Tuesday, February 27, 2007

FOKUS PASAR SEPEKAN

Analisa Pasar 26 Pebruari 2007

Neraca Pertumbuhan/inflasi Dunia Menjadi Fokus

Para investor akan mendapatkan prospek teranyar untuk semua ekonomi terbesar dan sejumlah indikator bagi pemikiran bank sentral mereka pada kebijakan moneter dari derasnya indikator ekonomi pekan ini. Revisi fitur pertumbuhan kuartal empat A.S, angka terakhir dari inflasi yang di- ukur oleh personal consumption expenditures “inti”, manufaktur dan data penjualan rumah menjadi kalender terpenting A.S. Indeks purchasing manager dunia, fitur inflasi euro zone, deretan data pasar perumahan Inggris serta inflasi Jepang juga akan menjaga investor pada langkahnya. Sebagian besar dari lemahnya data ekonomi A.S dan pernyataan Pimpinan Federal Reserve Ben Bernanke awal bulan ini yang mengatakan inflasi menurun, telah berpengaruh pada imbal obligasi A.S.

Namun fitur inflasi minggu lalu telah dikejutkan naik, mendorong pasar untuk memeriksa ulang potensi pemangkasan bunga A.S tahun ini. Survei Reuters atas ekonom meneguhkan pertumbuhan kuartal empat akan direvisi turun menjadi 2.5 % dari 3.5 % hari Rabu. PCE inti bulan Januari, yang akan dirilis Kamis, bakal menguat 0.2 %. "Prasangka pengetatan Fed kembali utuh dan mereka akan memantau tren inflasi inti guna mempertahankan hawkishness mereka di kebijakan mendatang," ungkap David Brown, kepala ekonom Eropa pada Bear Stearns. Data terpenting A.S lainnya minggu ini termasuk survei manufaktur dari Institute of Supply Management bulan Pebruari, new home sales untuk Januari, Chicago PMI untuk Pebruari serta durable goods orders bulan Januari.

Apakah ECB Diperkirakan Masih Mencapai 4 persen?

Pasar uang memperkirakan Fed akan menahan bunga pada 5.25 persen untuk beberapa bulan sebelum memotongnya menjadi 5.00 persen beberapa waktu mendatang hingga akhir tahun. Ini kontras dengan ekspektasi Bank Sentral Eropa, dimana pasar memperkirakan dua kenaikkan bunga lagi tahun ini menjadi 4 persen. Jerman akan melaporkan data pendahuluan harga konsumen bulan Pebruari di hari Senin, seiring pasar menantikan apakah VAT menaikkan akselerasi inflasi tidak hanya di ekonomi terbesar zona eropa namun juga di seluruh kawasan. Perkiraan untuk pendahuluan Jerman yang akan menguat 0.5 persen bakal menekan angka tahunan ke 1.9 persen setelah mengejutkan jatuh di Januari, sementara estimasi flash atas inflasi harmonized zona eropa hari Kamis memprediksi angka tahunan pada 2.0 persen.

Jepang Memantau Inflasi

Data inflasi Jepang bulan Januari, dirilis Jumat, akan menentukan berapa lama Bank Jepang akan menunggu sebelum kembali mengetatkan kebijakan moneter tahun ini. Bank sentral menaikkan bunga ke level tinggi satu dekade di 0.5 persen pekan lalu dan minutes dari pertemuan itu akan dirilis Senin ini. Namun Gubernur BOJ Toshihiko Fukui telah mensinyalkan bahwa pengetatan selanjutnya akan menjadi proses yang lambat, dan ia juga mewaspadai tren harga dapat kembali turun ke area negatif. Inflasi diperkirakan kembali lesu seiring CPI Januari terlihat kokoh tahun ini, setelah menguat 0.1 persen di bulan sebelumnya. Ini telah mendorong para investor yang lapar-yield untuk menimbun yen yang diuangkan dari carry trades, memukul mata uang Jepang turun ke rekor rendah kisaran 160 per euro Jumat lalu.

