalam mode pertumbuhan sementara pejabat ECB telah menyimpulkan bahwa pertumbuhan suplai uang dan inflasi merupakan penyebab kekuatiran.

FED Minutes Dalam Fokus
Para investor akan memiliki kesempatan menyusul diperpanjangnya akhir minggu guna menimbang laporan tenaga kerja A.S bulan Maret, yang akan dirilis hari Jumat. Estimasi median dalam jajak Reuters atas ekonom meneguhkan sebanyak 120,000 pekerja baru di A.S tercipta di Maret, naik dari 97,000 bulan sebelumnya. Richard McGuire, seorang strategist suku bunga pada RBC Capital Markets di London, mengatakan data minggu ini dari Institute of Supply Management meneguhkan bahwa pasar buruh menunjukan sinyal pelemahan. "Sub-komponen dari baik ISM services dan manufaktur melemah," katanya.

"Saya curiga pasar tengah memantau angka payrolls dibawah perkiraan konsensus forecast." Juga layar radar investor akan tertuju pada minutes dari pertemuan suku bunga 21 Maret Federal Open Market Committee, yang mana bank sentral menahan bunga pada 5.25 persen. FOMC minutes akan dirilis Rabu minggu ini. Pembuat kebijakan bank sentral juga akan menjadi fokus di Jepang, dimana Bank of Japan akan memberi keputusan suku bunga-nya hari Selasa. BoJ diperkirakan tetap menahan bunga pada 0.50 persen seraya ia menyebutkan bahwa dirinya akan menaikkan bunga hanya secara bertahap seiring ekonomi Jepang melanjutkan pemulihan-nya.

Sepekan Saham Asia - Fokus Beralih Ke Pendapatan Korporat
Bursa saham Asian terlihat masih mengalami keniakan pada minggu ini, ini merupakan awal langka bagi index untuk menyentuh level tertingginya dalam beberapa bulan terakhir, walau terlihat sedang terjadi satu pelambatan, namun para investor kembali terfokus pada laporan pendapatan perquarter dari beberapa saham blue chips. Bank of Japan juga dijadwalkan akan melakukan pertemuan dalam minggu ini, walau kebijakan tingkat suku bunga dari Negara terbesar kedua di dunia tersebut akan bertahan, namun ketidak pastian atas data Jepang machinery data akan dilaporkan hari rabu. Pasar Asia mulai merangkak naik setelah pada maret lalu turun tajam, hal ini termotivasi oleh trends naik pada pergerakan trends technikal. "pasar modal mulai menanjak di pasar regional hal tersebut merupakan gambaran sederhana dari bertumbuhnya ekonomi global. "walau pasar U.S. melambat pertumbuhanya, pertumbuhan ekonomi China masih bertahan untuk bertumbuh, dan permintaan terhadap sector commodity masih tinggi seperti India." Namun data tenaga kerja U.S. untuk bulan Maret akan menjadi panduan pasar atas gambaran ekonomi, dan beberapa investor memperingatkan adanya kondisi penunjang yang mengalami pelambatan atas pertumbuhan ekonomi U.S. seperti halnya sector jasa dan data pertumbuhan sector produksi pabrikan yang lebih rendah dari perkiraan. "kondisi koreksi terlihat dalam bayangan. Beberapa data pertumbuhan ekonomi U.S. terlihat melambat. Tanpa berita positive dari U.S. saya pikir sulit bagi index untuk naik," ujar Chung Kyun-sik, analis dari Uris Investment Advisors.

Di Jepang: pasar saham terlihat bergerak dalam range untuk minggu ini, pada investor sejauh ini menanti data machinery orders untuk bulan February pada rabu mendatang. Data yang akan menjadi acuan bagi pasar yang dapat mempengaruhi unsure ketidak pastian adalah capital spending. "yang memberikan gambaran dari machinery orders dan sebelum keluarnya data tersebut sulit agaknya untuk optimis. Oleh sebab itu saat ini para investor cenderung menunggu," ujar Toshihiko Matsuno, asisten general manager pada SMBC Securities. Di sisi lain para Investor juga akan menunggu hasil pertemuan dari Bank of Japan, informasi tersebut akan diumumkan hari selasa.

Di Korea : perkembangan pasar saham korea masih berpotensi untuk menembus angka tertingginya, namun keniakan index dibayangi potensi koreksi dimana para investor mencoba memantau laporan pendapatan seperti pada perusahaan Samsung Electronics Co. Ltd. dan POSCO Co. Ltd. "perkiraan untuk pendapatan terlihat telah bekgitu rendah, dan pasar telah merefleksikan di pasar modal," ujar Kim Jeong-hwan, analis dari Woori Investment dan Securities.

Di Hong Kong: kenaikan index meungkin akan terjadi lagi sebagai antisipasi pasar terhadap aktivitas IPO, disamping itu masalah pendapatan perusahaan juga akan menjadi focus dimana hal tersebut berpotensi untuk menyeret index turun. Perusahaan Garden Holdings Co., yang sebelumnya melakukan IPO dengan volume $1.66 billion dan merupakan aktivitas terbesar dari yang ada akan kembali melakukan IPO, penawaran akan ditutup pada 12 April. China CITIC Bank Corp. Ltd., bank komersial terbesar ketujuh akan dipantau awal listingnya di pasar Shanghai dan Hong Kong. "ini akan berlanjut, kami memperkirakan tingginya aliran dana yang masuk oleh aktivitas IPO.

