Analisa Pasar 26 Pebruari 2007
Neraca Pertumbuhan/inflasi Dunia Menjadi Fokus
Namun fitur inflasi minggu lalu telah dikejutkan naik, mendorong pasar untuk memeriksa ulang potensi pemangkasan bunga A.S tahun ini. Survei Reuters atas ekonom meneguhkan pertumbuhan kuartal empat akan direvisi turun menjadi 2.5 % dari 3.5 % hari Rabu. PCE inti bulan Januari, yang akan dirilis Kamis, bakal menguat 0.2 %. "Prasangka pengetatan Fed kembali utuh dan mereka akan memantau tren inflasi inti guna mempertahankan hawkishness mereka di kebijakan mendatang," ungkap David Brown, kepala ekonom Eropa pada Bear Stearns. Data terpenting A.S lainnya minggu ini termasuk survei manufaktur dari Institute of Supply Management bulan Pebruari, new home sales untuk Januari, Chicago PMI untuk Pebruari serta durable goods orders bulan Januari.
Apakah ECB Diperkirakan Masih Mencapai 4 persen?
Pasar uang memperkirakan Fed akan menahan bunga pada 5.25 persen untuk beberapa bulan sebelum memotongnya menjadi 5.00 persen beberapa waktu mendatang hingga akhir tahun. Ini kontras dengan ekspektasi Bank Sentral Eropa, dimana pasar memperkirakan dua kenaikkan bunga lagi tahun ini menjadi 4 persen. Jerman akan melaporkan data pendahuluan harga konsumen bulan Pebruari di hari Senin, seiring pasar menantikan apakah VAT menaikkan akselerasi inflasi tidak hanya di ekonomi terbesar zona eropa namun juga di seluruh kawasan. Perkiraan untuk pendahuluan Jerman yang akan menguat 0.5 persen bakal menekan angka tahunan ke 1.9 persen setelah mengejutkan jatuh di Januari, sementara estimasi flash atas inflasi harmonized zona eropa hari Kamis memprediksi angka tahunan pada 2.0 persen.
Jepang Memantau Inflasi
Data inflasi Jepang bulan Januari, dirilis Jumat, akan menentukan berapa lama Bank Jepang akan menunggu sebelum kembali mengetatkan kebijakan moneter tahun ini. Bank sentral menaikkan bunga ke level tinggi satu dekade di 0.5 persen pekan lalu dan minutes dari pertemuan itu akan dirilis Senin ini. Namun Gubernur BOJ Toshihiko Fukui telah mensinyalkan bahwa pengetatan selanjutnya akan menjadi proses yang lambat, dan ia juga mewaspadai tren harga dapat kembali turun ke area negatif. Inflasi diperkirakan kembali lesu seiring CPI Januari terlihat kokoh tahun ini, setelah menguat 0.1 persen di bulan sebelumnya. Ini telah mendorong para investor yang lapar-yield untuk menimbun yen yang diuangkan dari carry trades, memukul mata uang Jepang turun ke rekor rendah kisaran 160 per euro Jumat lalu.
Sepekan Saham
Beberapa data ekonomi indikator A.S., termasuk sektor perumahan dan industri akan menjadi kunci pasar pada minggu ini, hal tersebut akan menjadi penyebab ketidak stabilan di Asia, para investor akan memantau perkembangan pertumbuhan ekonomi negara terbesar di dunia. Data produksi di sektor industri begitu pula Jepang dan Korea serta budget India akan turut mewarnai pergerakan pasar minggu ini, di sisi lain laporan pendapatan dari Hong Kong akan diawali dari Standard Chartered Plc. Dan CLP Holdings Ltd. "pergerakan pasar terlihat tidak stabil karena banyak data A.S yang akan menjadi perhatian. Namun berdasarkan skenario, pertumbuhan cenderung membaik begitu pula data inflasi yang belum banyak mengalami perubahan namun masih dalam konteks positif," ujar Louis Wong, riset pada Phillip.
Di Jepang: Prosepk kenaikan saham Nikkei secara rata-rata terlihat mulai terbatas setelah terjadinya pertumbuhan sebesar 1.75 persen minggu lalu hingga menyentuh level tertingginya sejak tujuh tahun terakhir. "para pelaku pasar melihat adanya kenaikan yang berlebihan pada Nikkei bila mencapai 18,500," ujar Kazuhiro Takahashi, manajer umum pada Daiwa Securities SMBC Co. Ltd. "para investor saat ini terfokus pada kondisi pertumbuhan terkini sektor industri sebagai indikator sektor industri." Nikkei ditutup pada angka 18,188.42, dan diperkirakan bergerak pada level antara 17,600 dan 18,500.
Di Korea: Saham korea KOSPI gagal menguat signifikan setelah mencapai rekornya pada 22 Pebruari lalu ketika terjadi kenaikan disaat kondisi pasar regional sedang mengalami ketidak pastian, memang kenaikan index saat ini terlihat tidak terlepas dari masalah laporan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi domestik. Dan prospek pertumbuhan kedepan mejadi acuan mereka. "faktor teknikal lebih mendominasi hingga index mencapai rekornya," ujar Kim Joong-hyun, analis dari Goodmorning Shinhan Securities.
Di Hong Kong: Pasar uang
Jajak – Mayoritas Melihat Kenaikkan Bunga BOJ Lain Di Semester-2 2007
Bank of Japan kemungkinan akan mendorong suku bunga kembali di semester dua tahun 2007 setelah mengangkat bunga kuncinya ke level tinggi satu dekade di hari Rabu minggu lalu, namun laju dari kenaikkan bunga mendatang kemungkinan akan menjadi lambat, menurut jajak Reuters. Survei dari 59 trader dan analis di forex
Fukui menyebutkan BOJ akan menaikkan suku bunga secara perlahan atas dasar pada ekonomi dan harga, dan sementara tidak menetapkan urutan jadwal kenaikkan bunga, level bunga 0.50 persen yang baru, masih relatif rendah bila ekonomi Jepang berlanjut tumbuh pada laju kisaran 2 persen. "Sejak BOJ menunjukkan berencana untuk menormalkan suku bunga, akan ada kenaikkan bunga lagi mendatang," ujar Akitsugu Bandou, strategi valas senior untuk Okasan Securities.