Sepekan Saham Asia – Pasar Akan Fluktuatif, Fokus Pada Data A.S

Beberapa data ekonomi indikator A.S., termasuk sektor perumahan dan industri akan menjadi kunci pasar pada minggu ini, hal tersebut akan menjadi penyebab ketidak stabilan di Asia, para investor akan memantau perkembangan pertumbuhan ekonomi negara terbesar di dunia. Data produksi di sektor industri begitu pula Jepang dan Korea serta budget India akan turut mewarnai pergerakan pasar minggu ini, di sisi lain laporan pendapatan dari Hong Kong akan diawali dari Standard Chartered Plc. Dan CLP Holdings Ltd. "pergerakan pasar terlihat tidak stabil karena banyak data A.S yang akan menjadi perhatian. Namun berdasarkan skenario, pertumbuhan cenderung membaik begitu pula data inflasi yang belum banyak mengalami perubahan namun masih dalam konteks positif," ujar Louis Wong, riset pada Phillip.

Di Jepang: Prosepk kenaikan saham Nikkei secara rata-rata terlihat mulai terbatas setelah terjadinya pertumbuhan sebesar 1.75 persen minggu lalu hingga menyentuh level tertingginya sejak tujuh tahun terakhir. "para pelaku pasar melihat adanya kenaikan yang berlebihan pada Nikkei bila mencapai 18,500," ujar Kazuhiro Takahashi, manajer umum pada Daiwa Securities SMBC Co. Ltd. "para investor saat ini terfokus pada kondisi pertumbuhan terkini sektor industri sebagai indikator sektor industri." Nikkei ditutup pada angka 18,188.42, dan diperkirakan bergerak pada level antara 17,600 dan 18,500.

Di Korea: Saham korea KOSPI gagal menguat signifikan setelah mencapai rekornya pada 22 Pebruari lalu ketika terjadi kenaikan disaat kondisi pasar regional sedang mengalami ketidak pastian, memang kenaikan index saat ini terlihat tidak terlepas dari masalah laporan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi domestik. Dan prospek pertumbuhan kedepan mejadi acuan mereka. "faktor teknikal lebih mendominasi hingga index mencapai rekornya," ujar Kim Joong-hyun, analis dari Goodmorning Shinhan Securities.

Di Hong Kong: Pasar uang China mulai buka kembali setelah liburan tahun baru, para investor akan memantau kondisi Cina terkait soal penggerak indeks akibat naiknya cadangan modal bank komersial ke bank sentral. Para analis menyampaikan bahwa index masih stabil pergerakanya namun potensi kenaikan masih mendominasi, namun pertanyaannya apakah kembalinya para pelibur akan merevisi prospeknya. "Tren masih naik," ujar John Schofield, direktur Tempus Investment. "Namun masalah terkait minggu depan saat ini sangat sering setelah liburan panjang, pasar dapat kembali dan memiliki pandangan yang sangat berbeda. Anda bisa mendapat perubahan tiba-tiba di sentimen."

Jajak – Mayoritas Melihat Kenaikkan Bunga BOJ Lain Di Semester-2 2007

Bank of Japan kemungkinan akan mendorong suku bunga kembali di semester dua tahun 2007 setelah mengangkat bunga kuncinya ke level tinggi satu dekade di hari Rabu minggu lalu, namun laju dari kenaikkan bunga mendatang kemungkinan akan menjadi lambat, menurut jajak Reuters. Survei dari 59 trader dan analis di forex Tokyo dan pasar obligasi menunjukkan 25 memprediksi BOJ akan menaikkan target-nya untuk bunga overnight call kembali di kuartal Juli-September, sementara 26 melihat kenaikan berikutnya di periode Oktober-Desember. Jajak tersebut disusun setelah Gubernur BOJ Toshihiko Fukui berbicara menyusul keputusan bank sentral untuk menaikkan bunga overnight call menjadi 0.50 persen dari 0.25 persen.

Fukui menyebutkan BOJ akan menaikkan suku bunga secara perlahan atas dasar pada ekonomi dan harga, dan sementara tidak menetapkan urutan jadwal kenaikkan bunga, level bunga 0.50 persen yang baru, masih relatif rendah bila ekonomi Jepang berlanjut tumbuh pada laju kisaran 2 persen. "Sejak BOJ menunjukkan berencana untuk menormalkan suku bunga, akan ada kenaikkan bunga lagi mendatang," ujar Akitsugu Bandou, strategi valas senior untuk Okasan Securities.