Analisis – Menurunnya Bunga Fed Akan Memicu Pelepasan Carry Yen
Aksi pelepasan carry trades yen belakangan ini telah surut setelah beberapa pekan volatilitas yang tinggi, proses ini dapat menghadapi putaran baru dari pembongkaran bila Federal Reserve mulai memangkas suku bunga tahun ini. Pemotongan bunga benchmark oleh Fed akan mengecilkan jarak suku bunga Jepang dengan Amerika Serikat dan berakibat menurunkan laba beresiko dari memegang bearish yen di dalam carry trades. Dalam transaksi ini, investor meminjam mata uang ber-yield rendah untuk di tanam ke aset-aset dengan laba tinggi dan mengambil untung dari perbedaan bunga.

Dollar dan euro merosot 5 persen terhadap yen akibat meningkatnya keengganan di perdagangan beresiko telah mencengkeram pasar uang mulai bulan Pebruari dan berakibat carry trades, dimana sebagian besar dibiayai oleh lemahnya yen, mulai melepas. Kedua mata uang telah pulih 50 persen atas kerugiannya terhadap yen. "Gelombang pertama atas aksi beli yen saat ini mungkin telah berlalu, namun episode lain atas gain dari yen akan beranjak ketika Fed menurunkan hawkish-nya tahun ini," ungkap Avery Shenfeld, ekonom senior pada CIBC World Markets di Toronto.

Tuesday, April 3, 2007

FOKUS PEKAN INI

Data Tenaga Kerja AS, Bunga BoE Menjadi Fokus
Data tenaga kerja A.S minggu ini terlihat akan mempengaruhi pandangan investor terkait seberapa cepatkah perkiraan pemangkasan tahun ini pada suku bunga A.S akan terjadi dan seberapa gesit kebijakan moneter akan menurun. Pimpinan Federal Reserve Ben Bernanke pekan lalu memberitahu bahwa resiko pertumbuhan meningkat belakangan ini, namun ditekankan bahwa fokus utama Fed adalah menurunkan inflasi. Sementara laporan non-farm payrolls A.S akan menjadi data yang disorot dalam pekan yang pendek, termasuk dipublikasikannya survei Tankan Bank Jepang hari Senin untuk sentimen korporat Jepang dan pertemuan kebijakan moneter Bank Inggris hari Kamis.

"Kami akan melihat kuatnya angka pekan ini, yang akan menjadi dasar menguatnya pasar tenaga kerja," ugkap David Brown, kepala ekonom Eropa pada Bear Stearns, berkenaan data non-farm payrolls. "Pasar buruh telah menjadi dasar atas kuatnya serta pesatnya pertumbuhan ekonomi. Ini akan tetap memperkuat pandangan seutuhnya." Para ekonom yang dijajak Reuters memperkirakan sebanyak 115,000 pekerja tercipta di Maret dibanding dengan 97,000 di Pebruari. Namun laporan payroll akan menambah isi katalog data yang menunjukkan lambatnya pertumbuhan ekonomi A.S, ini tidak akan telalu lama sebelum pembuat kebijakan merubah sikap dovish-nya.

Bunga UK Diperkirakan Bertahan, Memantau Tankan
Di Inggris, peristiwa kunci pekan ini adalah keputusan suku bunga di hari Kamis dari Komite Kebijakan Moneter BoE. MPC diperkirakan luas akan menahan bunga pada 5.25 persen, hanya dengan 11 dari 60 ekonom yang dijajak Reuters menginginkan naik ke 5.50 persen. Namun demikian, investor akan mewaspadai seperti dua kenaikan BoE sebelumnya – yang terjadi di bulan Januari dan Agustus silam – muncul mengejutkan pasar.

Di Jepang, para investor akan terpusat pada indeks difusi utama Tankan Bank Jepang, di hari Senin. Survei kuartal, yang menjadi perhatian cermat para penetap bunga, diperkirakan bakal menunjukkan bahwa kekuatiran sehatnya ekonomi A.S berpengaruh besar pada sentimen bisnis diantara manufaktur besar Jepang. Jajak Reuters atas 28 ekonom merumuskan perkiraan tengah sebesar 24, turun dari 25 dalam periode tiga bulan sebelumnya.