Monday, February 12, 2007

Fokus Pasar Sepekan

Hasil G7, Bernanke Menyediakan Minat Bagi Pasar
Hasil dari pertemuan para menteri keuangan Group of Seven akhir pekan lalu bakal menyita perhatian para investor awal minggu ini seraya mereka memantau, bila ada yang mengatakan seputar nilai tukar. Pasar juga akan memonitor komentar dari Pimpinan Federal Reserve A.S Ben Bernanke serta data pertumbuhan zona eropa seiring pasar mencoba mengkapling laju untuk kebijakan moneter A.S dan wilayah euro. Sebuah survei sentimen bisnis Jerman juga akan diperhatikan sebagai dampak dari meningkatnya VAT, sementara laporan inflasi kuartal Bank Inggris akan memberi prospek pada kemungkinan waktu atas kenaikkan suku bunga Inggris.

Fokus Pada Bernanke
Pimpinan Fed A.S Bernanke akan memberi pidato kebijakan semi-tahunan kepada Kongres pada hari Rabu dan Kamis. Kuatnya data A.S telah mematahkan ekspektasi pemangkasan bunga A.S jangka pendek dari 5.25 %, seiring pasar uang saat ini berharap Fed akan menahan untuk beberapa waktu. Data perumahan A.S juga dikemas minggu ini seraya investor melihat adanya sinyal stabil meski pernah menjadi kekhawatiran utama ekonomi. Data retail sales A.S juga telah dijadwalkan.

Memantau Data Pertumbuhan Zona Eropa
Di euro zone dan Inggris, fitur inflasi serta pertumbuhan akan diperhatikan seksama setelah European Central Bank dan Bank of England menahan bunga masing-masing pada 3.5 dan 5.25. Hari Selasa, kilasan estimasi atas pertumbuhan zona eropa kuartal empat dijadwalkan untuk dirilis, dikemas dalam survei sentimen bisnis ZEW Jerman. Keduanya akan dipelajari bila ada perubahan pada lingkungan ekonomi dari kenaikkan pajak penjualan tahun baru Jerman. "Fitur GDP ini kemungkinan cukup solid untuk membiarkan kebijakan ECB diperkirakan luas unchange," kata kepala riset valas di Mellon Bank, Ian Gunner dalam catatan klien-nya.

Inflasi konsumen Inggris, hari Selasa, diperkirakan bakal amblas ke 2.9 di Januari, dari 3.0 persen di Desember. Namun investor diperkirakan fokusnya lebih besar mengarah ke laporan inflasi kuartal Bank Inggris seraya mereka mencari alasan dibalik kenaikkan bunga mengejutkan bulan Januari ke 5.25 %, dan petunjuk pada pengetatan selanjutnya. Para analis yang dijajak Reuters memperkirakan bank akan menaikkan bunga pinjaman lagi di pertengahan-tahun seraya bergulat dengan inflasi.

Sepekan Saham Asia - Bernanke Terfokus Seraya Liburan Akan Tiba
Pidato dari ketua bank sentral A.S Ben Bernanke akan membantu para pelaku pasar untuk dijadikan sebagai panduan guna mendeteksi pergerakan bursa saham terutama sektor ekspor pekan ini, perdagangan terlihat sedikit sepi dalam masa liburan tahun baru. Bernanke akan menyampaikan pidatonya yang berkaitan dengan kebijakan moneter di depan Kongress sebelum pertemuan dewan perbankan hari Rabu dan Kamis.

Di Jepang: Dengan terlewatinya masa laporan pendapatan dan berakhirnya pertemuan negara industri G7, investor kelihatanya akan kembali terfokus pada data gross domestik produk yang akan dirilis akhir pekan. "Data GDP diprediksi solid dan mungkin akan menjadi rekomendasi bagi Bank of Japan guna menaikan suku bunganya," ujar Hiroyuki Nakai, kepala analis di Tokai Tokyo Securities, ini mungkin akan menjadi berita positif bagi pasar saham, dan bukan tidak mungkin akan dapat membawa Nikkei untuk bergerak naik menembus level tertingginya, ujar Nakai.

Di Korea: Bursa saham Korea terlihat bergerak dalam range antara 1,400 s/d 1,435, dengan adanya berita baru yang mungkin dapat menjadi acuan, yakni masa laporan pendapatan yang sedikit dapat mendorong indeks tertekan. KOSPI saat ini tertekan oleh ketidakpastian pada pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perusahaan. "ini akan menjadi sulit bagi index untuk bergerak keluar dari rangenya," ujar Kim Jeong-hwan, analis di Woori Investment Securities. "Ini bukan satu-satunya faktor domestik yang mendominasi dalam beberapa hari kedepan, jadi kita harus jeli terhadap hal lainya juga. Namun kita bisa melihat beberapa rencana yang memberi pengaruh atas hal penting di bursa.

Di Hong Kong: Para pengamat pasar diperkirakan akan kurang respon terhadap pergerakan index menjelang liburan tahun baru China. "ini akan menjadi minggu yang sepi," ujar Kent Yau, direktur pada Core Pacific Yamaichi (International) Ltd. "Saya rasa index sedang berjuang untuk naik lebih tinggi namun terlihat sulit karena volumenya kurang mendukung. Namun secara keseluruhan tren masih naik, jadi mungkin likuiditas masih bertahan di Hong Kong."

Polling - Euro, Yen Sterling Diperkirakan Lebih Volatilitas Bulan Ini
Volatilitas euro, sterling dan yen terhadap dollar kemungkinan akan menguat di pekan-pekan mendatang, menurut jajak forex bulanan Reuters. Kesimpulan didasarkan pada standar deviasi atas perkiraan dalam survei valuta 5-7 Peb, bersamaan dengan level terkini dari volatilitas bulan lalu. Jajak secara tak langsung menunjukkan volatilitas bulanan tahunan sebesar 9.9 persen untuk euro terhadap dollar di Pebruari, naik dari 6.2 persen di Januari. Untuk yen terhadap dollar, polling meneguhkan level volatilitas 9.1 persen, lebih tinggi dari 5.4 persen fluktuasi terkini bulan lalu. Untuk sterling terhadap dollar, volatilitas akan menguat ke 7.7 persen bulan ini dari 7.5 persen di Januari.

Analis mengatakan perbedaan prakiraan dalam jajak valuta Reuters memberikan sebuah indikator penuntun atas volatilitas nilai tukar di bulan berikutnya. Analisa statistik meneguhkan bahwa perbedaan perkiraan para analis untuk sepasang matauang, tingginya fluktuasi akan terjadi di dalam mata uang itu di bulan berikutnya. Selisih dalam perkiraan satu-bulan, diukur dengan standar deviasi, melebar untuk semua mata uang. Estimasi atas fluktuasi mendatang dipakai untuk menghitung nilai dari opsi mata uang, sehingga memberi investor posisi yang benar untuk beli atau jual mata uang pada harga fixed di masa mendatang.

Ekonomi Jepang Akan Rebound, Kenaikkan BOJ Terlihat Di Maret
Ekonomi Jepang telah rebound di akhir tahun lalu dan akan berkembang pulih secara bertahap memasuki 2007, meski lunaknya inflasi akan menahan laju dari kenaikkan suku bunga Bank of Japan, menurut jajak Reuters. Sementara survei dari 27 ekonom yang dilakukan 5-7 Peb. memaparkan mayoritas masih memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga ke 0.5 persen di akhir Maret, dan sekali lagi di akhir tahun, pasar kembali ragu apakah bunga akan naik bulan depan.
Jajak pendapat menghasilkan perkiraan median gross domestic product sebesar 0.7 persen untuk kuartal Oktober-Desember hanya dibanding dengan tiga bulan sebelumnya, ketika ekonomi tumbuh sedikit 0.2 persen akibat lemahnya konsumsi di sektor swasta. Bila belanja pengeluaran naik dan mengangkat pertumbuhan sesuai prediksi, ini dapat mendukung kinerja BOJ untuk menaikkan suku bunga bulan depan, sesuai perkiraan sejumlah trader pasar.