Sepekan Saham Asia – Fokus Pada Minyak, Saham Energi
Dengan dijadikanya harga minyak dunia sebagai cermin bagi para investor, pasar saham Asia sektor energi terlihat menjadi fokus pasar pada minggu ini, walau tidak dapat dipungkiri naiknya harga minyak turut mempengaruhi merosotnya tingkat pendapatan. Di Australia, kebijakan bank sentral juga akan ditunggu oleh pasar dan sejauh ini spekulasi pada kemungkinan naiknya tingkat suku bunga, selain hal tersebut laporan data dari bank sentral Jepang yang terangkum pada tankan hari Senin ini akan menjadi fokus lain. Beberapa data A.S termasuk non-farm payrolls dan data tenaga kerja, juga akan mewarnai pergerakan pasar menjelang masa liburan Easter Good Friday dan liburan lokal. "para Investor juga berharap terhadap adanya perubahan kebijakan. Sektor perumahan masih terlihat lemah namun Federal Reserve masih belum berkenan untuk memangkas suku bunganya dengan alasan masih tingginya ancaman inflasi.

Di Jepang: Pergerakan pasar bursa saham terlihat sedang mencari informasi dari data yang akan di release Bank of Japan mengenai tankan survei awal pekan ini. Data sektor industri yang lebih baik dari perkiraan pasar turut memberikan sentiment positif pada akhir pekan dan ini memberikan asumsi naiknya data tankan, ujar Toru Otsuka, deputi general manager pada Mizuho Investors Securities. Para investor juga akan kembali memantau kondisi tahun fiskal baru bagaimana perkembanganya terhadap arus modal baru yang masuk. "setiap tahun orang berharap adanya modal segar yang masuk, namun sejauh ini investor institusi terlihat kurang agresif," ujar Otsuka. Nikkei diperkirakan akan bergerak dalam range antara 17,100 dan 17,800.

Di Korea: Pergerakan bursa saham terlihat cukup bergairah, dimana KOSPI menyentuh rekor tertingginya, menjelang laporan data ekonominya, termasuk tingkat kepercayaan konsumen, dan beberapa laporan pendapatan perusahaan. Disamping itu adanya kesepakatan perdagangan, antara United States dan Korea selatan atas perdagangan bebas turut memberi sentiment positif, walau banyak yang menyangsikan kondisi tersebut dan memperkirakan gagalnya kesepakatan". "namun dengan prospek pendapatan kedepan dan akan keluarnya data-data ekonomi akan menjadi sentimen positif, namun saya melihat mungkin tidak banyak perubahan di pasar," ujar Kim Hak-kyun.

Di Hong Kong: Tingginya minat atas saham baru diperkirakan akan menyemarakan pergerakan harga pada volume transaksi yang tipis menjelang masa liburan panjang lima hari mulai Kamis. CITIC 1616, perusahaan jasa servis telekomunikasi dari Beijing-Citic Pacific, ini merupakan penerbitan baru untuk hari Selasa setelah mengalami kenaikan US$270 juta pada saat IPO sebelumnya. Country Garden Holdings Co., yang mengalami kenaikan cukup banyak $1.66 billion dan merupakan IPO terbesar sejak yang ada terhadap perusahaan properti China, kembali akan melakukan transaksi ritel pada sahamnya pada 3 April mendatang.

Barclays : Euro Akan Mencatat Rekor Terhadap Yen Akibat Tiupan Bunga ECB
Euro berpeluang menguat ke rekor tingginya terhadap yen selama tiga bulan kedepan karena Bank Sentral Eropa kemungkinan menaikkan suku bunga di Juni, menurut Barclays Capital Inc. Barclays menyarankan investor untuk memilih beli karena reli pada euro. Tingkat pengangguran Jerman turun ke level terendahnya hampir dalam enam bulan terakhir, sementara pertumbuhan money supply di wilayah 13 negara dalam knodisi tercepat dalam 17 tahun di Pebruari. ``Bullish-nya euro karena pertumbuhan ekonomi kuat di zona eropa,'' kata Paul Robinson, strategi valas Barclays di London.
``Kami juga memperkirakan depresiasi lebih jauh pada yen disebabkan suku bunga Jepang kemungkinan bertahan setelah jadwal pemilu di Juliy. Euro mulai diperdagangkan di Januari 1999 di kisaran 132.50 yen. ECB kemungkinan menaikkan bunga menjadi 4.0 persen pada pertemuan 6 Juni dari level 3.75 persen, menurut Barclays. Perkiraan median dari para ekonom dalam survey Bloomberg dari 11-19 Maret menunjukkan bank menaikkan bunga menjadi 4 persen di pertengahan tahun. Bank Jepang kemungkinan menahan suku bunga di 0.5 persen pada pertemuan 10 April, dan kemungkinan tidak naik sampai pemilu nasional di bulan Juli, perkiraan Barclays.

Pertemuan G-7 : ``Jika euro terapresiasi dengan cepat terhadap yen, kami memperkirakan spekulasi meningkat bahwa hal ini akan menjadi pembicaraan di pertemuan G-7 menyikapi melemahnya yen,'' kata Robinson. Para menteri keuangan G-7 dan bank sentral akan bertemu di Washington pada 13 dan 14 April. Kelompok ini antara lain A.S, Jepang, Jerman, Inggris, Perancis, Italia dan Kanada. Dalam pernyataan yang dirilis setelah pertemuan 10 Pebruari, G-7 mendesak para investor untuk mengakui pulihnya ekonomi Jepang berada ``di jalurnya.''